Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 23 Sep 2019 15:30 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Kapal di Atas Rumah, Saksi Bisu Tsunami Aceh

Solihin
d'Traveler
Kapal di atas rumah
Kapal di atas rumah
Penjelasan kapalnya yang menjadi suatu situs
Penjelasan kapalnya yang menjadi suatu situs
Rupa kapalnya lebih dekat
Rupa kapalnya lebih dekat
Nama-nama korban
Nama-nama korban
Berfoto dengan latar kapalnya
Berfoto dengan latar kapalnya
detikTravel Community - Tahun 2004 silam, Aceh dihempas tsunami dahsyat. Sampai-sampai, ada kapal yang menerjang atap rumah penduduk.Kejadian Tsunami 26 Desember 2004 di Aceh dulu, masih bisa kita lihat rekam jejaknya sampai sekarang. Kebetulan saat mengikuti perjalanan dinas dari kantor di kota Banda Aceh, saya menyempatkan diri untuk berkunjung ke sebuah wilayah yang menyimpan cerita tersebut.Salah satunya adalah Kapal Lampulo. Di sana ada sebuah rumah yang menjadi saksi bisu tentang maha dahsyatnya tsunami yang menimpa Aceh. Bukan rumah biasa sebab di atas rumah tersebut ada sebuah kapal. Kapal ini dulu saat Tsunami mampu menyelamatkan 59 orang yang terombang-ambing oleh banjir besar.Oleh masyarakat sekitar dan pemerintah setempat, kapal yang berada di atas rumah tersebut tidak diturunkan atau di renovasi. Namun, dibiarkan begitu apa adanya sejak terkena musibah hingga saat sekarang. Dijadikan wisata sejarah. Jadi setiap orang bisa melihatnya. Termasuk saya.Nah, saya ingin melihat kondisi rumah yang di atasnya ada kapal tersebut. Sekalian untuk bertafakur dan muhasabah diri. Mengenang kejadian tsunami yang bukan saja membuat luluh lantak Aceh, namun juga mengetarkan seluruh umat manusia di dunia. Termasuk aksi sosial. Banyak negara yang terketuk hatinya untuk datang dan membantu korban bencana tsunami Aceh.Saya bersama seorang teman, berangkat ke lokasi dengan menggunakan mobil pribadi. Kami berangkat dari halaman masjid Baiturrahim. Perjalanan menuju lokasi memakan waktu sekitar tiga puluh menit. Untuk mencapai objek wisata ini tidaklah sulit, letaknya berdekatan dengan kantor Puskesmas Lampulo, persis di belakang sekolah dasar (SD) 65 Coca Cola Banda Aceh. Akses ke sana juga mudah, bisa menggunakan sepeda motor atau naik becak dengan tarif tiga ribu rupiah per kilometernya.Sampai di sana, saya langsung tercengang. Benar adanya rumah tersebut di atasnya ada sebuah kapal. Saya langsung tertegun dan sekejap langsung memanjatkan doa dan bersyukur bisa melihat hal ini langsung.Lalu, saya masuk ke dalam rumah. Di dalam rumah ada spanduk besar yang bertuliskan nama-nama para korban musibah tsunami yang selamat. Nama-nama tersebut banyak sekali. Spanduknya lumayan besar sehingga bisa menutupi salah satu dinding rumah. Menurut cerita yang tertulis di plakat yang ada di rumah tersebut, 'Kapal ini dihempas oleh gelombang tsunami pada tanggal 26 Desember 2004 hingga tersangkut di rumah ini. Kapal ini menjadi bukti penting betapa dahsyatnya musibah tsunami tersebut. Berkat kapal ini 59 orang terselamatkan pada kejadian itu'.Saya membaca nama-nama tersebut, seraya membacakan doa untuk mereka. Sungguh saya sangat terharu, entah bagaimana kondisi keluarga mereka sekarang. Mungkin ada yang hanya sebatang kara saja.Setelah menelisik beberapa ruang di rumah tersebut, saya memutuskan untuk naik ke atas. Memang sudah ada tangga yang tersedia untuk pengunjung bisa naik ke atas rumah.Bencana Tsunami Aceh lima belas tahun yang lalu membawa kapal seberat 20 ton ini tersangkut di atas rumah penduduk di kawasan gampong Lampulo, tepatnya di atas rumah keluarga Misbah dan Abassiah. Kapal dengan panjang 25 meter dan lebar 5,5 meter ini terbuat dari kayu. Bagian bawah kapal dicat warna hitam, sedangkan badan kapal tampak telah dicat kembali dengan cat minyak berwarna perak. Beberapa bagian di dinding kapal terlihat mulai lapuk dimakan usia.Saya menaiki tangga datar setinggi lima meter yang terbuat dari besi dengan hati-hati.Di atas rumah, ada kapal yang terletak pas di sebelah tangga yang saya naiki. Kapal inilah yang ingin saya lihat secara langsung. Rumah dan kapal ini sempat viral di banyak pemberitaan yang terkait dengan musibah Tsunami tersebut.Kapal yang terbuat dari kayu tersebut, tampak masih terjaga alias terawat dengan baik. Meski ada juga bagian lainnya yang mulai lapuk. Namun secara keseluruhan masih terlihat utuh. Posisinya juga tidak berubah sejak kejadian tsunami tersebut. Sudah puluhan tahun, kondisi ini tetap dipertahankan.Ini hanya sekelumit cerita saya saat berkunjung ke Kapal Lampulo Banda Aceh.

BERITA TERKAIT
BACA JUGA