Kami berangkat pagi hari dan sampai disana sekitar tengah hari. Perjalanan menuju kesana bisa dibiliang begitu ekstrim, melewati tebing-tebing curam sengan jalan berliuk-liuk membuat perut mual. Tapi, semua itu terbayar dengan keindahan pantai yang bisa dibilang masih belum tercemar dan pengujungnya juga masih sepi.
Sesampainya disana, tak lupa kami mengabadikannya dalam bentuk foto. Merasakan pasir yang lembut, suara ombak yang merdu, dan suasana rileks yang tercipta membuat kami rasanya tidak ingin pulang ke Solo. Kami juga tak lupa melihat air mancur alami yang terjadi karena ombak yang naik terselip diatara batu besar. Kalau didengarkan dengan seksama maka terdengar seperti bunyi seruling, indah sekali!
(gst/gst)












































Komentar Terbanyak
Bule Rusia Hajar Warga Banyuwangi gegara Sound Horeg, Korban Tempuh Jalur Hukum
Saat Gibran Ikut Memikul Salib Paskah di Kupang
Kedubes Korea Selatan Minta Warganya Hati-hati Liburan di Bali