Jakarta - Keindahan alam di Lombok memang sudah bukan rahasia lagi. Selama 4 hari di sana pastinya ada banyak tempat yang menarik untuk didatangi. Dari Pantai Pink sampai Gili Trawangan, semuanya bikin terpesona!Pergi ke Lombok mungkin bukanlah sebuah hal besar bagi orang yang seringkali jalan-jalan. Tapi bagi saya bepergian kali ini merupakan hal besar. Saya tidak pernah tahu Lombok itu seperti apa, bagaimana keadaannya. Modalnya cuma niat, nekat dan bekal seadanya.Saya adalah orang yang serba dadakan, destinasi ke Lombok ini juga tidak direncanakan jauh jauh hari. H-3 sebelum keberangkatan baru direncanakan segala itinerary. Saya melakukan perjalanan ini tidak sendiri.Saya ditemani seorang teman yang senang jalan-jalan dan juga serba dadakan. Tetapi dia berangkat dari Kediri, sedangkan saya memulai perjalanan dari Yogyakarta. Kami akan bertemu di Surabaya.Hari yang ditunggu pun tiba. Saya ketinggalan kereta. Sempat panik, kereta tujuan Surabaya lain harganya mahal dan lama. Akhirnya, saya memutuskan untuk naik bus. Itu berarti pengeluaran untuk transportasi akan lebih besar dari rencana sebelumnya.Sempat ingin menunda keberangkatan untuk esok hari, tapi sayang waktunya. Akhirnya, jam 18.00 saya tiba di Terminal Bungurasih. Di sana saya bertemu dengan teman jalan-jalan kali ini. Kemudian jam 19.00 kami melanjutkan perjalanan menuju pelabuhan Ketapang, Banyuwangi.Waktu tempuh dari Surabaya-Ketapang adalah 8 jam dengan bus. Akhirnya, pukul 03.00 pagi sampailah kami di tempat pemberhentian terakhir bus. Jarak pos pemberhentian terakhir dengan pelabuhan Ketapang kurang yang lebih 4 km, kami tempuh dengan berjalan kaki, lumayan untuk olahraga pagi.Sampai di pelabuhan Ketapang, kami istirahat, mandi dan shalat. Setelah itu langsung melanjutkan perjalanan mengingat waktu juga terus berjalan. Pukul 06.00 kami melanjutkan perjalanan ke pelabuhan Gilimanuk sambil berharap bisa melihat sunrise di atas kapal feri. Ternyata kami tidak beruntung.Pukul 07.45 Wita kami tiba di pelabuhan Gilimanuk. Kemudian kami bertanya kepada petugas Dishub dan warga menganai akses menuju pelabuhan Padang Bai. Ternyata bus Gilimanuk-Padang Bai hanya beroperasi pada jam 01.00 03.00 Wita.Akhirnya, rute perjalanan beralih menjadi Gilimanuk-Denpasar-Padang Bai.Harga bus Gilimanuk-Terminal Ubung, Denpasar adalah Rp 30 ribu dengan fasilitas AC dan waktu tempuh sekitar 5 jam. Karena lelah, akhirnya kami tidur di bis.Setelah sampai di Terminal Ubung kira-kira pukul 12.30 Wita, kami istirahat sebentar, makan dan mecari info bus ke Padang Bai. Akhirnya setelah 30 menit mencari, dapatlah tumpangan bus jurusan Jakarta-Bima. Bus ini melewati rute Terminal Ubung-Mataram.Jika dikalkulasi sepertinya kami cukup beruntung mendapatkan tumpangan hingga Kota Mataram. Perjalanan dari Terminal Ubung-Mataram dimulai pukul 13.29 Wita. Waktu perjalanan bertambah sekitar 4,5 jam untuk penyeberangan ke Pelabuhan Lembar di Lombok.Kami tiba di pelabuhan Lembar pukul 20.00 Wita. Kemudian kami melanjutkan perjalanan dengan bus menuju terminal di Bertais kurang lebih 1 jam. Ada beberapa destinasi yang akan kami datangi diperjalanan kali ini.Hari pertama kami langung menuju Pantai Pink. Waktu tempuh dari Mataram ke Pantai Pink kurang lebih 3 jam perjalanan menggunakan motor. Jalanan di Kota Mataram begitu lengang dan sama sekali tidak ada macet-macetnya.Pantai Pink terletak di sebelah tenggara Pulau Lombok. Sekitar 2 km sebelum Pantai Pink, akses jalannya tidak begitu bagus. Jalanan masih tanah yang belum diaspal. Perjalann ini lebih baik ditempuh dengan motor daripada mobil.Setelah 3 jam perjalanan, pukul 10.00 Wita kami sampai di Pantai Pink. Pasirnya bener-bener pink. Hanya ada satu grup wisatawan dari Jepang yang sedang berkunjung waktu itu selain kami.Setelah sampai disana, kami dihampiri oleh penduduk setempat yang menawari snorkeling di 3 tempat yaitu Pantai Pink 1, Pulau semangkuk, Gili Indah dan Pantai Pink 2. Setelah tawar menawar harga, akhirnya kami menerima tawarannya.Keindahan bawah laut di 3 tempat itu keren banget. Dari permukaan air, terumbu karangnya sudah sudah terlihat. Hanya berjarak 2 m dari permukaan air, kami dapat melihat koloni rumah ikan Nemo.Pukul 16.00 kami memutuskan untuk menyudahi jalan-jalan. Kami mandi dan shalat dengan fasilitas yang sangat minim. Jangan kaget jika saat kesana, tempat ganti bajunya hanya berupa bilik dari kayu seadanya yang ditutupi gorden.Begitu pula dengan toiletnya, dibangun dari bilik bambu dan beratapkan langit. Airnya pun harus ditimba terlebih dahulu, saluran air seadanya dan kadang tergenang disekitar bilik. Semoga pemerintah daerah bisa peka akan adanya potensi alam yang sangat besar di daerah ini dengan membangun fasilitas memadai.Pukul 17.00 kami berpamitan dengan penduduk sekitar. Kami melanjutkan perjalanan ke Tanjung Ringgit untuk hunting sunset. Tanjung Ringgit merupakan ujung Pulau Lombok.Di hari kedua, kami melanjutkan perjalanan ke Pantai Kuta, Tanjung Aan, Batu payung, Pantai Novotel dan sekitarnya. Pantai-pantai ini terletak berjajar dan masih berada di satu kawasan. Pantai Kuta merupakan yang paling ramai dan dipenuhi dengan wisatawan asing.Menjelang magrib kami memutuskan untuk kembali ke Mataram. Kami singgah sebentar untuk menyantap kuliner ayam bakar taliwang yang ternyata harganya lumayan merogoh kocek walaupun hanya makan di pinggiran jalan. Ayam bakar taliwang ini merupakan kuliner khas Lombok.Setelah mencicipi kuliner ayam taliwang, kami memutuskan untuk mencari penginapan di Mataram. Harga penginapan di Mataram cukup murah. Mulai dari Rp 30 ribu hingga Rp 200 ribu per malam dan itu terletak di pusat kota Mataram.Hari ketiga kami ke Gili Trawangan. Kata orang belum ke Lombok kalo belum mengunjungi Gili Trawangan. Tapi setelah mengunjungi Gili Trawangan, agaknya persepsi orang salah. Gili Trawangan seperti luar negeri bagi saya.Harga barang dan makanan juga tidak terjangkau bagi saya yang seorang backpacker pas-pasan. Tetapi penginapan di Gili Trawangan ternyata cukup murah. Saya mendapatkan harga penginapan Rp 80 ribu per malam dengan fasilitas kamar luas, kasur, wastafel, lemari, kamar mandi dalam dan kipas angin.Gili trawangan memiliki view yang bagus, udaranya juga sangat segar dan bersih. Penyeberangan ke Gili Trawangan tersedia mulai pukul 08.00-17.00 Wita.Esok harinya kami memutuskan untuk pulang ke Mataram. Pukul 10.00 kami menyeberang dari Gili Trawangan menuju pelabuhan. Kami melewati hutan yang isinya dipenuhi monyet-monyet di sepanjang jalan. Entah apa nama hutannya.Pukul 13.00 kami pun memulai perjalanan pulang dari mataram. Kami naik angkot menuju pelabuhan Lembar di Lombok dengan tarif Rp 10 ribu per orang. Sesampainya di pelabuhan Lembar Lombok, tranportasi yang kami tumpangi hingga pelabuhan Ketapang di Banyuwangi adalah truk.Kami tiba di pelabuhan Ketapang pukul 24.00 WIB dan langsung menuju stasiun Banyuwangi. Kami memutuskan untuk tidur di emperan stasiun. Setelah bermalam di emperan stasiun, esoknya kami naik kereta dari Banyuwangi menuju Yogyakarta.Usai sudah perjalanan saya. Perjalanan kali ini mengajarkan saya tentang kekuasaaan Tuhan yang telah memberikan retina mata sebagai kamera terbaik yang dapat mengekplorasi pemandangan alam luar biasa.












































Komentar Terbanyak
Melihat Gejala Turis China Meninggal di Hostel Canggu, Dokter: Bukan Musibah, Ini Tragedi
Sumut Dilanda Banjir Parah, Walhi Soroti Maraknya Deforestasi
Viral Tumbler Penumpang Raib Setelah Tertinggal di KRL, KAI Sampaikan Penjelasan