Berkemah di Gunung Gede, Mengisi Ulang Rasa Sosial dan Solidaritas
Stanislaus Riyanta - detikTravel
Selasa, 19 Jul 2016 14:30 WIB
Jakarta - Gunung Gede yang masuk di Kabupaten Bogor bisa dituju bagi Anda yang gemar kemping. Selain berwisata, traveler juga bisa belajar rasa sosial dan solidaritas.Sibuk dengan aktivitas sehari-hari seperti belajar, kuliah, bekerja, atau aktivitas lain tentu membuat kita jadi jenuh. Kejenuhan tersebut jika tidak dikelola dengan baik bisa menimbulkan sikap yang kurang baik bagi diri sendiri maupun lingkungan sekitar. Tentu tidak nyaman jika kita menjadi pemarah, menarik diri, cenderung apatis. Untuk menghilngkan kejenuhan karena aktivitas sehari-hari yang padat, maka sekali-kali kita perlu melakukan aktivitas yang berbeda, menyenangkan, sekaligus bermanfaat bagi kepribadian kita. Salah satu aktivitas tersebut adalah berkemah, atau bahasa populernya camping. Berkemah tidak sekedar membangun tenda, memasak, dan tidur. Saat berkemah kita perlu menyiapkan segala sesuatu untuk hidup sementara di alam terbuka. Peralatan berkemah meyesuaikan dengan lokasi yang akan dituju. Berkemah di pantai tentu akan berbeda dengan di hutan atau gunung. Peralatan dasar untuk berkemah adalah tenda. Saat ini tenda dengan mudah dapat dibeli di toko-toko outdoor. Kualitas dan kapasitas tenda akan mempengaruhi harga. Tenda untuk 2-3 orang buatan dalam negeri dapat dibeli dengan harga Rp 500-700 ribu. Sementara untuk tenda dari luar negeri dengan harga yang lebih tinggi. Tenda jenis ultra light, yang mempunyai kualitas bagus, kuat, dan ringan juga sudah tersedia dengan harga antara Rp 1,5-4 juta. Pilihlah tenda sesuai kebutuhan dan kemampuan. Seandainya tidak ada tenda, maka bisa disiasati dengan mendirikan bivak atau tempat perlindungan darurat.Peralatan memasak merupakan salah satu peralatan wajib saat berkemah, kecuali selama berkemah akan puasa atau mendapat layanan khusus dari jasa katering terdekat. Memasak pada saat berkemah adalah suatu seni tersendiri, bahkan sudah menjadi suatu hobi bagi banyak orang. Peralatan memasak yang ringan dan praktis juga tersedia banyak di toko-toko outdoor mulai dari harga Rp 300 ribu - 1.5 juta, bisa didapakan alat masak dan kompornya. Tinggal siapkan bahan makanan yang sesuai dan bahan bakar kompor tersebut (paravin atau spiritus).Alat lain yang harus dibawa adalah kantung tidur. Khususnya jika tempat berkemah mempunyai suhu yang dingin, peralatan bersih diri seperti alat mandi, obat-obatan sesuai kebutuhan. Selain itu saat berkemah bisa membawa alat dokumentasi.Selain peralatan, hal yang perlu disiapkan adalah memilih teman berkemah dengan tepat. Bertemu teman baru juga penting, namunn kenyamanan saat berkemah jauh lebih penting. Jangan sampai orang yang tidak tepat saat berkemah justru membuat trauma. Berkemah dalam kelompok kecil antara 3-6 orang cukup menyenangkan.Selanjutnya adalah mencari tempat berkemah. Banyak orang Jakarta yang memfavoritkan daerah Bogor sebagai lokasi berkemah. Di lereng Gunung Salak seperti di daerah Gunung Bunder, Curug Nangka dan Sukamantri terdapat bumi perkemahan yang dapat dijangkau dari Jakarta sekitar 3 jam perjalanan. Bumi perkemahan di tempat-tempat tersebut cukup aman dan mempunyai fasilitas seperti MCK yang cukup memadai.Saat berkemah kita bisa melakukan hal-hal yang mungkin tidak bisa dilakukan pada saat aktivitas rutin sehari-hari. Saling bercengkerama, cerita, memasak di alam terbuka, makan bersama di satu alas, bahkan bergadang semalaman sambil ngobrol dan melihat indahnya bintang yang bertaburan diiringi orkestra hewan nokturnal. Pengalaman ini sangat berharga untuk dilewatkan begitu saja.Berkemah adalah salah satu media untuk bersosialisasi dan melatih kita untuk hidup di tempat yang tidak biasa. Berkemah juga akan meningkatkan rasa sosial dan solidaritas kita terhadap orang lain. Masih ragu untuk berkemah?
(travel/travel)











































Komentar Terbanyak
Viral Bule Inggris Menangis Lihat Sampah, Bukit Pergasingan Langsung Ditutup
Viral Sawah Bergaya Sabana di Prambanan, Petani Protes Lahan Jadi Tempat Bikin Konten
Citilink Ngegas, Armada Jadi 43 Pesawat, Terbang Lagi dari Bandung Mulai 17 Agustus