Jakarta - Traveling sambil berburu foto bisa dilakukan traveler ketika liburan ke Surabaya. Ada banyak spot yang bakal keren banget untuk diabadikan dengan kamera dan gadget kesayangan kita. Terus upload di social media, deh!13 Juni 2015 kemarin, giliran kota saya Surabaya nih yang jadi tuan rumah event Wisata Foto Eksis Abis Trans7. Bersama host program Eksis Abis Jevier Justin dan para kru Trans7, saya dan sahabat-sahabat penggemar fotografi Surabaya diajak jalan-jalan ke spot-spot unik di kotaku. Acaranya seru banget, sudah begitu banyak hadiahnya. Rugi banget deh kalau nggak ikutan acara ini.Awalnya dijanjikan diajak jalan-jalan ke 4 spot unik. Eh, ternyata pada hari-H, spot jalan-jalannya ditambah 1 lagi, jadi totalnya ada 5 spot unik Kota Surabaya yang kita ekplor hari itu.Spot pertama sekaligus tempat berkumpul di pagi hari itu adalah Gedung Balai Kota Surabaya. Dipandu oleh pegawai Balai Kota, kita diajak melihat seluruh bagian Gedung Balai Kota. Mulai bunker bawah tanah, sampai eks menara pengawas di atas gedung. Dari ruang perjamuan tamu, sampai ruang sidang Walikota boleh dilihat dan kita ambil gambarnya.Salah satu fotonya adalah keindahan arsitektur Balai Kota Surabaya, yang di atasnya juga terlihat menara besi corong sirene bahaya peninggalan zaman perang yang masih berputar dan berfungsi dengan baik lho sampai sekarang! Sirene itu masih dibunyikan di saat-saat istimewa, seperti saat peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan. Hebat kan!Setelah selesai eksplor dan hunting di Balai Kota Surabaya, kita sarapan dulu. Sekotak nasi campur dan sekotak kue-kue lezat yang telah disediakan panitia tentu tak kami lewatkan untuk bekal tenaga kami jalan-jalan sampai waktu makan siang nanti. Sebuah bus nyaman telah menunggu kami untuk jalan-jalan setelah spot pertama. Spot berikutnya adalah Tugu Pahlawan Surabaya.Di spot kedua ini, kita akan disambut patung Pahlawan Proklamator kita, Bung Karno dan Bung Hatta di pintu masuk area Tugu Pahlawan. Di dalamnya terhampar taman dan lapangan rumput luas, yang di tengahnya tentu saja Tugu Pahlawan, monumen kebanggaan arek Suroboyo. Di sekeliling taman, ada beberapa koleksi kendaraan dan senjata yang ikut mengisi sejarah perjuangan bangsa kita ini. Di bagian belakang, terdapat sebuah museum perjuangan bernama Museum 10 November.Di dalamnya tentu saja berisi benda-benda dan segala sesuatu yang menceritakan kehebatan kakek dan nenek kita para pahlawan kemerdekaan dalam memperjuangkan nasib bangsa dan negara kita. Makanya kawan, jadilah generasi penerus bangsa dan negara ini yang lurus, bertanggung jawab, membanggakan, dan cinta tanah air. Karena tanpa pengorbanan nyawa dan darah kakek-nenek kita, siapa tahu hari ini nasib kita cuma jadi seorang budak rodi.Cuaca Surabaya yang panas terik tidak sedikit pun mengurangi semangat kami untuk jalan-jalan dan hunting foto. Bahkan di spot panas dan terik ini, sempat-sempatnya teman-teman mengerjai Jevier Justin si host Eksis Abis Trans7 itu. Dengan alasan biar fotonya keren ala levitasi, si Justin mau-maunya disuruh lompat-lompat di terik siang bolong. Hahahaha, kapan lagi ya bisa ngerjain host TV kalau nggak di acara ini.Spot ke-3 adalah Museum Surabaya. Museum ini baru aja berdiri, setelah sebuah gedung cagar budaya di ujung Jalan Tunjungan -yang terkenal lewat lagu Mus Mulyadi itu- diambil kembali oleh Pemerintah Kota Surabaya. Gedung cagar budaya itu selama bertahun-tahun disewa pihak swasta untuk pertokoan dan tempat usaha, akhirnya sejak 1 Januari 2015 Pemerintah Kota Surabaya mengambil kembali aset gedungnya itu. Saat ini lantai 1 telah difungsikan sebagai Museum Surabaya dan bagian lainnya difungsikan sebagai kantor pemerintah kota.Museum Surabaya sendiri berisi benda-benda koleksi yang dianggap berkaitan dengan sejarah perkembangan kota Surabaya. Seperti kendaraan transportasi kuno, mesin-mesin perkantoran zaman dahulu, dokumen-dokumen kuno, mebel-mebel antik dan sebagainya. Itu di foto ketiga, tampak bemo roda tiga, becak, serta suasana Museum Surabaya.Setelah puas mengeksplor Museum Surabaya, dengan naik bus kami bergeser sedikit saja ke spot ke-4. Masih di Jalan Tunjungan dengan jarak sekitar 300 meter saja, kami tiba di Hotel Majapahit. Hotel berbintang 5 yang didirikan tahun 1910 oleh Sarkies bersaudara dari Armenia itu begitu istimewa bagi bangsa Indonesia terutama bagi Arek Suroboyo. Bukan hanya karena keindahan luar biasa arsitektur hotel yang sudah dinyatakan sebagai cagar budaya ini, tetapi karena salah satu sejarah besar perjuangan bangsa Indonesia tercatat di hotel ini.Hotel yang beberapa kali pernah berganti nama dari LMS, lalu Hotel Oranje dan kemudian Hotel Yamato ini adalah tempat terjadinya insiden perobekan kain warna biru pada bendera Belanda sehingga tersisa warna Merah Putih saja menjadi Bendera Indonesia.Hampir seluruh bagian hotel ini adalah asli peninggalan zaman kolonial dulu, betul-betul terpelihara keindahan dan keasliannya. Coba lihat tuh foto keempat, keindahan serambi bagian dalam Hotel Majapahit. Bukankah keindahannya seolah menjadi mesin waktu yang membawa kita ke masa-masa kejayaan kolonial dulu.Arsitektur eksteriornya, interiornya, tangganya, lantainya, tamannya, air mancurnya, ah benar-benar keindahannya tak terlukis oleh kata-kata. Setelah puas keliling Hotel Majapahit, sekotak nasi Padang lezat telah menanti kami di bus sebagai hidangan makan siang sekaligus asupan tenaga untuk jalan-jalan hunting ke spot kelima, terakhir sekaligus penutupan.Monumen Jalesveva Jayamahe (Monjaya), kami datang! Monjaya berbentuk seorang perwira TNI AL berpakaian dinas upacara yang berdiri gagah menghadap lautan lengkap dengan pedangnya yang didirikan tahun 1993. Letaknya di tepi laut Markas Komando Armada Timur TNI AL, di Selat Madura, berjajar di antara pelabuhan sipil Tanjung Perak, pelabuhan rakyat Kalimas, dan Jembatan Suramadu. Fungsinya selain sebagai monumen, juga sebagai mercusuar pemandu kapal-kapal di Selat Madura.Kita bisa naik ke dalam Monjaya sampai ke posisi kaki patung perwira. Cukup tinggi dan banyak anak tangga yang harus didaki. Sehingga beberapa teman yang sudah kelelahan memilih menyerah dan berpuas diri hunting foto dari bawah saja. Tapi bagi saya dan sebagian besar teman serombongan, tentu nggak akan melewatkan kesempatan langka ke monumen ini. Beratnya usaha naik tangga kaki ke atas, terbayar lunas dengan keindahan pemandangan dari atas monumen. Jajaran kapal-kapal perang nan gagah, pemandangan kapal-kapal yang hilir mudik di Selat Madura, aktivitas pelabuhan, Jembatan Suramadu nan jauh disana, melengkapi indahnya Sang Mentari tenggelam di garis cakrawala barat Laut Jawa. Luar biasa!Tak terasa waktu jua yang harus membuat kami kembali ke titik pertemuan awal kami di Balai Kota dan tempat kendaraan kami masing-masing diparkir pagi tadi. Sudah tiba saatnya acara usai dan kami harus berpisah. Tapi sebelumnya, Mas Mario dan kru Trans7 menyempatkan membagikan hadiah travel bag, jaket, serta goody bag berisi cindera mata dari Trans7 dan detikTravel untuk posting Twitter dan Instagram terbaik tentang kegiatan event hari itu.Ternyata masih banyak hadiahnya lho. Dari Trans7, tiap hari selama seminggu, kita bisa rebut hadiah foto terbaik sesuai tema harian yang di-upload di Instagram. Jadi setiap hari ada hadiahnya. Belum lagi hadiah dari Jevier Justin host Eksis Abis Trans7 untuk yang upload foto terbaik Justin saat event berlangsung. Keren kan eventnya? Makanya, kalo Wisata Foto Eksis Abis Trans7 mampir ke kotamu, jangan sampai dilewatkan.Kita bisa berkunjung dan mengambil gambar tempat-tempat yang nggak bisa didatangi bahkan dilarang dimasuki dan diambil gambarnya pada saat biasa. Seperti bagian dalam Balai Kota Surabaya, Hotel Majapahit, serta masuk Markas Komando Armada Timur TNI AL tempat Monjaya berada. Eksklusif banget dan banyak hadiah yang menanti pula. Rugi banget kalau nggak ikutan!












































Komentar Terbanyak
Gerbong Wanita Dipindah ke Tengah, Setuju?
KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL, MTI: Momentum Perbaiki Perlintasan Kereta
AS Siapkan Paspor Edisi Khusus, Tampilkan Wajah Donald Trump