Keliling Destinasi Wisata Religi Medan di Hari Minggu
Minggu, 10 Jan 2016 09:28 WIB
Rudi Chandra
Jakarta - Menikmati hari Minggu di Medan, wisatawan bisa berkeliling kota. Ada banyak tempat ibadah dengan arsitektur yang menarik.Medan merupakan kota multikultural yang dihuni masyarakat dari berbagai etnis dan agama. Toleransi dan kerukunan antar umat beragamanya pun terjaga dengan baik sehingga Kota Medan pantas dijadikan sebagai destinasi wisata religi.Di kota ini terdapat banyak bangunan ibadah yang dijadikan objek wisata religi. Beberapa di antaranya yaitu:1. Masjid Raya Al MashunMasjid Raya Al Mashun adalah salah satu ikon pariwisata Kota Medan. Masjid ini merupakan peninggalan Kesultanan Melayu Deli yang dibangun pada tahun 1906 oleh Sultan Makmun Al Rasyid Perkasa Alamsyah, penguasa ke-9 Kesultanan Melayu Deli. Arsitekturnya sendiri sangatlah khas karena memadukan gaya Timur Tengah, India dan Spanyol yang akhirnya melahirkan masjid yang sangat indah.2. Masjid Raya Al OsmaniMasjid Raya Al Osmani merupakan masjid tertua di kota Medan. Masjid ini dibangun pada tahun 1854 oleh Sultan Deli, Sultan Osman Perkasa Alam dengan menggunakan kayu pilihan. Masjid Raya Al Osmani memiliki arsitektur yang indah dan tidak kalah dari Masjid Raya Al Mashun.Dengan menggunakan warna kuning keemasan khas melayu dan warna hijau yang melambangkan keislaman, Masjid Raya Al Osmani memadukan keindahan arsitektur bangunan Timur Tengah, India, Spanyol, Melayu dan Cina sehingga hasilnya indah sekali.3. Masjid Raya Datuk Badiuzzaman SurbaktiMasjid Raya Datuk Badiuzzaman Surbakti adalah salah satu masjid terunik di Kota Medan. Karena masjid yang didirikan pada 1885 oleh Datuk Badiuzzaman Surbakti ini dibangun tanpa menggunakan semen, melainkan putih telur sebagai pengganti semennya. Unik sekali. Masjid unik ini terletak di Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan.4. Masjid Lama Gang BengkokMasjid Lama Gang Bengkok adalah salah satu masjid unik yang juga menjadi simbol toleransi di Kota Medan. Masjid yang terletak di Jalan Masjid Kelurahan Kesawan, Kota Medan ini didirikan pada tahun 1890 di atas tanah wakaf Datuk Kesawan, dengan pendanaan dari Tjong A Fie, saudagar Tionghoa yang bukan beragama Islam.Bukan saja dari pendanaan, arsitektur masjid ini juga menunjukkan tingginya toleransi di Kota Medan. Arsitektur Melayu terlihat dari warna masjid yang didominasi warna kuning dan hijau, serta beberapa ornamen yang bergaya Melayu. Sedangkan arsitektur Tiongkok terlihat dari atap masjid yang semakin melebar ke bawah dan melengkung di setiap sisinya sehingga terlihat seperti atap vihara.5. Gereja ImmanuelGereja Immanuel adalah gereja tertua dan bersejarah di Kota Medan. Gereja yang berada tepat di depan Kantor Gubernur Provinsi Sumatera Utara, di Jalan Dipenogoro Nomor 24-27, Medan ini dibangun pada tahun 1921 dengan nama Indische Kerk atau Staatskerk.Arsitektur gereja ini bergaya khas Eropa dengan gaya Renaissance. Terdapat pula menara yang puncak menaranya berbentuk kubah, ciri khas bangunan peninggalan Belanda. Dinding menaranya dihiasi empat jam dinding menghadap ke empat arah yang berbeda. Di dalamnya terdapat sebuah lonceng besi setinggi hampir dua meter buatan tahun 1922.6. Gereja Graha Maria Annai VelangkaniGereja Graha Maria Annai Velangkani merupakan gereja terunik di Kota Medan. Disebut unik karena bentuknya seperti kuil Hindu yang ada di India bukan seperti bentuk gereja pada umumnya. Gereja yang terletak di Taman Sakura Indah, Jl Sakura III No 10, Tanjung Selamat, Medan, ini dibangun mulai dari tahun 2001 dan selesai pada tahun 2005.Pembangunannya digagas oleh Pastor James Bharata Putra SJ dan diresmikan oleh Uskup Medan. Karena gereja ini dibangun oleh pendatang dari Tamil, India Selatan yang menganut agama Katolik sehingga bentuk gereja Katolik ini berbentuk seperti kuil Hindu di India.7. Kuil Shri MariammanKuil Shri Mariamman adalah kuil Hindu tertua di Kota Medan yang dibangun tahun 1884. Kuil yang terletak di Kampung Madras, Kota Medan ini memiliki arsitektur menara bertingkat yang dihiasi berbagai patung-patung dewa. Selain patung Dewi Shri Mariamman, di kuil ini juga terdapat patung Dewa Ganesha dan dewa-dewi dalam kisah Ramayana.Letak patung Ganesha dan dewa-dewi lain ini tak jauh dari altar Dewi Shri Mariamman. Semuanya berpadu dengan rapi dan indah sehingga menarik pengunjung untuk datang.8. Vihara Gunung TimurVihara Gunung Timur adalah vihara yang terbesar di Kota Medan dan katanya terbesar di Pulau Sumatera. Vihara ini terletak di Jalan Hang Tuah No. 16, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan dan didirikan sekitar tahun 1960-an. Vihara ini memiliki halaman yang sangat luas dan pada bagian depan halaman terdapat pembakaran dupa berbentuk menara.Pada perayaan hari besar, menara ini akan diramaikan lagi dengan tiang-tiang dupa disusun berjejer di sisi kiri dan kanan. Bangunan viharanya sendiri didominasi sebagian besar berwarna merah menyala berpadu kuning emas yang menghadirkan keistimewaan arsitek asal negeri tirai bambu.9. Maha Vihara MaitreyaMaha Vihara Maitreya adalah salah satu vihara terbesar di Indonesia. Vihara ini sering juga disebut Vihara Cemara Asri karena terletak di dalam kompleks Perumahan Cemara Asri, Jalan Boulevard Utara, Kota Medan. Maha Vihara Maitreya dibangun pada tahun 1991 di atas lahan seluas 4,5 hektar dan diresmikan pada tanggal 21 Agustus 2008.Vihara ini dibangun sebagai tempat peribadatan bagi umat Budha di Medan secara khusus dan Sumatera Utara secara umum mengingat besarnya jumlah etnis Tionghoa yang tinggal di kota Medan dan sesuai dengan namanya, Maitreya, Vihara ini memang sangat kental dengan ajaran Buddha Maitreya yang mengajarkan cinta kasih semesta.












































Komentar Terbanyak
Bisa-bisanya Predator Seks Pati Ngaku Lagi Jalani Ritual di Makam Raden Gunungsari
Pesawat Garuda Berputar-putar 4,5 Jam di Langit India, Terhalang Uji Coba Rudal
Pendakian Berujung Maut di Gunung Dukono, Polisi Soroti Dugaan Kelalaian Guide