Ini Tempat Untuk Mengenal Bung Karno Lebih Dekat

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Serunya Kampung Halamanmu

Ini Tempat Untuk Mengenal Bung Karno Lebih Dekat

adipersada - detikTravel
Minggu, 10 Agu 2014 09:35 WIB
loading...
adipersada
Seorang pengunjung tengah mengagumi sosok Soekarno
Etalase foto Soekarno dan naskah proklamasi
Pusara Bung Karno yang dipenuhi pengunjung
Seorang penziarah yang tengah khusyuk mendoakan presiden
Nisan di Makam Sang Proklamator
Ini Tempat Untuk Mengenal Bung Karno Lebih Dekat
Ini Tempat Untuk Mengenal Bung Karno Lebih Dekat
Ini Tempat Untuk Mengenal Bung Karno Lebih Dekat
Ini Tempat Untuk Mengenal Bung Karno Lebih Dekat
Ini Tempat Untuk Mengenal Bung Karno Lebih Dekat
Jakarta - Mungkin, tak sedikit traveler yang mengidolakan sosok Bung Karno. Dialah presiden pertama Indonesia sekaligus dikenal sebagai sang proklamator. Kisahnya bisa Anda kenal lebih dekat di Komplek Makam Bung Karno, Blitar.Menceritakan kisah para pendiri bangsa memang seakan tak ada habisnya. Akan tetapi, sebagai anak bangsa yang selaiknya bangga pada bangsa sendiri, mengetahui sejarah pendiri-pendiri republik ini menjadi wajib hukumnya. Kisah mereka adalah sumber inspirasi, kebanggaan, dan nasionalisme.Apalagi jika pendiri yang dimaksud adalah Ir Soekarno, seorang bapak bangsa yang namanya dikenal ke seluruh penjuru dunia hingga kini. Seorang pemimpin yang dihormati dunia. Kita seharusnya juga amat berbangga memiliki sosok pemimpin dan pendiri republik seperti beliau. Sekelumit kisahnya bisa ditelusuri di Museum Bung Karno, sebuah museum yang berada dalam kompleks Makam Bung Karno di Blitar, Jawa Timur.Pertama di Museum Bung Karno, yang terdapat lukisan-lukisan dan foto dari sang proklamator dibagian pertama museum yang berukuran tidak terlalu besar ini. Memang sepertinya museum ini hanya diperuntukkan sebagai pelengkap komplek makam.Di sisi lain museum, ada perpustakaan Bung Karno yang berisi koleksi buku-buku tentang Soekarno dan ideologinya. Sayang saat saya datang, perpustakaan itu ditutup untuk umum. Kembali ke museum, pandangan saya teralihkan dengan lukisan dengan sosok Soekarno mengenakan jas kebesarannya warna hijau tua. Menggenggam sebuah keris warna cokelat.Bagi saya, lukisan itu benar-benar menggambarkan kegagahan bapak bangsa yang sampai kini terus dielu-elukan sebagian masyarakat yang mengidamkan sosok presiden seperti beliau.Soekarno sangat mencintai keluarga, terutama ibunya. Cinta itu terlihat dalam sebuah foto sungkeman beliau pada sang ibu. Ekspresi tulus tercermin dalam raut wajah keduanya. Di lemari lain, ada kumpulan uang pecahan seribu rupiah lama yang memakai foto Soekarno sebagai gambarnya. Melangkah sedikit, saya menemukan jas bersejarah Soekarno yang dipakai pada lukisan pertama tadi.Di area yang kedua, terpajang foto-foto Soekarno dari masa ke masa. Mulai dari dirinya semasa kecil saat bersekolah di HGS, sekolah Belanda hingga kiprahnya berdiplomasi di dunia internasional. Soekarno memang dikenal sebagai sosok yang tegas dan disegani oleh para pemimpin dunia. Sahabat-sahabat pemimpin dunianya pun tak main main. Menurut para sejarawan, Soekarno dekat dengan Jawaharlal Nehru (presiden India), Joseph Broz Tito (Yugoslavia), bahkan John. F. Kennedy (Amerika Serikat). Kedekatan dengan Kennedy ditengarai disebabkan oleh kedekatan ideologis antara keduanya. Inilah yang menyebabkan mereka amat dekat. Lukisan antara keduanya juga menjadi daya tarik di museum ini.Foto ikonik saat Soekarno membonceng Ibu Rahmawati dengan sepeda di India juga terpajang di sini. Dari Ibu Rahmawati, Soekarno memiliki lima orang anak. Salah satunya adalah Megawati Soekarnoputri, presiden ke-empat Indonesia.Di sisi terakhir museum, kedekatan Soekarno dan Bung Hatta juga diilustrasikan dalam dua buah lukisan. Seokarno menjenguk Hatta saat Hatta sedang sakit dan di sampingnya, ada foto wakil presiden pertama republik Indonesia itu. Fotonya seperti diambil tak lama setelah proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia.Akhir cerita Sang Proklamator berada di sini Makam Bung Karno. Di sebuah pemakaman dengan arsitektur dan ornamen khas Jawa, tubuh bapak bangsa yang meninggal pada tanggal 21 Juni 1970 dikebumikan. Hari itu, banyak sekali penziarah yang datang untuk turut mendoakannya. Ratusan orang memadati area pemakaman sejak pagi hari.Mereka yang datang tidak sekedar berkunjung, tapi juga khusyuk berdoa di sisi kubur presiden pertama itu. Saya pun ikut larut dalam haru betapa Soekarno amat dicintai oleh rakyatnya, bahkan hingga kini. Jasanya pada republik tak terbilang. Oleh karenanya, benarlah sudah kata seorang penziarah bahwa di masa sekarang, sulit sekali menemukan sosok pemimpin seperti Soekarno.Padatnya pengunjung di lokasi Makam Bung Karno tak menyurutkan niat saya untuk tetap berziarah. Memang, suasana jadi penuh sesak dan bisa dibilang kurang nyaman. Namun, saya tak punya pilihan lain saat berziarah pada waktu liburan. Sebagai seorang pengagum Soekarno, saya tentu ingin mendoakan beliau di sisi makamnya. Dua gapura besar menyambut setiap yang datang.Sebelumnya, pilar-pilar yang memajang perkataan-perkataan Soekarno membuat saya sejenak berpikir bahwa setiap yang dikatakannya memiliki arti besar bagi bangsa ini. Contohnya, 'Bangsa kita ini jangan jadi bangsa tempe. Lebih baik makan tahu tapi merdeka daripada makan steak tapi budak'. Kata-kata yang menohok itu sepertinya hanya bisa keluar dari mulut pemimpin tegas seperti Bung Karno.Berbeda dengan Moh Hatta yang pembawaannya lebih terkontrol dan tenang, kedua pendiri republik itu memang saling melengkapi. Di sisi makam Bung Karno, saya ikut terharu ketika seorang ibu dengan amat khusyuk mendoakan beliau. Ia terlihat amat meresapi apa yang dilakukannya. Dengan tangan menengadah dan air mata yang jatuh dari matanya.Taburan bunga telah penuh menutupi permukaan makam. Di samping nisan, tertulis jelas 'Di sini dimakamkan BUNG KARNO, Proklamator Kemerdekaan dan Presiden Pertama Republik Indonesia". Beberapa penziarah tak lepas memegangi makam dan melantunkan doa-doa. Saya jadi semakin paham bagaimana Soekarno menjadi lekat di hati para pencintanya. Beliaulah sosok pemimpin yang merangkul seluruh nusantara.Menjadi pemimpin yang amat dicintai tidaklah mudah. Kecintaan dan air mata rakyat yang datang ke pusara untuk mendoakan tidaklah pernah bisa dibeli dengan rupiah berapa pun. Soekarno dengan jasa besarnya membuktikan hal itu. Bahwa menjadi pemimpin yang dicintai bukanlah tujuan. Tujuan besarnya tetap mensejahterakan seluruh rakyat Indonesia.Beliau memilih jalan yang berliku dan seringkali terjal untuk memerdekakan rakyatnya ketimbang hidup nyaman dengan pendidikan dan status golongannya saat itu. Meski berkali-kali di penjara oleh penjajah, semangat dan nasionalismenya tak luntur. Justru malah berkobar hebat demi Indonesia yang sejahtera, adil, dan makmur.Mengunjungi makam presiden pertama kita membuat saya amat rindu. Rindu akan pemimpin yang tegas, bijaksana, dan disegani sekaligus dicintai seperti beliau. Jenis pemimpin yang amat langka pada saat ini.
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads