Di desa tersebut memang sengaja dijadikan salah satu pusat kebudayaan Lombok yang tak boleh dimasuki dengan unsur modern. Dari segi pekerjaan, rumah tinggal hingga mata pencaharian mereka, masih benar-benar sangat tradisional.
Saat detikTravel berkunjung, ada seorang nenek yang berusia sekitar 64 tahun. Dia masih saja melakukan pekerjaan tenunan khas Lombok.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Endhita juga belajar menenun tenunan khas Lombok. Ia menunjukan hasil tenuannnya yang sudah setengah jadi.
Rachman Haryanto - detikFoto
(gst/gst)












































Komentar Terbanyak
Saat Gibran Ikut Memikul Salib Paskah di Kupang
Setuju Nggak, Orang-orang Jepang Paling Sopan?
Turis Adu Jotos di Kereta gegara Persoalan Sepele, Penumpang Lain Kena Imbas