Waruga adalah kuburan batu yang menjadi ciri khas peninggalan nenek moyang suku Minahasa. Terletak di Desa Sawangan, Kabupaten Minahasa, Sulut, Waruga adalah makam yang terbuat dari batu berbentuk serupa rumah.
Waruga memiliki lebar 1 meter dan tinggi 1-2 meter. Bagian atasnya dibentuk seperti atap rumah, dan bagian bawahnya berbentuk kotak dengan ruangan di dalamnya. Ruangan inilah yang digunakan untuk menyimpan mayat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika diamati, setiap waruga memiliki ukiran yang berbeda di dinding batunya. Ternyata, ini dibuat sebagai simbol yang menandakan strata sosial atau profesi. Sebagai contoh, bila yang meninggal adalah keturunan bangsawan, maka ukiran yang dibuat berupa manusia berjubah. Ada juga ukiran binatang pada waruga, menandakan kalau yang meninggal dulunya adalah seorang pemburu.
Soal pembuatan waruga, semua diserahkan kepada keluarga. Mulai dari memilih batu, memahat, bentuk, ukuran, hingga proses memasukkan mayat dilakukan oleh keluarga.
Sayangnya, penggunaan waruga yang telah dilakukan sejak abad ke-9, harus dihentikan sejak tahun 1860. Penghentian ini berhubungan dengan adanya wabah tipus dan kolera yang diduga berasal dari waruga.
Sekarang, komplek pemakaman waruga telah menjadi tempat wisata sejarah yang menarik. Jika ingin berkunjung ke sini, Anda bisa mengambil rute Manado-Sawangan dengan jarak sekitar 24 km.
(gst/gst)












































Komentar Terbanyak
Viral Baling-Baling Pesawat Diikat Cable Tie, Wings Air Buka Suara
Bandara Husein Bangkit Lagi? Farhan Senyum Lebar Dapat Sinyal dari Prabowo
Aduh, Bocah Jatuh ke Kandang Gajah Ragunan Diduga Kelalaian Orang Tua