Liburan dengan Uang Pas-pasan ke Malaysia? Bisa Kok
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Liburan dengan Uang Pas-pasan ke Malaysia? Bisa Kok

Rizki Rahmatulloh - detikTravel
Rabu, 26 Des 2018 17:10 WIB
loading...
Rizki Rahmatulloh
Jalan-Jalan Sore di Sekitaran Merdeka Square
Dinginnya Udara di Genting Highland
Halaman Masjid Putrajaya
Live Music di Sekitar Persimpangan Bukit Bintang
tiket.com sumber informasi tentang traveling yang terpercaya
Liburan dengan Uang Pas-pasan ke Malaysia? Bisa Kok
Liburan dengan Uang Pas-pasan ke Malaysia? Bisa Kok
Liburan dengan Uang Pas-pasan ke Malaysia? Bisa Kok
Liburan dengan Uang Pas-pasan ke Malaysia? Bisa Kok
Liburan dengan Uang Pas-pasan ke Malaysia? Bisa Kok
Jakarta - Liburan ke luar negeri tidak harus mewah dan mahal. Kamu bisa libuan ke Malaysia dengan budget pas-pasan. Begini caranya.Liburan akhir semester telah tiba, untuk merayakan hal tersebut diperlukan sebuah perjalanan yang sedikit nekat untuk membentuk kenangan yang sangat berkesan selain dari refreshing dari semua kegiatan di kampus. Ya, akhirnya dengan dana yang minim dan saya mampu untuk sampai di salah satu bucket list saya dan saat itu juga bucket list tersebut berhasil dicoret.Melakukan perjalanan diliburan semester adalah hal yang wajib, kenapa tidak ? Tugas kuliah yang menumpuk dan deadline yang tidak henti-henti akhirnya berakhir meski begitu pikiran juga perlu diistirahatkan maka dengan liburanlah semua terobati.Sebelum libur semester tiba saya merencanakan perjalanan yang terbilang gila, perjalanan yang nyeleneh dari biasa kebanyakan orang, disebabkan karena status Mahasiswa dengan title yang tidak jauh dari kata sempit dompet di akhir bulan. Namun hasrat traveling dan keinginan kuat membawa saya kedalam perjalanan yang sedikit beradrenalin.Ber adrenalin ? Ya, perjalanan tersebut membawa saya pada impian dengan cara yang tidak biasa, berawal dari mendapatkan tiket promo dengan harga 250 ribu PP hingga melakukan perjalanan panjang dari kampung halaman berlatar pedesaan menjadi sebuah kota elite di negeri orang. Itu memang masih terbilang biasa, tetapi jika perjalanan sendirian ke luar negeri yang belum pernah dipijak hanya membawa uang pas-pasan tanpa membawa kartu debit, kredit dan SIM Card lokal ? mungkin menjadi hal yang luar biasa bagi saya sekelas mahasiswa nekat.Sejujurnya meskipun saya telah sering melakukan perjalanan seperti itu tetapi rasa takut selalu menghampiri sebelum melakukan perjalanan mengingat kali ini adalah perjalanan yang dilakukan di negeri orang, mungkin jika terjadi apa-apa sulit untuk mencari pertolongan. Maka dari itu sebelum melakukan perjalanan saya mencari informasi sebanyak banyaknya, informasi yang dicari seperti cara packing barang, tempat wisata, transportasi, pembuatan itinerary, akomodasi dan hal buruk yang sering terjadi di negara tersebut serta cara mengatasinya.Pencarian informasi tersebut biasanya dilakukan 3 bulan sebelum keberangkatan dan setelah mendapatkan tiket pesawat murah, dibutuhkan informasi traveling yang relevan serta akurat karena akan menjadi bahaya ketika traveling namun dengan sumber informasi palsu.Saya sering mencarinya menggunakan smartphone karena lebih simple dan ketika saya mencari informasi tidak sengaja menemukan artikel yang relevan dan saya terkejut karena artikel tersebut berada di situs ticketing, situs itu adalah tiket.com yang terkenal dengan penjualan tiketnya yang selalu murah. Di situs tiket.com terdapat sub yang berisi blog dengan pembahasan yang sering dibutuhkan oleh traveler seperti tips dan trick perjalanan, tempat-tempat menarik, kuliner dan segala hal yang berkaitan tentang travel.Yang membuat saya nyaman selain materi yang disuguhkan adalah blog ticket.com yang mobile friendly, yang berarti situs tersebut mendukung penampilan data website dengan baik pada smartphone sehingga informasi yang ditampilkan tetap menarik dan high speed loading. Setelah semua informasi didapat maka dan persiapan telah dilakukan maka tinggal menunggu hari keberangkatan.Kalender sudah memasuki akhir bulan Juli dan saya bergegas menuju Jakarta, sekalian menuju bandara Soetta saya mencoba yang namanya kereta bandara meski telah cukup lama beroprasi tetapi baru kali ini saya berkesempatan untuk menaiki kereta bandara tersebut, dilihat dari bentuk dan kenyamanan seperti Shinkansen ! meskipun saya hanya lihat Shinkansen di YouTube.Sampai di Soetta pukul 12:00 namun karena pemberangkatan pukul 15:00 jadi berkeliling dahulu di Terminal 3 Ultimate yang katanya adalah terminal terbaik di Soetta. Waktu keberangkatanpun tiba dengan cuaca cerah yang begitu mendukung sehingga saya bisa menikmati pemandangan saat meninggalkan Jakarta dibalik jendela kecil pesawat, menempuh perjalanan panjang selama 2 jam dengan latar awan putih namun sesekali terlihat pulau hijau dan pantulan sinar matahari di sungai-sungai yang memanjang. Akhirnya pesawat tiba di KLIA2 dengan landing yang mulus serta iringan lagu di kabin yang menggugah semangat untuk berpetualang di Malaysia.Menuju Kuala Lumpur dengan Bus agar lebih murah dan berhenti di terowongan gelap yang ternyata itu adalah KL Sentral, dimana semua transportasi MRT bercabang disana. Yang pertama dikunjungi dari Malaysia adalah Batu Caves, patung Dewa Murugan setinggi 42,7 Meter dengan balutan warna emasnya, disamping itu ada tangga yang menjulang tinggi menuju goa. Waw ! biasa saya lihat hanya di forum travel namun kini sudah berada di depan mata ! Banyak burung merpati berkeliaran disini, pengunjung bisa memberi makan dan berfoto bersama merpati tersebut, mengingatkan saya pada Kota Tua Jakarta.Apa lagi yang menarik dari Malaysia? Ternyata kotanya pun menarik ! Hal yang wajib dikunjungi di Malaysia adalah Menara Petronasnya yang berkilau ketika malam hari, tetapi Bukit Bintang tidak kalah menarik dari Menara Petronas, Jalan Alor yang menyediakan lapak makanan yang berjajar dengan lampu kuningnya membawa saya menuju kerumunan orang-orang yang mencintai wisata kuliner.Memang tidak salah untuk pecinta wisata kuliner mengunjungi tempat ini karena berbagai macam makanan terdapat disini namun bagaimana untuk pecinta urban dengan iringan kesederhanaan ? Ada, hal itu saya temui di persimpangan Bukit Bintang dengan sekelompok Penyanyi jalanan lengkap dengan alat Live Music-nya mengiringi ramainya persimpangan Bukit Bintang dimana penonton mengitari Live Music tersebut. Lingkaran penonton yang datang dari berbagai negara menambah kesan damai ditambah sesekali penonton ada yang ikut menari di Live Music itu.Setelah melewati malam yang panjang, esoknya saya bersiap dan bergegas menuju Genting Highland. Tempat yang terkenal dengan kereta gantungnya yang panjang melintasi bukit dan lembah. Untuk menuju ke Genting harus terlebih dahulu pergi ke KL Sentral dan menuju terminal dimana banyak bus berhenti disana, lalu mencari bus menuju Genting Highland dengan harga 4.30 Ringgit. Saat masuk bus begitu bersih dan nyaman karena tidak boleh makan atau minum di dalam bus sehingga tidak ada sampah di dalamnya, perjalanan ditempuh sekitar 1,5 jam dengan latar bukit dan gunung.Bus berhenti tepat disamping gedung untuk naik Kereta Gantung hingga mudah untuk mencapai loket pembelian tiket untuk menaiki kereta gantung. Kereta gantung dapat diisi dengan 6 orang, benar saja kereta melintasi bukit dan lembah dengan hutan dibawahnya dan semakin kereta naik keatas juga suhu akan semakin dingin, namun bukan itu saja yang menarik karena diantara hutan-hutan selalu ada monyet yang berkeliaran sehingga membuat saya begitu terkagum ketika berada di kereta gantung, seharian saya berkeliling di Genting Highland karena tempat tersebut begitu luas.Hari terakhir di Malaysia saya memutuskan untuk pergi ke Putrajaya, tempat yang identik sebagai kota administrasi ini memang begitu mempesona, kesan megah yang ditunjukan secara langsung oleh bangunan yang begitu besar dan kokoh. Untuk mencapai Putrajaya dari Kuala Lumpur bisa dari terminal Pudu Raya dan mengambil bus menuju Putrajaya. Putrajaya memang benar-benar megah, kita akan seperti manusia liliput ketika berada disini karena hampir semua bangunanya yang besar dan tinggi serta jalan raya utamanya yang begitu luas, tidak akan melihat seorangpun berjalan kaki disini ketika jam kerja.Saya merasakan seperti berada di Dubai ketika berada diΒ  Putrajaya, karena tempat yang lebih dominan dengan warna coklat dan memang sedikit gersang. Adanya Masjid Putrajaya yang merupakan salahsatu masjid terkenal, masjidnya pun tidak kalah besar dengan bangunan lainnya, halamanya bisa dibilang seukuran 4 kali lapang futsal atau mungkin lebih, selain halaman ada juga ruang bawah tananhnya yang luas dan didalamnya terdapat toilet serta tempat wudhu tetapi ruang bawah tanahnya lumayan gelap.Jika ingin menjelajahi Putrajaya diperlukan waktu sehari karena banyak sekali daerah yang menarik untuk dikunjungi, karena saya paginya harus kembali ke bandara untuk persiapan flight jadi malam itu kembali pulang dan stay di bandara. Pagi yang cerah mengawal saya pulang ke Indonesia, masih dengan rasa berat hati namun tidak percaya bahwa saya dengan modal seadanya dan tidak lebih dari 1 juta rupiah bisa berkeliling di negeri orang, dari perjalanan itu saya mulai mengerti bahwa dengan sedikit nekat maka mimpi dapat dicapai. Itu merupakan pengalaman Solo Traveling terbaik di tahun 2018 yang tidak akan terlupakan, terimakasih 2018.
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads