Jarum jam menujukan jam enam pagi, saya dan teman-teman bergegas berangkat dari tempat kami menginap yaitu Hotel Bukit Senggigi yang berada dikawasan pantai Senggigi Lombok Nusa Tenggara Barat. Perjalanan dilakukan menuju private harbour yang terletak satu jam dari penginapan. Pelabuhan ini relatif sepi dan hanya ada beberapa perahu penyebrangan saja yang siap mengantarkan wisatawan menuju pulau Gilitrawangan dengan harga 100.000 perorang, kami sengaja memilih tempat penyebrangan ini untuk mempersingkat perjalanan.
Sesampainya di Gilitrawangan anda akan menyaksikan keindahan pantai yang begitu alami di siram dengan hangatnya matahari. Pasir yang putih menghampar disetiap sisi pantai ditemani jernihnya air laut yang tidak tercemar, buat anda yang hoby snorkling maka andapun tidak perlu menggunakan perahu lagi karena pantai ini juga langsung menjadi taman laut terumbu karang yang begitu indah dihiasi ikan-ikan laut yang berwarna warni, indah dan mempesona itulah yang akan anda dapatkan ketika berkunjung ke pulau kecil ini.
Tapi ada yang agak asing ketika anda sampai disini, anda akan merasa seperti orang asing di negeri sendiri karena hampir semua pengunjung yang berada ditempat ini adalalah warga Negara asing, begitupun ketika kami disini kami merasa sepertinya hanya kami warga domestic yang berada di Gilitrawangan. Tapi tidaklah menjadi masalah karena semua terasa welcome dan menyenangkan. Keadaan pantai yang bersih, pasir yang putih, dan tak adanya polusi dengan penataan yang begitu apik akan membuat siapapun merasa betah berada disini. Ya tak ada polusi karena moda transportasi yang digunakan disini hanyalah sepeda dan delman tak ada motor apalagi mobil.
Birunya langit dengan cuaca yang cerah akan membuat anda begitu menikmati indahnya terumbu karang yang tetap terjaga keindahannya. Gilitrawangan memang tak kalah indah dibanding Bali dan itu masih milik negeri kita sendiri.
(gst/gst)












































Komentar Terbanyak
Viral Bule Protes Keras Upacara Adat di Bali, Terganggu Suara Musik
Investor Serbu Gunungkidul, GKR Mangkubumi: Kita Adalah Jogja, Bukan Bali
Perlu Diperhatikan, Wisatawan Tak Boleh Sembarangan Makan di Jalanan Italia