Leumang, Satu Lagi Kuliner Khas Aceh
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Leumang, Satu Lagi Kuliner Khas Aceh

Zulfan Ariansyah - detikTravel
Selasa, 16 Sep 2014 13:20 WIB
loading...
Zulfan Ariansyah
proses masak leumang
ibu Nurma saat proses pengisian beras ketan
Pak Faisal sedang menyiapkan Bmabu Buluh
pada saat proses masak,
Leumang sudah siap untuk di konsumsi
Leumang, Satu Lagi Kuliner Khas Aceh
Leumang, Satu Lagi Kuliner Khas Aceh
Leumang, Satu Lagi Kuliner Khas Aceh
Leumang, Satu Lagi Kuliner Khas Aceh
Leumang, Satu Lagi Kuliner Khas Aceh
Jakarta - Kuliner khas Aceh mulai mendapat tempat tersendiri di hati para penggemarnya. Mulai dari mie Aceh, kopi Gayo, hingga martabak Aceh. Ada juga leumang, kuliner satu ini jangan sampai dilupakan karena unik dan rasanya tak kalah lezat! Leumang, kuliner khas yang terbuat dari beras ketan dan santan yang dimasak secara unik dalam potongan bambu yang sering di sebut tring buloh di Aceh. Di mana bambunya memiliki penampang yang lebih tipis di bandingkan bambu biasanya.Satu batang bambu buluh yang sudah dipotong dengan panjangnya mulai sekitaran 40 sampai 80 cm bahkan lebih. Bambu ini diisi beras ketan dan santan lalu dibakar pada bara api yang banyak dalam posisi berdiri dengan sudut kemiringan kira-kira 80 derajat. Selain itu, di dalam bambu tersebut, dinding bambu buluh itu dilapisi daun pisang muda atau lebih tipis sehingga memudahkan saat mengambil ketan yang telah masak dan di dalamnya.untuk cara mengambil leumang yang telah masak yaitu dengan membelah bambu yang menjadi wadah masaknya. Di Pidie, Aceh, makanan khas ini juga tersedia saat bulan Ramadhan dan di bulan lainya sesuai pesanan. Ketika traveler mengunjungi salah satu tempat pembuatan leumang di Desa Meuje Mesjid, Pineung, Kecamatan Peukan Baroe, Kabupaten Pidie, traveler sempat berdiskusi tentang seluk beluk dan cara pembuatannya.Menurut pak Faisal dan ibu Nurma pembuat leumang, sambil mempersiapkan bambu buluh beliau juga memberikan penjelasan tentang cara pembuatan dan menginformasikan bahwa ada juga leumang yang dipesan oleh Linto Baro (pengantin baru laki-laki) untuk dikendurikan. Leumang Linto Baro ukurannya lebih pendek dari leumang yang biasanya.Di bulan Ramadhan merupakan berkah bagi para pembuat dan penjual leumang, mereka bertebaran menjajakan dagangannya di seluruh kota kecamatan di beberapa kabupaten di Aceh. Di Banda, traveler sering makan leumang meski bukan pada saat sedang ramadhan. Biasanya untuk mengkonsumsinya bisa dengan air tebu, selai atau dengan buah durian.Kuliner Aceh memang bervariasi, selain mie Acehnya yang lezat anda harus mencoba Leumang yang rasanya tak kalah enaknya dan cocok mengisi perut serta yang pastinya tidak menggunakan bahan pengawet. Mantap rasanya! 
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads