Begini Serunya Road Trip ke Bengkulu & Palembang
Sabtu, 14 Feb 2015 14:18 WIB
Fery Maulana R
Jakarta - Traveling tak cuma mengenai tujuan tapi juga perjalanan. Dengan cara road trip, liburan pun jadi lebih berkesan. Beberapa kota yang bisa dicoba adalah Bengkulu dan Palembang.Perjalanan menuju Bengkulu dan Palembang, di mana saya sama sekali belum mempunyai pengalaman. Saya hanya punya informasi dari cerita traveler, kalau lewat Jalur Sumatera begini begitu.Oleh karena itu, saya akan membagi kisah perjalanan ini kepada pencinta traveling, terutama lewat jalur darat wilayah Sumatera. Perjalanan dimulai pada tanggal 20 Desember 2014 tepat pukul 21.30, berangkat dari daerah Kreo, Tangerang.Saya mengendarai sebuah minibus dengan jumlah muatan dewasa 5 orang dan anak-anak 2 orang. Rute Pertama, kami menyusuri Tol Jakarta-Merak. Sepanjang jalan terlihat ramai dan lancar.Kami tiba pukul 00.30 di Pelabuhan Merak, dilanjutkan dengan menyeberang kapal dengan biaya 360 ribu rupiah. Jumlah orang tidak dihitung, kemudian kami menunggu sekitar 10 menit. Pada 21 Desember 2014, kami lanjut jalan ke Bengkulu.22 Desember 2014, kami mengunjungi tempat wisata yang ada di sekitar kota Bengkulu seperti Benteng Marlborough, Rumah Soekarno, Danau Dendam Tak Sudah, Pantai Panjang, dan Pantai Zakat. Alokasi waktu antar tempat hanya membutuhkan 5 menit karena tidak ada macet.Sedangkan pada 23 Des 2014, kami mampir ke Curup Kepahiyang, Lubuk Linggau, Musi Banyuasin, Sekayu, hingga akhirnya sampai ke Palembang pada malam hari. Adapun hindari daerah rawan bajing loncat di Binduriang dan Musi Banyuasin pada malam hari.24 Desember 2014, kami keliling kota dan mampir ke Masjid Agung, Benteng Kuto Besak, Stadion Sriwijaya, dan Pasar 26 Ilir untuk membeli oleh-oleh khas Palembang. Pukul 20.00, kami melanjutkan pulang melintasi jalur timur hingga akhirnya tiba di rumah.Lintas Barat banyak menyajikan pemandangan pantai dan hutan bukit barisan. Kekurangannya, sepanjang perbatasan Lampung Bengkulu jalan banyak berlubang. Sedangkan Lintas Timur menyajikan pemandangan bukit barisan, dan perkebunan.Demikian pengalaman saya bagikan, semoga menjadi perbendaharaan dalam perjalanan Anda.












































Komentar Terbanyak
Koster: Wisatawan Domestik ke Bali Turun gegara Penerbangan Sedikit
Ditonjok Preman Pantai Santolo, Emak-emak di Garut Babak Belur
Koster Akui Jumlah Wisatawan Domestik ke Bali Turun di Libur Nataru