Museum Ini Menyimpan 'Harta Karun' Pulau Bangka
Rabu, 22 Okt 2014 10:45 WIB
Anggi Agistia
Jakarta - Meski sudah dilirik sebagai destinasi wisata, Pulau Bangka terkenal sebagai lokasi tambang timah. Beragam informasi dan sejarahnya dilihat di Museum Timah Indonesia. Anda pun bisa lebih mengenal 'harta karun' di pulau ini.Bicara soal timah, berarti bicara soal Pulau Bangka. Saya tau mengenai dua pulau ini saat membaca dan menyaksikan buku Laskar Pelangi karya Andrea Hirata. Saat membacanya pikiran seolah mengawang-awang. Seperti apa pulau ini, keindahan yang digambarkan di dalamnya, dan tentang kehidupan sosial budayanya yang beraneka ragam tapi hidup dengan tentram.Dalam buku itu juga diceritakan bagaimana dulu pertambangan timah pernah mengalami masa kejayaan. Sempat tidak terbayangkan bahwa sekarang, saat ini hingga beberapa tahun ke depan, saya harus menetap di pulau tersebut. Sungguh.Nah, di Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka, terdapat tempat yang menyajikan wisata sejarah sekaligus edukasi yakni Museum Timah. Museum ini terletak di Jalan Ahmad Yani, sekitaran kompleks PT Timah. Untuk mencapai kemari tidak sulit, di depannya terdapat lokomotif kereta dan tulisan 'Museum Timah Indonesia'.Awalnya saat hendak berkunjung kemari saya agak ragu karena tidak ada terlihat penjaga maupun orang didalam museum. Tapi akhirnya mencoba memberanikan diri untuk masuk dan ternyata memang tidak ada siapapun didalam. Setelah mengisi daftar tamu, saya mulai melihat-lihat satu demi satu benda yang dipajang didalamnya.Jadi, ternyata Bangka dan timah ini dua hal yang tidak terpisahkan. Nama pulau Bangka berasal dari 'wangka' yang artinya timah. Dijelaskan juga disana bawah hasil pertambangan timah di pulau ini dulunya sangat melimpah dan bernilai jual tinggi. Namun, seiring berjalannya waktu pengeksploitasian timah yang terus menerus membuatnya kian menipis. Hingga pada akhirnya harga timah pun jatuh.Nah, untuk berkunjung ke Museum Timah ini tidak dikenakan biaya masuk alias gratis. Museum ini buka setiap hari hingga pukul 16.00 WIB kecuali hari Jum'at dengan waktu istirahat pukul 12.00-13.00 WIB.Lokomotif yang berada didepan Museum Timah ini merupakan pengangkut timah jaman dulu. Oya, diceritakan juga bagaimana sejarah pertambangan timah yang dulunya milik pihak swasta Hindia Belanda hingga akhirnya milik Pemerintah Indonesia.Selain itu, terdapat juga beberapa miniatur berupa alat untuk pertambangan timah, mulai dari yang sangat tradisional hingga alat yang kian modern dari waktu ke waktu. Koleksi museum ini juga sangat banyak, ada alat-alat sederhana yang biasa digunakan sehari-hari terbuat dari timah hingga sample benda-benda masa kini yang pembuatannya dari timah.Serunya lagi, di sini juga ada beberapa foto dokumentasi bagaimana aktivitas penambangan timah dari yang masih tradisional menggunakan tenaga manusia hingga alat berupa kapal-kapal canggih.












































Komentar Terbanyak
Saat Gibran Ikut Memikul Salib Paskah di Kupang
Setuju Nggak, Orang-orang Jepang Paling Sopan?
Bayangkan Hidup Tanpa Matahari: Kisah Desa dengan Hujan 'Abadi'