Alam Bebas dan Human Spirit

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Alam Bebas dan Human Spirit

- detikTravel
Sabtu, 02 Jun 2012 11:10 WIB
Indonesia, DI Yogyakarta, Yogyakarta -

Suatu pagi, saat baru memicingkan mata di depan televisi seperti merasa terlalu dini untuk terkejut dan terbelalak, lintasan gambar - gambar bergerak tergesa - gesa, dengan narasi yang menggelegar. Setiap pagi begitu, juga koran - koran dan timeline di sejumlah media sosial, menggambarkan betapa dunia saat ini termasuk Indonesia telah mencapai masa - masa sulit. Kriminalitas yang mengintai tanpa pilah - pilih, orang mengakhiri hidup tanpa basa - basi, dan para pemimpin berjual dalih dan caci maki. Belum habis keluh di kepala, alam mengamuk, dan seketika sebuah wilayah lulu-lantak. Perang berkecamuk, penyakin asing mewabah, kelaparan, krisis lingkungan hari demi hari berkloning secara cepat menjadi sekumpulan monster yang siap memangsa kehidupan manusia.

Dalang dari semua ini adalah semangat kemanusiaan (human spirit) yang merosot tajam. Orang kehilangan rasa empati, kehilangan semangat juang, kehilangan sportifitas, tembok - tembok pembatas ruang individu semakin tebal, manusia berubah menjadi sosok yang setiap hari dalam kecemasan, ia menjadi serakah dan merasa seakan dirinya bisa hidup abadi jika yang lain terkalahkan! Semua orang membangun dunia kecilnya sendiri - sendiri, di balik gedung - gedung berpendingin, di balik mobil - mobil mewah, di atas kendaraan - kendaraan yang memangkas waktu. Dan ancaman terbesarnya, orang telah lupa bahwa manusia hanya sekumpulan debu di alam liar! orang merasa sebagai pihak yang paling berkuasa!

Meski terus mengalami penurunan Human Spirit, bukan berarti kehancuran dunia segera tiba. Ada jalan untuk merajut kembali human spirit dan membangun kembali harmoni dengan penghuni terbesar bumi ini yakni alam liar. Caranya adalah "terbang pulang". Meletakan diri kembali di alam bebas, tempa angin, air, burung, daun, embun, dan isi alam liar berbicara dengan kita sebagai sahabat dan guru. Tempat kita mulai lagi menemukan kemampuan tertinggi dalam mendengar suara terlembut di alam, sebagai langkah membangun responsibilitas dan empati. Tempat kita membuka diri dalam keyakinan 'akan baik - baik saja' di alam sebagai langkah menghentikan keserakahan dan kecemasan akut sebagai manusia - manusia kapitalis! Tempat kita merasa terlalu lemah dan kecil untuk sombong di alam yang penuh leajaiban dan misteri. Tempat kita merasa sangat bodoh dengan tembok - tombok personal dan ego yang kita bangun yang ternyata hanya menjadi bahan tertawaan seisi alam. Tempat kita menemukan kembali kesejatian diri, menghargai kehadiran, dan bagaimana membangun kebahagiaan hanya dengan merasa tulus untuk berbahagia!

Alam bebas memiliki cara - cara hebat untuk mengajarkan kita membangun kembali human spirit, dan juga ia memiliki banyak misteri yang hanya dengan kepekaan dan integritas spiritual kita bisa membacanya dan menemukan misteri - misteri itu, tentang hidup dan dunia, tentang alam pikiran dan semangat sejati kita. Tentang empati dan rasa saling memiliki.

Di alam bebas, angin yang berhembus pelan membawa pesan - pesan penting tentang betapa berartinya hidup dan kehidupan sehingga siapapun kita pantas menghargai hidup dan kehidupan itu. Di alam bebas kita akan menyadari " We are nothing" dan "We Are Everything". Kembalilah ke alam dan dengan cara - cara yang tepat, misteri kesejatian kita akan kita raih.

Selamat menjadi sahabat alam, selamat menjadi manusia sesungguhnya!
(gst/gst)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads