Mengintip Sejarah Industri Rokok Pertama di Surabaya
Minggu, 18 Jun 2017 10:43 WIB
Widiarini
Jakarta - Ingin tahu bagaimana sejarah industri rokok? Mampirlah ke Museum House of Sampoerna di Surabaya untuk berwisata sejarah yang beda dari biasanya.House of Sampoerna merupakan salah satu situs wisata bersejarah yang ada di Kota Surabaya. Terletak di Taman Sampoerna no 6, Krembangan, Pabean, Surabaya. Bangunan ini dekat dengan penjara Kalisosok yang terkenal mistis. Karena letaknya ini membuat House of Sampoerna tidak sulit ditemukan keberadaannya.Bangunan House of Sampoerna ini dibangun pada tahun 1800-an, yang pada zaman tersebut bangunan ini berfungsi sebagai panti asuhan. Kemudian pada tahun 1930-an bangunan ini dibeli oleh pendiri Sampoerna yakni Liem Seeng Tee dari pemerintahan Belanda.Saat ini House of Sampoerna merupakan komplek wisata yang terdiri museum, galeri dan restoran. Di gedung utamanya yang merupakan museum ini menyimpan beragam koleksi sejarah keluarga dan perusahaan Sampoerna itu sendiri. Masuk ke museum ini pengunjung wajib menunjukan kartu identitas diri untuk mengecek apakah benar pengunjung sudah cukup umur atau belum. KArena untuk bisa masuk ke museum House of Sampoerna ini minimal berumur 18 tahun.Di ruangan museum ini kita akan mencium aroma pekat tembakau yang menjadi bahan utama pembuatan rokok. Di ruangan depan ini dipaparkan sejarah pembauatan rokok, bahan-bahan pembuatan rokok, hingga metode penjualan yang ditempuh pemilik perusahaan Sampoerna ini. Serta di sini juga banyak barang pribadi milik keluarga Liem Seeng Tee seperti meja kerja, sepeda onthel, kebaya dan foto-foto pribadi.Masuk ke ruangan belakang kita akan disuguhi berbagai macam teknologi dalam membuat rokok dari yang paling sederhana sampai yang paling modern. Ada juga perkembangan produk rokok Sampoerna dari masa ke masa, serta perubahan wajah iklan yang ditampilkan di beberapa media massa. Dis ana terdapat juga alat drumband lengkap.Setelah puas berkeliling di lantai satu, kita bisa langsung menuju ke lantai dua . Dari lantai dua ini kita bisa melihat kegiatan ibu-ibu pekerja yang sedang melinting batangan rokok. Kita bisa melihat dari balik kaca besar dan bening, meski begitu pekatnya aroma tembakau makin tetap terasa mengelilingi ruangan ini.Di disini kita dilarang membawa kamera dan dilarang memotret kegiatan produksi. Ini merupakan kebijakan perusahaan untukΒ melindungi si pekerja dari serbuan media sosial. Tetapi apabila kegiatan produksi telah selesai atau sedang libur, kita boleh membawa kamera. Selain itu disini juga dijual berbagai macam souvenir khas Indonesia, lho!House of Sampoerna bisa menjadi pilihan yang tepat untuk berwisata ketika anda mengunjungi kota pahlawan Surabaya. Untuk tiket masuknya tidak dipungut biaya alias gratis.












































Komentar Terbanyak
Jokowi Klaim Tak Tahu Ada Ritual Injak Kepala Kerbau, PDIP Tidak Percaya
Provinsi Jawa Barat Mau Ganti Nama Jadi Sunda, Budayawan Cirebon Tanya Urgensinya Apa?
Kasihan! Tapir yang Viral di Lampung Disembelih Warga, Dimasak Jadi Rica-rica