Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 19 Nov 2017 10:21 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Seperti Kembali ke Masa Pra Sejarah di Gunung Padang

Suasana Gunung Padang
Suasana Gunung Padang
Ditemani pemandu
Ditemani pemandu
Batu-batuan megalitikum
Batu-batuan megalitikum
Gunung Padang
Gunung Padang
detikTravel Community - Akhir pekan ini, bertualanglah ke Gunung Padang di Cianjur, Jawa Barat. Berkunjung ke sini, traveler seperti dibawa kembali ke masa pra sejarah. Wisata saya ke Gunung Padang ini sebenarnya menunggangi rombongan nyokap bersama sohib-sohib seangkatannya. Biarpun rata-rata berumur di atas 60-an, tapi kegokilan mereka melebihi cabe-cabean jaman now. Saya cuma bisa geleng-geleng kepala sambil istighfar.Pukul 6 tepat, iring-iringan mobil pun mulai mengular menuju lokasi situs purbakala, yang tepatnya di Dusun Gunung Padang, Desa Karyamukti, Kecamatan Cempaka, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Supaya memudahkan, coba saja buka aplikasi peta lalu cari Gunung Padang Megalitikum Site, dijamin tidak akan nyasar sampai di sana.Saran saya, jangan makan pagi dulu karena perjalanan akan melewati rute penuh kelokan di Cipatat, Padalarang. Kelokannya bikin isi perut bergoyang, bisa-bisa muntah di tengah jalan. Tahan laparnya dan mampir di Sate Maranggi Mang Keuyeup yang nangkring di sebuah mini market terkemuka di Ciranjang.Usai 'mengisi bensin', perjalanan dilanjut langsung ke destinasi utama. Kebetulan cuaca sedang kurang ramah. Hujan yang cukup deras mengguyur sepanjang sopir mengemudi, sesekali reda tapi ngga lama deras lagi.Nah, jangan sampai kelewatan belokan ke kiri saat terlihat papan penunjuk arah bertuliskan Gunung Padang. Dari belokan ini tinggal ikuti jalan yang terhampar saja sepanjang kurang lebih 25 km. Perjalanan 25 km sungguh menguras fisik dan mental kendaraan, karena jalannya cukup berlubang.Apalagi kala itu hujan pun menerjang. Tapi iring-iringan para lansia (kecuali saya) tetap riang dan penuh kegembiraan. Memang kita harus banyak teman saat masih muda, supaya nggak kesepian di usia senja.Uniknya tempat wisata ini adalah hamparan bebatuan dengan bentuk menarik. Bentuknya yang persegi panjang yang rapih dan agak pipih jadi ciri khas jaman Megalitikum, Di situs ini, ada lima teras berbentuk undakan. Sebagai informasi, model undakan ini lebih tua daripada era piramid dan candi.Kabar-kabar dari pemandu berbaju khas Sunda, masih akan dilakukan eskavasi atau penggalian di situs ini. Mungkin masih banyak peninggalan berharga yang tersisa di dalam sana.Dari pintu masuk, kita diharuskan memilih satu dari dua jalur yang tersedia. Perbedaannya terletak di jarak. Opsi 175 meter lebih menanjak dengan lajur berbatu, sementara 300 meter lebih landai dengan lajur lebih aman. Berhubung rombongan tempat saya nimbrung sudah berumur, akhirnya pilihan jatuh di opsi 300 meter.Sang pemandu pun sudah wanti-wanti akan 700 anak tangga yang mesti didaki di lajur ini. Akhirnya, beberapa lansia pun ngos-ngosan di tengah pendakian. Hampir 45 menit saya sabar menemani nyokap dan kerabat hingga puncak situs atau teras ke-5.Kami pun seketika takjub dengan hamparan batu di atas rerumputan yang bergoyang hebat terhempas angin kencang (sumpah, anginnya kencang parah). Sembari mendekap diri masing-masing, kami pun mulai mengeluarkan 'senjata' pengabadi gambar.Di sela-sela euforia Selfie yang tak tertahan, sang pemandu berkisah kalau beberapa kerajaan Sunda pun pernah menggunakan tempat ini sebagai pertapaan."Salah satunya Prabu Siliwangi", kisah sang pemandu yang ramah dengan suara sedikit kemayuan ini.Situs Gunung Padang yang bisa dilancong saat ini memang tidak begitu luas. Padahal, total luasnya sampai 29 hektar. Sisanya belum terjamah dan masuk daftar penelitian para arkeolog. Tapi kita sudah cukup amazing dan puas sudah menjadi saksi peradaban purba yang selama ini cuma dipelajari di sekolah.Saya yakin, tempat ini akan makin hits, tidak kalah dengan tempat wisata lainnya. Oh iya, jangan lupa juga mampir di Sumur Kahuripan. Ujar si pemandu, sumur ini bisa mengabulkan permintaan kita, asalkan diiringi niat bersih dan doa kepada Allah SWT. Air sumurnya bisa diminum juga lho. Sekalian wudhu juga deh di sini.

BERITA TERKAIT
BACA JUGA