Liburan Akhir Pekan di Situs Gunung Padang

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Liburan Akhir Pekan di Situs Gunung Padang

Widiarini - detikTravel
Sabtu, 28 Feb 2015 09:13 WIB
Di situs Gunung Padang
Suasana di Gunung Padang
Loket
Bukit bebatuan
Jalanan sudah lumayan rapi
Liburan Akhir Pekan di Situs Gunung Padang
Liburan Akhir Pekan di Situs Gunung Padang
Liburan Akhir Pekan di Situs Gunung Padang
Liburan Akhir Pekan di Situs Gunung Padang
Liburan Akhir Pekan di Situs Gunung Padang
Jakarta - Cianjur sekarang punya destinasi populer untuk liburan akhir pekan. Gunung Padang menawarkan situs megalitikum yang berselimut misteri, berpadu dengan alam yang indah dan segar.Keberadaan situs ini pertama dimuat pada tahun 1914 dan masih terus diteliti sampai sekarang. Namun, semakin banyak fakta terungkap mencengangkan seperti kemungkinan bahwa umur batuannya yang lebih tua dari umur piramida Mesir.Perjalanan dari Jakarta pukul 09.00 WIB dengan perjalanan hampir 6 Jam bikin kaki mati rasa. Soalnya saya tidak memperkirakan kalau perjalanan yang ditempuh akan makan waktu yang lama lewat Jonggol-Cikalong-Cianjur. Sebenarnya bisa lewat Puncak tapi saat itu lagi macet parah.Dari Cianjur kita harus ke suatu wilayah yang namanya Warung Kondang dan dari situ ke Situs Gunung Padang masih sekitar 20 km. Rambu petunjuk untuk ke Gunung Padang sudah banyak kok, jadi jangan takut tersasar. Meskipun jarak yang ditempuh lumayan jauh tapi pemandangan yang disuguhkan dari Warung Kondang ke Situs Megalitikum Gunung Padang ajib sekali. Hamparan kebun teh, birunya langit, gunung dan kabut menjadi satu.Setelah hampir satu jam dari Warung Kondang, sampai juga kita di parkiran kendaraan di depan pintu masuk kawasan Situs Megalitikum Gunung Padang. Untuk menuju ke Gunung Padangnya kita harus jalan kaki sejauh kurang lebih 500 meter atau bisa juga menyewa ojek cuma Rp 5.000 sampai depan pintu masuk Gunung Padang.Untuk masuk ke Gunung Padang kita dikenakan biaya Rp 2.000/orang. Di sini saya cukup kagum karena nggak menyangka semurah itu. Untuk sampai di puncak Gunung Padang kita harus menaiki anak tangga yang sudah disediakan pengelola . Ada dua anak tangga yang disediakan, yang pertama arah lurus dari pintu masuk dan yang kedua belok ke kanan. Untuk tangga yang arah lurus memang lebih cepat sampai di puncak Gunung Padang tapi tracknya bikin nangis.Untuk tangga yang kedua dengan arah belok ke kanan lebih lama sampai di puncak tapi tracknya lebih ramah untuk pengunjung yang jarang olahraga. Selain itu ada tiga warung di track yang kedua ini. Perasaan yang saya pas sampai di puncaknya adalah senang, tenang, damai. Ada di puncak ketinggian itu rasa puasnya pol banget, karena bisa memandang ke semua sudut dengan jelas.Di Gunung Padang ini selain banyak batunya, banyak juga penjaganya dengan pakaian khusus kayak pakaian tradisional pendekar. Baju hitam, celana hitam, dan ikat kepala batik. Saya iseng tanya mereka, "Kok pakai baju begitu, Pak?""Melestarikan kebudayaan Neng dan yang dijaga juga bukan cuma batu tapi juga 'isinya'," kata mereka.Apapun yang terjadi, di sini memang keren banget. Lelah perjalanan bakalan hilang nggak berasa, semua terbayar dengan semua 'lukisan Tuhan' yang terpampang indah di depan mata kita. Kalau sudah seperti itu, tarik nafas dalam-dalam dan hembuskan sambil ucapkan 'alhamdulillah' sebanyak-banyaknya.
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads