Indonesia memang terkenal dengan beragam suku dan adat serta kebudayannya. Selain batik dari Pulau Jawa dan songket dari Palembang, kain ulos dari tanah Batak di Sumatera Utara juga tidak kalah bagusnya.
Salah satu tempat untuk melihat pembuatan kain ulos adalah di Pulau Samosir, yang berada di tengah-tengah Danau Toba. Anda dapat melihat keindahan Danau Toba sekaligus mempelajari pembuatan kain ulos. Di sana juga terdapat banyak toko cinderamata yang menjual kain ulos sebagai oleh-oleh.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika diperhatikan, ada 3 warna dasar dari kain ulos, yaitu merah, hitam dan putih. Tingkat kesulitan pembuatan kain ulos pun berbeda-beda. Beberapa jenis ulos di antaranya sibolang, ragihotang, mangiring, sadum dan lain-lain. Harga kain ulos berkisar dari puluhan ribu hingga jutaan rupiah. Hal tersebut tergantung dari jenis, motif dan bahannya.
Menurut kepercayaan suku Batak, terdapat 3 sumber kehangatan yaitu matahari, api, dan kain ulos. Suku Batak kebanyakan tinggal di bukit yang dingin, selain matahari, ulos juga menjadi sumber kehangatan bagi mereka. Kain ulos memiliki peranan penting di kehidupan Masyarakat Batak. Selain dipakai dalam kegiatan sehari-hari, kain ulos juga digunakan dalam acara-acara besar seperti pernikahan, kelahiran dan upacara kematian.
Kain ulos memiliki keistimewaan tersendiri di masyarakat batak. Tidak heran, pada zaman dulu, biasanya kain ulos yang dipakai oleh keluarga kerajaan Batak adalah emas dan perak. Selain itu, jika ada beberapa perayaan acara besar yang tidak menggunakan ulos, maka tidaklah sah acara tersebut.
Ada banyak juga ajaran suku Batak dalam menggunakan kain ulos. Salah satunya, kain ulos tidak boleh diberikan dari yang rendah kedudukannya kepada yang lebih tinggi. Misalnya, dari anak kepada bapaknya. Masih banyak lagi ajaran dari suku Batak dan sejarahnya mengenai kain ulos.
Berkunjung ke Sumatera Utara akan terasa lengkap saat Anda membeli kain ulos untuk oleh-oleh. Selain memajukan perekonomian masyarakat setempat, tentunya Anda juga telah menghargai kebudayaan asli Indonesia. Horas!
(gst/gst)












































Komentar Terbanyak
Ibu Kota Negara Tetap di Jakarta, IKN Jadi Apa?
Prabowo: Jangan Terlalu Kagum pada Bangsa yang Kaya dari Merampas Bangsa Lain
Meresahkan, Rombongan Pendaki Karaoke di Puncak Gunung Andong