Ironi Dibalik Cantiknya Pantai di Bima, Sumbawa
Jumat, 22 Apr 2016 11:20 WIB
Birokrat Jalan-jalan
Jakarta - Kota Bima di Sumbawa, NTB memiliki sejumlah pantai yang cantik nan mempesona. Sayangnya masih ada sampah yang bertebaran di sekitar pantainya.Bima secara geografis terletak di pesisir utara bagian timur Pulau Sumbawa. Letaknya yang berada di kawasan teluk menjadikannya memiliki potensi wisata laut yang cukup menjanjikan. Kenapa? Jawabannya adalah karena karakteristik laut di kawasan teluk cenderung sangat tenang sehingga sangat aman dan sejuk dipandang mata. Dengan kedalaman laut yang tergolong dangkal, banyak jenis wisata yang dapat dikembangkan. Namun salah satu yang sudah dan sedang populer saat ini adalah wisata Banana Boat dan juga Snorkeling. Jenis wisata ini memang sedang marak-maraknya di Kota Bima. Di pantai Lawata, Kota Bima misalnya, tidak hanya di akhir pekan wahana Banana Boat hampir selalu dipenuhi oleh peminat. Selain dapat menikmati keindahan dengan cara yang lumayan ekstrim, namun hal ini sangat lah aman dengan kondisi geografis demikian.Snorkeling juga sangat populer di kalangan pemuda hingga dewasa Bima. Banyak spot-spot yang kerap digunakan untuk kegiatan ini. Di antara yang terbaik adalah di Pantai So Santigi dan Bajo Pulo. Sebuah kawasan yang memang menjadi kawasan konservasi terumbu karang. Terumbu karang yang sangat beraneka ragam dengan pasir putih menjadikannya sebuah surga bagi para wisatawan yang berkunjung. Selain terumbu karangnya yang indah, macam penghuni laut lainnya pun tak kalah indahnya. Sangat mudah menjumpai ikan nemo, ikan bendera, bahkan hingga lobster. Selagi dimanjakan dengan ragam terumbu karang yang menawan, ikan-ikan kecil yang berenang kesana kemari dengan rombongannya dapat menjadi candu bagi penikmat wisata bawah air.Namun ada satu keunikan yang akan jarang kita jumpai selain di Bima, yaitu munculnya surga bawah laut ke permukaan pada waktu-waktu tertentu.Ya, dikarenakan perairan yang cukup dangkal, pada saat laut surut terumbu-terumbu karang ini akan seperti terangkat ke permukaan beserta ikan-ikan kecil yang terjebak di dangkalnya air dengan sempurnanya.Bahkan ada juga tiruan Jindo Island di Korea Selatan di Bima, Pulau Lariti. Persis seperti keajaiban Nabi Musa yang dapat membelah lautan. Pada waktu-waktu tertentu laut yang mengelilingi pulau ini akan terbelah sehingga menampakkan jalan pasir yang menghubungkan daratan dengan pulau ini.Bima memang indah, Indonesia memang surga. Namun tak sedikit yang tak pernah mempedulikannya, bahkan merusaknya. Lebih parahnya, berlaku seakan peduli namun merusak.Tingkat kesadaran masyarakat Bima akan kebersihan sangat rendah. Kawasan wisata yang mempunyai potensi begitu besar dapat tersulap sekejap menjadi lautan sampah. Pantai Kalaki sebagai contoh. Terletak tak jauh dari Pusat Kota Bima, Pantai Kalaki yang memiliki garis pantai lumayan panjang menjadi satu pantai yang paling favorit dikunjungi oleh warga Bima. Namun potensi ini disia-siakan begitu saja. Surga yang semula ada tersulap menjadi tumpukan sampah. Sebuah ironi yang sering dijumpai.Berawal dari kecintaan dan rasa sayang akan Indonesia, kami tergerak untuk membuat 'Gerakan Bersih Pantai Kalaki' dalam rangka memperingati Hari Bumi Tahun 2016 dengan tujuan agar tetap lestarinya alam Indonesia, khususnya Bima. Kegiatan ini akan kami laksanakan pada tanggal 23 April 2016 dengan dukungan dari pihak-pihak pemerhati lingkungan, pecinta alam, hingga ke level masyarakat, sehingga kecintaan dan kesadaran akan kebersihan terus terjalin demi lestarinya alam Indonesia.












































Komentar Terbanyak
Gerbong Wanita Dipindah ke Tengah, Setuju?
KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL, MTI: Momentum Perbaiki Perlintasan Kereta
Di Belgia Ada Kompetisi Tiru Suara Burung Camar, yang Paling Mirip Jadi Juara