Meski untuk merayakan Paskah, namun harmonisasi keberagaman umat beragama cukup terasa pada tradisi pawai tahunan ini. Selain diikuti oleh berbagai denominasi (gereja), pawai ini juga melibatkan pemuda masjid dan Perisada Hindu Darma di Kota Kupang yang menampilkan berbagai atraksi yang menarik dan kreatif.
Khusus untuk setiap gereja menampilkan suatu atraksi sesuai dengan tema yang sudah ditetapkan. Tema tersebut berasal dari cerita di Alkitab, dimulai dari kelahiran Yesus sampai dengan kebangkitannya untuk menebus dosa manusia. Semua mendasarkan pada hukum cinta kasih.
Kreativitas hadir dalam bentuk karya teatrikal, tarian daerah, modern dance, musik tradisional, maupun band gereja, yang semua mengumandangkan puji-pujian, di jalanan.
(gst/gst)












































Komentar Terbanyak
Bule yang Ngamuk Dengar Warga Tadarusan di Gili Trawangan Ternyata Overstay
Viral 'Tembok Ratapan Solo', Politisi PSI: Bukti Jokowi Dicintai
Memalukan! Turis Turun dari Kapal Pesiar di Lombok Malah Disambut Tumpukan Sampah