Jakarta - Traveling ke Turkmenistan memberi pengalaman tiada dua. Begitu tiba di Bandara Ashgabat di sana, mungkin Anda merasa sedikit aneh. Anda dilarang memotret dan bandaranya cukup kecil, tidak seperti bandara internasional di berbagai negara.Perjalanan ke Turkmenistan, diawali ketika saya terpilih untuk bertugas di sana. Rute naik pesawatnya adalah Kuala Lumpur-Bangkok-Ashgabat. Dari Bangkok, perjalanan ke Turkmenistan memakan waktu 6 jam lamanya.Sebelum pesawat mendarat, pesawat disambut dengan gurun-gurun yang kering di sekitar bandara. Setelah itu, saya sedikit merasa janggal. Bandara Ashgabat yang merupakan bandara internasional ini seperti bandara-bandara di tempat terpencil di Indonesia. Lalu, ada juga pemandangan seorang polisi bertopi lebar yang wajahnya mirip orang Russia.Tak hanya itu, rupanya para pekerja di Bandara Ashgabat ini bisa dibilang kebanyakan berwajah Russia. Beberapa wanitanya juga berwajah Russi tapi parasnya cantik jelita.Sesampainya di bagian imigrasi, saya menyerahkan surat undangan yang diberi kantor. Selanjutnya, saya membayar USD 335 (Rp 3,8 juta) untuk tinggal selama 3 bulan di sana.Saat pengambilan bagasi, lamanya bisa sampai 1 jam dan antreannya panjang. Di sini saya melihat sesuatu yang menarik, rupanya kebanyakan masyarakat Turkmenistan yang naik pesawat bertujuan untuk berdagang. Hal itu bisa dilihat dari barang-barang mereka yang dibawa dari Bangkok.Selepas itu, ketika saya berada di luar barulah tersadar. Di Bandara Ashgabat dan kotanya ini turis dilarang memotret. Kalau ada yang ketahuan, bisa dikenai denda USD 100 (Rp 1,1 juta). Tak hanya itu, foto yang ketahuan akan dihapus langsung.Entah apa alasannya, tapi saya tetap nkat untuk mencuri-curi foto di sana. Lalu, perjalanan saya dilanjutkan ke Turkmenbashi.
(travel/travel)
Komentar Terbanyak
Kubu PB XIV Purbaya Protes Keras ke Menbud Fadli Zon sampai Naik ke Panggung
Penunjukan Tedjowulan Diprotes Kubu PB XIV Purbaya, Apa Kata Fadli Zon?
DPR Beberkan Biang Keladi Harga Tiket Pesawat Domestik di Indonesia Mahal