Pulang Kampung ke Solo, Mampir Saja ke Museum Batik
Kamis, 29 Jun 2017 15:45 WIB
Brigida Emi Lilia
Jakarta - Traveler yang pulang kampung ke Solo bisa mampir ke Museum Batik Danar Hadi. Di museum ini tersimpan ratusan jenis kain batik yang langka dan bersejarah. Museum Batik yang terletak di Jl Slamet Riyadi No 261 Solo ini dimiliki oleh seorang kolektor batik yang bernama Bapak H Santoso Doellah. Museum ini berisi sejarah batik lewat jalinan warna dan motif yang terwujud dalam helai-helai kain batik yang indah.Tempat ini ini memiliki sekitar 10 ribu koleksi batik. Dalam setiap periodenya dipamerkan sekitar 1.000 helai, yang akan diputar untuk dipamerkan secara bergantian. Seperti umumnya museum yang dimiliki oleh perorangan atau swasta, di sini kita dilarang untuk mengambil gambar, hal ini dimaksudkan untuk melindungi Hak atas kekayaan intelektual.Museum Batik Danar Hadi ini terletak di belakang House of Danar Hadi. Kita dapat membeli tiket seharga Rp 35.000 di kasir di bagian depan. Akan ada seorang guide yang memandu kita menyusuri museum dan memberi keterangan lengkap tentang kain batik yang ada di depan kita.Kita juga bisa bertanya apa saja kepada pemandu tersebut, tentu saja mengenai hal yang berhubungan dengan batik. Di bagian depan, kita akan diberi penjelasan mengenai alat-alat yang diperlukan untuk membatik. Ada bermacam-macam canting, malam, maupun kain yang digunakan.Batik adalah seni melukis yang dilakukan di atas kain dengan menggunakan lilin atau malam sebagai pelindung untuk mendapatkan ragam hias di atas kain kain tersebut. Batik bisa dibuat dengan cara ditulis, pengerjaannya membutuhkan waktu yang lama dan karena dibuat dengan tangan satu persatu maka dalam satu kain tidak ada gambar yang sama persis.Ada juga batik yang dibuat dengan cara di cap. Menggunakan alat bantu yang berupa cap dengan motif tertentu. Pengerjaan batik jenis ini lebih cepat dari batik tulis.Ada pula bati printing atau cetak. Sebetulnya jenis ini tidak bisa disebut batik karena tidak menggunakan malam dalam proses pembuatannya.Batik yang dibuat dengan cara print hampir sama dengan metode sablon hanya motifnya saja yang bercorak batik. Batik print mudah dikenali yaitu hanya satu sisi saja yang memiliki motif sementara sisi yang lainnya tidak bergambar.Di museum batik ini terdapat banyak sekali batik yang usianya rata-rata sudah puluhan tahun, bahkan ratusan tahun. Sehingga di beberapa tempat kita akan menjumpai adanya merica dalam plastik dan diletakkan di antara batik-batik, gunanya untuk menjauhkan batik dari serangga yang bisa merusak batik tersebut. Juga ada bunga dalam wadah yang memberi aroma wangi mengingat usia batik yang tidak memungkinkan untuk dicuci.Koleksi batik di museum ini sangat banyak, ada batik dari Yogya dan Solo dengan kekhasannya, serta makna masing-masing batik. Misalnya batik untuk raja, batik untuk pengantin, batik untuk jenazah, batik untuk pria yang ingin meminang gadis pujaannya, dan masih banyak lagi.Selain koleksi dari tanah air seperti batik Pekalongan, Madura, Cirebon, dll. Di museum ini juga terdapat batik Belanda, batik Cina, batik kontemporer, batik pemberian dari rekan-rekan pemilik museum dan masih banyak lagi.Mempelajari hal-hal kuno seperti batik di museum ini sama sekali tidak membosankan. Justru sebaliknya, kita akan semakin mencintai batik dan makin menghargai karya para pembatik karena dalam sehelai kain yang dibuat telah melalui proses yang teramat panjang dan membutuhkan ketelitian serta kesabaran.











































Komentar Terbanyak
Viral Bule Inggris Menangis Lihat Sampah, Bukit Pergasingan Langsung Ditutup
Viral Sawah Bergaya Sabana di Prambanan, Petani Protes Lahan Jadi Tempat Bikin Konten
Terpopuler: Pendaki Bawa Sapi ke Gunung Rinjani untuk Disembelih,Berujung Dikecam