Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 18 Jan 2018 15:20 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Di Balik Keindahan Jam Gadang Terselip Sebuah Misteri

Keindahan Jam Gadang dari udara
Keindahan Jam Gadang dari udara
Warna-warni lampu kota menghiasi Kota Bukittinggi
Warna-warni lampu kota menghiasi Kota Bukittinggi
Wisata malam Jam Gadang memang selalu ramai
Wisata malam Jam Gadang memang selalu ramai
Berada di pusat kota Bukittinggi menjadikan ikon kota sarat nilai sejarah ini wajib dikunjungi
Berada di pusat kota Bukittinggi menjadikan ikon kota sarat nilai sejarah ini wajib dikunjungi
Bersama sahabat
Bersama sahabat
detikTravel Community - Ini kali kedua saya menikmati wisata malam Jam Gadang Bukittinggi. Ikon Bukittinggi ini masih seperti biasanya, selalu ramai dan ditambah lampu warna-warni menambah keindahannya.Jam Gadang adalah nama untuk menara jam yang terletak di pusat Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, Indonesia. Menara jam ini memiliki jam dengan ukuran besar di empat sisinya sehingga dinamakan Jam Gadang, sebutan bahasa Minangkabau yang berarti "jam besar". Tingginya 26 meter.Jam Gadang dibangun pada tahun 1826 sebagai hadiah dari Ratu Belanda kepada sekretaris kota, Rook Maker. Atapnya telah berubah tiga kali, seiring perubahan sejarah Kota Bukittinggi.Pada masa Belanda, atapnya bulat dengan patung ayam jantan di atasnya. Pada masa penjajahan Jepang, ornamen jam berubah menjadi klenteng. Sedangkan pada masa setelah kemerdekaan, bentuknya ornamennya kembali berubah dengan bentuk gonjong rumah adat Minangkabau. Sementara kini, atapnya mencerminkan arsitektur rumah tradisional Minangkabau.Satu hal yang menarik dari ikon Sumatera Barat ini adalah angka romawi IV di dalam jam yang ditulis dengan 'IIII'. Penulisan yang di luar patron angka Romawi tersebut hingga saat ini masih diliputi misteri. Dilansir dari situs Pemerintah Kota Bukittinggi, ada cerita yang berkembang di masyarakat setempat seputar keberadaan angka 4 Romawi aneh tersebut.Ada sebagian masyarakat yang mengartikannya sebagai penunjuk jumlah korban yang menjadi tumbal ketika pembangunan jam ini. Ada pula yang mengartikan, 4 orang pekerja bangunan pembuat jam Gadang meninggal setelah jam tersebut selesai.Terlepas dari misteri angka 4 tersebut, Jam Gadang merupakan satu dari dua jam di dunia yang menggunakan mesin manual Brixlion ciptaan seorang bangsawan terkenal Eropa, Forman. Jam lain yang menggunakan teknologi ini adalah Big Ben di Inggris.

BERITA TERKAIT
BACA JUGA