Serunya Liburan Bareng Bayi ke Kota Batu
Selasa, 17 Nov 2015 13:10 WIB
Dhea Nurmalita
Jakarta - Punya anak bayi, traveler dituntut untuk lebih kreatif saat liburan. Kota Batu di Jawa Timur pun bisa menjadi destinasi asyik untuk liburan bareng si buah hati.Kali ini saya akan menceritakan pengalaman seru berlibur bersama anak saya yang baru saja berusia 1 tahun di bulan Oktober ini. Sebenarnya, berlibur ketika memiliki anak sudah lama ingin dilaksanakan, tapi saya menunggu anak saya genap berusia 1 tahun.Alasannya, karena rasanya di usia itu anak sudah mulai mengerti dan menikmati perjalanan. Serta makanannya pun sudah beralih menjadi makanan keluarga, sehingga saya tidak perlu repot membawa bahan makanan pendamping ASI lainnya.Batu, Malang, adalah tujuan liburan saya, karena Batu memiliki banyak theme park yang sangat cocok untuk berlibur bersama keluarga. Udara dingin, biaya hidup terjangkau juga menjadi alasan lainnya.Β Pada perjalanan kali ini saya memilih perjalanan dengan pesawat, karena hanya memakan waktu satu jam dan tidak akan membuat anak mudah bosan. Beruntung selama perjalanan, anak saya tertidur lelap.Β Tips selama di pesawat, usahakan menyusui bayi terutama pada saat take off dan landing untuk menstabilkan tekanan udara. Ataupun apabila tidak menyusui berikan susu atau makanan agar anak selalu dalam keadaan menyedot atau mengunyah. Saya juga menggunakan ear pluck pada anak saya untuk mengurangi bising suara dari pesawat pada saat take off/landing.Destinasi di Batu pertama kalinya adalah Batu Night Spectacular. Sesuai namanya, BNS buka pada malam hari dari pukul 17.00-00.00. Saya datang malam minggu, dimana sangat ramai pada saat itu.Β Tiket masuk weekend sekitar Rp 30.000 atau Rp 100.000 untuk tiket terusan. Layaknya taman rekreasi, BNS menyajikan wahana-wahana seru untuk keluarga. Perbedannya adalah kita bisa menikmati permainan di malam hari dengan warna-warni lampu yang menambah keseruan. Selain itu, ada juga lampion garden yang menawarkan spot-spot dengan kerlip cantik lampu lampion untuk berfoto-foto.Hari berikutnya kami mengunjungi Jatim Park 2. Saya bisa bilang tempat ini sangat besar dan luas sekali. Theme park ini menyuguhkan beragam rekreasi untuk keluarga seperti Batu Secret Zoo, Kids land, water park, fantasy land, safari park, horror house dan masih banyak lagi.Β Tidak puas rasanya dari pagi sampai sore kalau tidak mencoba semuanya. Jatim Park 2 didesain sangat bagus, rapi dan bersih. Saya sangat jarang melihat sampah berserakan. Batu Secret Zoo yang berada di area Jatim Park 2 sudah bertaraf international.Β Ini adalah kebun binatang terbaik yang pernah saya datangi, tertata rapi, tidak bau, dan binatangnya pun sangat lucu-lucu dan banyak didatangkan dari luar negeri. Anak saya pun sangat menikmati kebun binatang ini.Β Selain kebun binatang, juga banyak rekreasi lainnya yang bisa dinikmati bersama keluarga di Jatim Park 2. Harga tiket Jatim Park 2 pada saat weekend Rp 105.000, sudah termasuk mengunjungi Museum Satwa.Β Museum Satwa juga menawarkan keindahan pada bangunannya serta edukasi satwa yang sangat cocok untuk anak. Berada di sini saya merasa seeprti berada dalam film Night at The Museum.Hari berikutnya saya mengunjungi Museum Angkut. Museum ini berisi mobil-mobil antik nan cantij berwarna-warni yang sangat dirawat. Selain itu, terdapat Movie Star Studio dengan desain yang sangat indah. Terdiri dari beberapa Zona yang merupakan tempat untuk berfoto-foto.Β Rasanya saya sedang berada di luar negeri ketika berada di Movie Star ini. Rute terakhir di Museum Angkut adalah Pasar Apung Nusantara, di mana Anda bisa menaiki perahu dayung dan menyantap beraneka kuliner tradisional nusantara.Sayang, waktu saya di Malang sangat terbatas. Belum semua theme park dan wisata Batu saya kunjungi. Tapi saya akan kembali ke sini untuk berwisata mengunjungi tempat-tempat seru lainnya.












































Komentar Terbanyak
Wanita Palembang Nekat Nyamar Jadi Pramugari, Batik Air Buka Suara
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Melawai Plaza: Markas Perhiasan Jakarta yang Melegenda Itu Tak Lagi Sama