Kerinci, Surga di Sudut Pulau Sumatera
Selasa, 25 Agu 2015 15:25 WIB

Ferdiansyah Rivai
Jakarta - Barangkali hanya sedikit kabupaten yang beruntung diberkahi banyak sekali tempat wisata. Kabupaten Kerinci di Provinsi Jambi adalah salah satunya. Seindah surga!Danau Kerinci, Air Terjun Telun Berasap, Gunung Kerinci, Danau Gunung Tujuh, Air Panas Semurup, hanyalah beberapa di antara banyak tempat wisata yang bisa disebutkan. Selain itu, masih banyak tempat wisata lain yang belum populer, yang juga tak kalah indah dan layak untuk dikunjungi.Beberapa waktu lalu, saya berkesempatan mengunjungi Kerinci untuk pertama kalinya bersama rombongan Tante Penny (sebuah komunitas pecinta alam lintas daerah). Berangkat dari Kota Jambi pada Kamis malam (30 Juli) menggunakan mini bus dengan harga tiket Rp. 140.000/penumpang, kami lalu tiba di Kota Sungai Penuh (Ibukota Kerinci) keesokan harinya pada pukul 05.00 WIB pagi, dan langsung disambut dengan udara dingin pegunungan yang menusuk tulang. Jika Anda pernah ke Magelang, Wonosobo, atau Padang Panjang, seperti itulah suasana kota ini. Hampir-hampir mirip.Hari pertama di Kerinci, saya dan rombongan berencana untuk mengunjungi Bukit Khayangan. Sedangkan pada hari kedua, kami berencana untuk mengunjungi kebun teh Kayu Aro dan Danau Gunung Tujuh. Bukit Khayangan terletak sekitar 8 Km dari pusat kota Sungai Penuh. Dengan menyusuri jalan yang berliku-liku dan terus menanjak, kami disuguhkan pemandangan bukit-bukit hijau yang sangat menawan. Jika suatu hari ke sini menggunakan sepeda motor seperti kami, saya mohon Anda untuk berhati-hati di sepanjang perjalanan, karena memang kontur jalan yang dilewati lumayan mengerikan dan suasanya juga cukup sepi. Memasuki pintu gerbang objek wisata ini, kami dipungut biaya retribusi sebesar Rp 5.000/orang. Ketika tiba di puncak, kami langsung disapa dengan angin lembut khas pegunungan, serta pemandangan yang luar biasa indah. Bagai diberkahi sepasang mata elang, dari puncak ini, kami bisa melihat hampir separuh daerah di kabupaten Kerinci. Bahkan, sepuruh Danau Kerinci bisa terlihat jelas. Dan beruntungnya lagi, siang itu di daerah danau kerinci sedang dilanda hujan, sehingga samar-samar keindahannya dapat dilihat dari puncak ini.Anda pernah mencari tahu di mana lokasi kebun teh terluas di dunia? Jika pernah, jawabannya sudah pasti adalah Kayu Aro, Kerinci. Luas kebun teh Kayu Aro sekitar 3.020 hektar, dan menghampar luas menghiasi kaki Gunung Kerinci, gunung berapi tertinggi di Indonesia. Konon teh yang dihasilkan kebun ini dahulunya merupakan konsumsi khusus bagi kalangan kerajaan Belanda dan Inggris. Dan sampai kini, teh Kayu Aro merupakan teh terbaik di Indonesia yang hampir semua hasilnya merupakan komoditi ekspor. Memang di daerah Jambi dan Sumatera Barat dijual teh dengan merek Kajoe Aro, namun masyarakat Kayu Aro mengatakan bahwa teh tersebut bukan teh terbaik yang dihasilkan oleh kebun ini. Kami beruntung, karena sempat mencicipi teh dengan kualitas terbaik yang tidak dijual di Indonesia, yang kami dapat dari salah satu penduduk asli yang mempunyai akses langsung ke PT. Perkebunan Nusantara VI, perusahaan plat merah yang mengurus perkebunan ini. Setelah menyusuri lekuk kebun teh Kayu Aro, kami segera mempersiapkan diri untuk mendaki Gunung Tujuh. Basecamp gunung ini terletak di Kecamatan Gunung Tujuh yang terletak tidak begitu jauh dari lokasi perkebunan teh. Gunung ini spesial, karena di puncaknya terdapat danau tertinggi di Asia Tenggara! Danau yang terletak di ketinggian 2.100 meter di atas permukaan laut inilah yang menjadi tujuan utama perjalanan rombongan kami. Karena terletak di dalam kawasan Taman Nasional Kerinci Sebelat, kawasan gunung ini masih dipenuhi pepohonan tinggi yang berdaun lebat.Β Dibutuhkan waktu sekitar 4 jam perjalanan untuk mencapai bibir danau, dan 2,5 jam untuk perjalanan pulang ke basecamp.
Komentar Terbanyak
Ada Gerbong Khusus Merokok di Kereta, Kamu Setuju?
Terpopuler: Dedi Mulyadi Terancam Dicopot, Ini Penjelasan DPRD Jabar
Cerita Tiara Andini Menolak Tukar Kursi sama 'Menteri' di Pesawat Garuda