Nama lengkap masjid ini adalah Masjid Jamae Chulia. Masjid Jamae dibangun pada 1826 oleh orang-orang Chulia, kaum perantauan pedagang India Tamil dari pantai Coromandel, India Selatan.
Sangat mudah menemukan masjid ini saat detikTravel berkunjung Januari lalu. Letaknya berada di sudut jalan South Bridge Road dan Mosque Street, hanya terpaut satu blok dari kuil Sri Mariamman yang terkenal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Begitu masuk ke pelataran dalam, alur pengunjung dibagi dua. Pria yang ingin salat diarahkan ke kiri, sedangkan perempuan diarahkan ke kanan. Namun jika Anda turis yang hanya ingin melihat-lihat suasana bisa langsung lurus ke arah ruang salat. Tersedia baju penutup untuk turis yang berbusana terbuka agar lebih sopan.
Nah, arsitektur bangunan masjid beda lagi gayanya. Bangunan utama masjid justru bergaya neo klasik dengan warna putih, jendela-jendela besar yang melengkung di bagian atas, dan lampu-lampu logam bergaya kolonial.
Suasana tenang menyelimuti ruang salat di Masjid Jamae. Saya tadinya mengharapkan banyak aksen dan ornamen di dalam masjid, namun rupanya tidak demikian. Langit-langit masjid tampil polos dengan sebuah lampu kristal besar.
Hijau masih menjadi warna utama seperti pada karpet, namun tampil dengan nuansa yang lebih pastel pada tiang-tiang besar. Sedangkan kaligrafi menghiasi dinding masjid. Atmosfer masjid yang tenang bisa menjadi penyegar bagi Anda setelah menjelajah hiruk pikuk Chinatown.
Satu tips lagi, di samping kiri Masjid Jamae ada sebuah restoran halal bernama Taj Indian Cuisine. Cocok untuk mengisi perut setelah lelah menjelajah Singapura.
(gst/gst)












































Komentar Terbanyak
Bule yang Ngamuk Dengar Warga Tadarusan di Gili Trawangan Ternyata Overstay
Viral 'Tembok Ratapan Solo', Politisi PSI: Bukti Jokowi Dicintai
Memalukan! Turis Turun dari Kapal Pesiar di Lombok Malah Disambut Tumpukan Sampah