Bogor Kota Beriman
Saat ini banyak alternatif perjalanan yang bisa Anda tempuh jika ingin mengunjungi Bogor, namun jika menginginkan suasana yang berbeda, menggunakan jasa kereta api bisa menjadi pilihan yang mengasyikan untuk Anda. Dari gerbong kereta api commuter line, Anda bisa menikmati pemandangan kota Jakarta dari ketinggian. Cukup mengeluarkan biaya Rp7.000 Anda tinggal duduk tenang di gerbong kereta yang bersih dan ber-AC hingga kota Bogor.
Kurang lebih 1 jam perjalanan Anda sudah tiba di stasiun Bogor. Belum lengkap jika Anda ke Bogor namun belum memasuki area Kebun Raya Bogor yang terkenal. Tidak jauh dari stasiun (bisa berjalan kaki) Anda sudah berada di pintu gerbang utama Kebun Raya Bogor. Sepanjang jalan Anda bisa menikmati suasana kota yang jauh berbeda dengan kota Jakarta. Pohon-pohon besar masih berdiri kokoh di pinggir jalan, delman jalan beriringan dengan kendaraan bermotor di jalan raya. Berada di tengah-tengah antara stasiun dan Kebun Raya Bogor, Anda bisa melihat gereja Zebaoth yang terkenal dengan sebutan Gereja Ayam. Disebut demikian karena terdapat patung ayam tepat diatas bangunan gereja tersebut. Setiba di Kebun Raya, benteng nan megah akan menyambut Anda. Tiket masuknya pun tak terlalu mahal, Rp10.000 untuk satu orang, Anda sudah bisa menikmati suasana sejuk nan hijau disana.
Kebun Raya merupakan kebun botani terbesar dengan luas 87 hektar dan memiliki 15.000 jenis pohon dan tumbuhan. Sejarahnya, Kebun Raya Bogor ini merupakan sebuah hutan buatan pada zaman kerajaan Sunda pada masa kepemimpinan Sri Baduga Maharaja (Prabu Siliwangi, 1474-1513). Hingga akhirnya pada awal tahun 1800-an, Gubernur Jenderal Thomas Stamford Raffles tertarik mengembangkan halaman Istana Bogor menjadi sebuah kebun yang indah. Itulah cikal bakal Kebun Raya Bogor yang terus mengalami perbaikan dari tahun ke tahun.
Wisata Kuliner dan Religi
Puas berkeliling di kebun raya, saatnya wisata kuliner. Tidak jauh dari pintu utama kebun raya terdapat jalan Surya Kencana yang merupakan daerah pecinan di kota Bogor. Layaknya sebuah pecinan, tentunya terdapat beragam macam makanan yang bisa kita nikmati di sepanjang jalan, di kedua sisi jalan tersebut.
Asinan khas Bogor dan buah durian banyak terdapat disini. Namun ada satu yang paling istimewa, yaitu Ngohiang khas Bogor. Makanan ini terbagi dalam dua jenis, jika Anda memesan Ngohiang khas Bogor, daging yang digunakan adalah daging babi, namun Anda bisa juga memesan Ngohiang Ayam, lebih aman dimakan untuk Anda yang muslim. Makanan ini berupa daging babi atau ayam yang disajikan dengan saus kental dan sayuran. Rasa yang unik akan segera menjalar ke lidah ketika Anda menggigitnya.
Masih di jalan Surya Kencana, terdapat sebuah kelenteng yang menurut sejarah sudah berusai 300 tahun. Kelenteng ini bernama Vihara Dhanagun dan merupakan kelenteng pertama di kota Bogor. Hampir sebagian besar dari bagian bangunan ini masih asli, hanya beberapa tiang dan atap saja yang mengalami renovasi. Warna merah menyala langsung menyambut ketika Anda memasuki area kelenteng. Jika beruntung, Anda bisa menyaksikan prosesi berdoa dari beberapa pengunjung yang sedang melakukan ibadah.
Selesai di pecinan, saatnya mengunjungi Taman Kencana. Dengan menggunakan angkutan umum dan hanya membayar ongkos Rp2.000 Anda sudah sampai di taman yang merupakan titik temu bagi masyarakat Bogor. Taman ini sudah mengalami pemyempitan, dikarenakan pemukiman yang makin padat. Namun taman peninggalan jaman Belanda ini menawarkan wisata kuliner yang berbeda.
Berbagai macam kafe terdapat disini, dan tentunya dengan menu-menu yang unik. Anda bisa memesan macaroni panggang, niscaya air liur Anda akan mengalir begitu Anda mencium wangi dari macaroni panggang ini. Panganan ini disajikan dengan keju yang ikut serta di panggang di atasnya. Ada juga es kopi Madam Dasima yang bisa Anda pesan. Namanya yang unik sesuai dengan rasanya yang unik pula, yaitu es kopi yang dicampur susu cokelat. Masih banyak lagi makanan dan minuman yang bisa Anda pesan, seperti klapetart, zuffa soup, ice three musketeer dan masih banyak lagi.
Bogor memang menawarkan nuansa kuliner yang beragam, sebelum menghabiskan waktu untuk mencari panganan yang unik disana, pastikan terlebih dahulu perut Anda dalam keadaan kosong, karena pasti banyak makanan yang akan membuat mata Anda merasa lapar walaupun perut sudah penuh terisi.
(gst/gst)












































Komentar Terbanyak
Bule yang Ngamuk Dengar Warga Tadarusan di Gili Trawangan Ternyata Overstay
Viral 'Tembok Ratapan Solo', Politisi PSI: Bukti Jokowi Dicintai
Memalukan! Turis Turun dari Kapal Pesiar di Lombok Malah Disambut Tumpukan Sampah