Sesampainya di Semarang, kami langsung menuju ke Simpang Lima. Beratur-ratus bahkan beribu-ribu orang Semarang ternyata uda pada kumpul di sana dengan tujuan yang sama. Yup, apalagi klo bukan Hanabi o miru (lihat kembang api) sama orang-orang yang mereka sayang. So sweet.... Mulai dari kakek-kakek, nenek-nenek, bapak-bapak, ibu-ibu, remaja, bahkan anak-anak balita ada. Suasana fireworks di sini emang beda sama di Jogja. Sip banget lah...
Setelah pesta kembang api selesai, kami pun cari tempat buat tidur. Yang cewek enak ni, bisa nebeng di kos-an temennya salah satu anak elins. Tapi yang cwo? ya, biasalah... harus cari tempat "aman". hahaha.. Nah di sini lah terjadi blunder ke dua. Biaya yang harus di kluarkan untuk menginap temen-temen cwo selama semalam kurang lebih sebesar 1,5 dan sedihnya lagi, biaya sebesar ini hanya di tanggung oleh satu orang. How? Salah satu Ha-Pe temen kami yang berOS "robot hijau" itu lenyap seketika dari pandangan hanya berselang beberapa menit setelah salah satu dari kami terbangun dan memutuskan untuk tidur lagi. Memang apes, tapi mau bagaimana lagi, mungkin ada rencana lain dari yang di atas, tetep posthink aja and yakin bahwa pasti ada hikmah di balik semuanya. hehehe
Sejenak melupakan kepedihan kehilangan Ha-Pe, kami pun lanjut ke Monumen Tugu Muda, Lawang Sewu, dan berakhir di Masjid Agung Semarang dengan menara nya stinggi 99 meter. Berbagai wajah narsis dan pose di berbagai spot yang berbeda pun bertebaran di beberapa jepretan kamera yang dibawa. :D
Ke-blunder-an yang terakhir terjadi pada perjalanan pulang ke Jogja. Lagi-lagi, kami harus berhadapan dengan hujan di sepanjang jalan, mulai dari Ambarawa hingga Jogja. Ditambah lagi, hujan yang turun nggak tanggung-tanggung. Deres banget⦠diiringi kilatan cahaya dan petir yang muncul tanpa henti. Mana di daerah Mertoyudan agak banjir pula. Dua hari setelahnya, Sungai putih daerah Magelang yang kami lewati meluap karna lahar dingin merapi. Bahkan jalan Jogja-Magelang pun di tutup total. Untung masih sempet pulang sampe Jogja. Owh⦠sungguh perjalan yang cukup mengerikan, tapi juga mengasyikkan.
Meski ke-blunder-an terjadi berulang kali di traveling kami, namun tercakup kesenangan dan kegembiraan akan kebersamaan di dalamnya, di mana kami selalu ceria dan bersemangat. ^_^ #travELINS
(gst/gst)












































Komentar Terbanyak
Viral Bule Protes Keras Upacara Adat di Bali, Terganggu Suara Musik
Investor Serbu Gunungkidul, GKR Mangkubumi: Kita Adalah Jogja, Bukan Bali
Cerita Pilot Wanita Garuda Terbangkan Bryan Adams dan Diundang ke Konsernya