Ternyata Masjid Raya Tertua di Medan Bukan Al Mashun

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Ternyata Masjid Raya Tertua di Medan Bukan Al Mashun

Rudi Chandra - detikTravel
Jumat, 10 Jan 2014 11:16 WIB
loading...
Rudi Chandra
Masjid Raya Al-Osmani tampak dari depan
Saya berfoto di depan Masjid Al-Osmani
Prasasti pembangunan Masjid Al-Osmani
Pintu Masid yang berornamen China
Ruang dalam masjid
Ternyata Masjid Raya Tertua di Medan Bukan Al Mashun
Ternyata Masjid Raya Tertua di Medan Bukan Al Mashun
Ternyata Masjid Raya Tertua di Medan Bukan Al Mashun
Ternyata Masjid Raya Tertua di Medan Bukan Al Mashun
Ternyata Masjid Raya Tertua di Medan Bukan Al Mashun
Jakarta - Mumpung hari Jumat, akhir pekan di Medan bisa dimulai dengan wisata religi. Kalau mau Salat Jumat di masjid tertua Medan, tempatnya bukan di Masjid Raya Al Mashun. Ada lagi yang lebih tua, yaitu Masjid Raya Al Osmani.Ternyata Kota Medan memiliki masjid yang telah berusia 159 tahun. Masjid tersebut adalah masjid yang tertua di Kota Medan. Wow! Itulah Masjid Raya Al Osmani atau dikenal juga Masjid Raya Labuhan karena terletak di Jalan KL Yos Sudarso KM 19,5, Kecamatan Medan Labuhan, Kota Medan.Saya menyempatkan diri untuk singgah di masjid yang berada tepat di pinggir jalan menuju Pelabuhan Belawan. Masjid ini berwarna kuning keemasan yang merupakan warna khas Melayu dan warna hijau yang melambangkan keislaman.Pada dinding luar masjid terdapat sebuah prasasti yang berisi tahun pembangunan masjid dan tahun-tahun renovasinya. Ternyata masjid ini dibangun pada tahun 1854 oleh Raja Deli, Sultan Osman Perkasa Alam dengan menggunakan bahan kayu pilihan dan kemudian pada tahun 1872 dibangun menjadi bangunan permanen.Arsitektur Masjid Raya Al Osmani sangat membuat saya kagum, karena menggabungkan perpaduan bangunan Timur Tengah, India, Spanyol, Melayu, dan China.Ornamen China dapat dilihat dari pintu-pintu masjid dan mimbar masjid. Arsitektur bergaya India terlihat pada kubah tembaga bersegi delapan. Pada kubah masjid bagian dalam terdapat lukisan dan kaligrafi yang sangat indah.Keunikan masjid ini adalah tidak adanya menara masjid seperti masjid-masjid kebanyakan. Arsitekturnya sangat mengangumkan serta keunikan lainnya menurut penjaga masjid ini adalah adanya dua alat penanda adzan yaitu bedug dan kentongan.Bedug ini hanya digunakan pada hari-hari besar saja. Sedangkan kentongan digunakan pada hari-hari biasa. Sungguh unik sekali.
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads