Jakarta - Pramugari tidak hanya cantik, di balik senyum mereka ada tanggung jawab dan kesigapan dalam menangani penumpang. Semua itu butuh persiapan. Adalah kesempatan istimewa jika bisa melihat para pramugari ini sedang latihan.Bepergian dengan pesawat memiliki risiko besar dibandingkan dengan moda transportasi lain. Tapi, saat naik pesawat kita disambut oleh cabin crew dengan ramah. Cukupkah senyum ramah menenangkan hati penumpang?Sering terselip di hati kita sebagai penumpang, jika terjadi permasalahan selama penerbangan, apakah para crew cabin tersebut, di balik senyum ramahnya, mampu mengatasi permasalahan yang terjadi. Apalagi jika kita menumpang Low Cost Carrier.Pada hari Senin, 17 Februari 2014 yang lalu, penulis mendapat kesempatan mengunjungi akademi pramugari Air Asia di Asian Aviation Centre of Excellence, Sepang, Malaysia. Penulis menjadi begitu yakin, bahwa di balik senyum ramah para cabin crew, mereka dibekali kemampuan untuk mengatasi dan mengelolah kejadian risiko saat proses penerbangan dari awal hingga akhir.Para cabin crew mendapat training selama 2 bulan penuh di Asian Aviation Centre of Excellence, Malaysia, dan dilanjut hingga 5 bulan di negara masing-masing. Setelah 6 bulan para cabin crew baru bisa melayani penumpang di atas pesawat. Setiap tahun mereka akan di-refreshment, sehingga mereka selalu terlatih sepanjang masa.Pada sessi tulisan ini, saya akan mengajak para pembaca untuk turut menyaksikan latihan para cabin crew AirAsia jika terjadi pendaratan darutan di laut. Ayo, ikuti saya...
(dtvl/dtvl)
Komentar Terbanyak
Tak Biasa, Pantai di Bantul Sepi Wisatawan Saat Libur Lebaran
Bule Swiss Ejek Nyepi di Bali, PHDI Buka Suara
Duh, Bule Hina Perayaan Nyepi di Bali Melalui Media Sosial