Mendaki Gunung Rinjani, Sengsara Membawa Nikmat
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Mendaki Gunung Rinjani, Sengsara Membawa Nikmat

Arya Martin - detikTravel
Senin, 15 Jun 2015 14:20 WIB
loading...
Arya Martin
Perjalanan mendaki Gunung Rinjani
Langit biru dipadu dengan padang sabana
Indahnya pemandangan di Gunung Rinjani
Lembah-lembah yang terlihat di sepanjang pendakian
Salah satu tempat berteduh
Mendaki Gunung Rinjani, Sengsara Membawa Nikmat
Mendaki Gunung Rinjani, Sengsara Membawa Nikmat
Mendaki Gunung Rinjani, Sengsara Membawa Nikmat
Mendaki Gunung Rinjani, Sengsara Membawa Nikmat
Mendaki Gunung Rinjani, Sengsara Membawa Nikmat
Jakarta - Gunung Rinjani di Lombok termasuk salah satu gunung favorit pendaki. Mendakinya memang tak mudah, tapi semua rasa lelah akan terbayar dengan keindahan pemandangan spektakuler yang terlihat.Beberapa waktu lalu saya bersama beberapa teman berkesempatan mengunjungi gunung terindah di Indonesia, Gunung Rinjani. Berlokasi di Pulau Lombok dan memiliki ketinggian 3.726 mdpl, Rinjani merupakan gunung api tertinggi ke dua di Indonesia. Tentu saja sudah banyak sekali traveler yang bercerita tentang keindahan gunung ini. Selain Puncak Dewi Anjani, Plawangan Sembalun dan Segara Anak merupakan pemandangan yang paling dicari, karena keindahannya memanjakan mata.Namun dalam perjalanan saya kali ini, ada sebuah kesalahan yang membawa nikmat. Karena kurangnya persiapan soal moda transportasi dari Mataram menuju Desa Sembalun, kami baru tiba disana jam 11 siang. Setelah cek ulang perlengkapan dan perijinan, kami memutuskan untuk berangkat jam 12 siang.Di saat matahari tepat di atas kepala, kami mulai melakukan pendakian. Kontan kami langsung merasa kelelahan di kilometer pertama. Cuaca yang sangat terik, membuat kami sering beristirahat untuk mendinginkan kepala dan menarik nafas.Keindahan sesungguhnya muncul saat kami baru saja melewati vegetasi hutan dengan pepohonan yang cukup rindang. Ketika kami keluar dari area tersebut, terlihatlah hamparan savana yang memukau mata, indah sekali.Kombinasi warna langit yang biru, dipadu dengan warna kuning kehijauan alang-alang yang menghampar luas di depan mata. Jalan setapak terlihat meliuk-liuk naik turun.Menurut warga lokal, memang kebanyakan pendaki melewati area ini saat malam hari atau pagi hari, tetapi kombinasi warna langit dan savana tidak seindah ini. Sungguh pengalaman yang tidak akan kami lupakan, kelelahan yang luar biasa dan rasa takjub bercampur menjadi satu.Namun memang dibutuhkan kondisi fisik yang benar-benar fit untuk melewati area ini pada siang hari. Sedikit sekali tempat berteduh dan dibutuhkan waktu sekitar 2 jam untuk melewatinya.Setelah savana yang sangat indah ini, pendaki akan menghadapi tanjakan yang berlipat-lipat. Biasanya disebut dengan tanjakan penyesalan, maka persiapan fisik dan logistik menjadi sangat penting.
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads