Kopi Jawa Pernah Jadi yang Termahal di Dunia, Ini Kisahnya

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Kopi Jawa Pernah Jadi yang Termahal di Dunia, Ini Kisahnya

Hari Suroto - detikTravel
Jumat, 12 Jun 2026 09:04 WIB
Petani memanen buah kopi arabika di Desa Mekarmanik, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Selasa (5/5/2026). Kementerian Pertanian memproyeksikan produksi kopi nasional pada 2026 menjadi 834.822 ton atau meningkat dibandingkan 2025 yang
Buah kopi arabika di Desa Mekarmanik, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Foto: ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi
Jakarta -

Kopi memiliki banyak nama, misalnya "espresso" dan "drip," merujuk pada teknik pembuatan kopi, "mocha" dan "cappucino," merujuk pada minuman spesifik yang terbuat dari kopi. Ada juga yang merujuk pada asal usul dan sejarah kopi yaitu "Java".

Pada 1700-an, kopi dari Jawa sangat terkenal di Eropa, kopi ini sangat melekat di ingatan para pecinta kopi di Eropa, oleh mereka nama Java digunakan sebagai kata lain untuk kopi.

Istilah "a cup of Java" masuk ke dalam bahasa sehari-hari. VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie) mengekspor kopi Jawa ke seluruh dunia. Sebagai salah satu tempat pertama di luar Afrika dan Arab yang membudidayakan kopi, Jawa telah memainkan peran penting dalam membentuk budaya kopi dunia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada tahun 1720-an, kopi dari Jawa telah mendapatkan pengakuan di seluruh dunia, dihargai sangat tinggi, seringkali 10 hingga 15 kali lebih mahal daripada kopi biasa.

Sejarah kopi ditanam di Pulau Jawa, pada tahun 1650, Pieter van den Broecke, yang bekerja untuk VOC, mengunjungi Kota Mocha di Yaman dan mencicipi sesuatu yang "Panas dan Hitam".

ADVERTISEMENT

Ia adalah pedagang Belanda pertama yang mencicipi kopi. Ia juga memutuskan untuk mencuri biji kopi dan membawanya kembali ke Amsterdam. Karena iklim di Belanda tidak cocok untuk budidaya, pada tahun 1658, Belanda mengirim kopi ke timur ke Ceylon (Sri Lanka).

Belanda termasuk di antara kekuatan kolonial Eropa paling awal yang terlibat dalam perdagangan kopi selama abad ke-17, kemudian mereka meninggalkan budidaya ini di Srilanka untuk fokus pada perkebunan mereka di Jawa untuk menghindari penurunan harga akibat kelebihan pasokan.

Tanaman kopi pertama ditanam di Batavia, pada awalnya, upaya tersebut gagal karena banjir. Namun, orang Belanda mencoba lagi beberapa tahun kemudian dan kali ini, tanaman tersebut berhasil tumbuh.

Pada awal tahun 1700-an, perkebunan kopi di Jawa berkembang pesat. Tanah vulkanik dan iklim tropis pulau itu menjadikannya lokasi yang ideal untuk budidaya kopi, dan Jawa dengan cepat menjadi identik dengan biji kopi berkualitas yang dikirim ke seluruh dunia.

---

Hari Suroto

Penulis bekerja di Balai Pelestarian Kebudayaan Sulawesi Utara



(ddn/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads