Selain Denpasar, kota lain di Indonesia yang juga memiliki potensi wisata cukup besar adalah Bandung. Kehadiran Bandung lengkap dengan factory outlet dan beragam tempat wisata lainnya, berhasil menarik banyak wisatawan untuk menghabiskan liburan di sana.
Ternyata, bukan hanya wisatawan yang menyadari Bandung sebagai lokasi destinasi, tetapi juga aparat keamanan seperti Polisi. Untuk meningkatkan kenyamanan wisatawan yang datang, polisi pun membuat terobosan baru.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ditargetkan dalam waktu dekat ini, Polrestabes Bandung meluncurkan layanan info kepolisian pada sarana, potensi pariwisata yang ada di Kota Bandung. Program tersebut bertujuan memberikan pelayanan serta bantuan cepat bagi masyarakat terutama wisatawan.
"Jadi wisatawan tidak perlu lagi bingung mencari kantor polisi," jelas Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Abdul Rakhman Baso kepada wartawan di Mapolrestabes Bandung, Rabu (25/4/2012).
Abdul menyampaikannya usai rapat koordinasi soal layanan tersebut yang dihadiri Disparbud Kota Bandung, Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bandung, dan Asosiasi Kafe dan Restoran (Akar) Bandung.
Abdul menjelaskan, layanan itu secara teknis nantinya dikoordinasikan dengan para pengelola hotel, FO, dan kafe atau restoran. Petugas internal dari masing-masing tempat tersebut memiliki nomor telepon kantor Polrestabes Bandung dan seluruh Polsek.
Berdasarkan catatan PHRI, jumlah hotel di Bandung mencapai 400 unit, dan restoran jumlahnya seribuan. Belum lagi bertebarannya FO. Di tempat itulah nanti terkoneksi layanan kepolisian melalui Traffic Managemet Polrestabes Bandung.
Abdul memberikan gambaran soal layanan tersebut, misal wisatawan jadi korban penjambretan atau ada anggota keluarganya hilang, selanjutnya bisa mendatangi receptionis hotel atau pengelola kafe atau restoran, dan FO.
"Setelah itu pengelola potensi pariwisata menghubungi polisi terdekat atau salah satu polsek yang kejadian perkara masuk dalam wilayahnya. Kemudian polisi datang dan langsung menangani. Misal wisatawan itu kena jambret. Dia bisa bikin LP di tempat itu," jelas Abdul.
Lebih lanjut Abdul mengatakan, pihak kepolisian berkomitmen mendukung pariwisata di Kota Bandung. Sebab, lanjut dia, potensi ragam pariwisata memberikan kontribusi besar dalam rangka pembangunan serta kesejahteraan serta menyumbang pendapatan asli daerah (PAD).
"Maka itu, kami harus menjaga potensi pariwisata dan tentu saja meningkatkan keamanan dan pelayanan prima serta cepat," tegas Abdul.
Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya (Kadisparbud) Kota Bandung Priana Wirasaputra mengapresiasi rencana layanan tersebut.
"Tentu kami sangat mendukung program seperti ini. Jaminan keamanan tentu saja memberikan rasa aman bagi wisatawan yang berkunjung ke Kota Bandung. Baik itu wisatawan domestik maupun mancanegara," tutur Priana ditemui di lokasi yang sama.
(gst/gst)












































Komentar Terbanyak
Kisah Siswa SD Viral di Salatiga, Piknik ke Jakarta Sewa Pesawat Garuda
Bule Australia Terlunta-lunta di Bali, Hidup di Bangunan Kosong-Kakinya Luka
Adzan Menggema di London, Ini Sudut Paling Menggetarkan Hati Muslim di Whitechapel