Selain Desa Hobbit, Selandia Baru Juga Punya Queenstown

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Selain Desa Hobbit, Selandia Baru Juga Punya Queenstown

Perspektifsaya - detikTravel
Jumat, 20 Jun 2014 13:51 WIB
loading...
Perspektifsaya
Queenstown
Pemandangan di Queenstown
Selain Desa Hobbit, Selandia Baru Juga Punya Queenstown
Selain Desa Hobbit, Selandia Baru Juga Punya Queenstown
Jakarta - Belakangan, Selandia Baru kian populer dengan keberadaan Hobbiton yang menjadi setting salah satu film kenamaan. Tidak hanya itu, Kota Queenstown juga menarik untuk dikunjungi. Ada pegunungan, lembah hijau, dan suasana yang masih alami.Sekitar 15 menit sebelum mendarat di Queenstown, saya dan keluarga sudah dibuat terkesima dengan sambutan pemandangan dari jendela pesawat.Β Panjangnya pegunungan nan hijau berlekuk-lekuk yang begitu baru di mata kami, dengan cerahnya warna biru laut dan danau yang terhampar menghiasi kota tersebut, menjatuhkan rahang saya berkali-kali. Dengan sadar dan tidak, semuanya kompak menyuarakan "Waahh!"Begitu pula selama 3 hari dan 2 malam ke depan, tidak henti-hentinya Queenstown memberikan kejutan dari setiap sudut kotanya. Queenstown dikenal sebagai kota peristirahatan sekaligus adventure yang banyak dikunjungi oleh wisatawan dari seluruh dunia.Untuk menikmati keindahan Queenstown dari berbagai sudut dan sensasi yang berbeda, kota ini memiliki atraksi terlengkap. Dari parasailing, bungy, diving, cruise, helicopter scenic flight, kayak, cano, luge, gondola dan yang paling terkenal adalah ski pada musim salju.Tidak hanya itu, masih ada ratusan kegiatan lainnya yang bisa dilakukan. Termasuk di antaranya Queenstown Cemetery, masuk ke dalam peringkat atraksi terpopuler. Yap betul, pemakaman!Hari pertama kami habiskan dengan mengunjungi puncak salah satu bukit menggunakan gondola yang cukup panjang. Sepanjang perjalanan menuju ke atas, ada pemandangan yang cukup berbeda di samping panorama kota dan Danau Wakatipu.Ada kambing-kambing gunung yang juga ikut mendaki di sepanjang bukit. Pemandangan itu terlihat dari jendela gondola yang kami naiki.Sesampainya di atas, dengan semangat kami menaiki luge. Sled yang bergerak dengan gaya gravitasi menuruni trek bukit yang berkelok-kelok.Di hari kedua kami mengunjungi Walterpeak Farm, sebuah peternakan di seberang danau yang kami tempuh menggunakan kapal tua. Setidaknya buat saya pribadi, keindahan yang dilihat dari waktu ke waktu semakin indah saja. Seperti mimpi di dunia dongeng.Di Walterpeak Farm, tentu saja ada banyak binatang ternak seperti domba, llama, sapi, hingga kerbau yang hidup di rerumputan yang sangat luas.Rasanya ikut bahagia melihat binatang-binatang ini hidup di tempat yang sesuai dengan habitat aslinya. Bahkan lebih indah dari tempat tinggal kebanyakan manusia.Saya rasa orang Indonesia manapun yang senang traveling atau pernah mengunjungi negara lain tidak akan luput dari pikiran yang terus menerus muncul dan bertanya, "Kapan ya Indonesia bisa seperti ini?"Menurut saya, letak perbedaan alam Indonesia dan negara lain bukan pada kekayaan atau variasi alamnya. Tentu saja, kita semua sering mendengar bahwa Indonesia adalah negara yang kaya dan indah, tapi kenyataannya keindahan tersebut tidak mudah dinikmati.Perbedaannya ada pada akses menuju lokasi, pemeliharaan setiap titik tempat wisata, kontrol pembangunan, dan estetika segala macam bentuk yang didirikan.Tempat-tempat yang cukup populer didatangi turis mancanegaraΒ  seperti Labuan Bajo, Karimunjawa, Bunaken, dan Derawan sangat sulit diakses.Mulai dari soal transportasi yang terbatas dan kurang nyaman, sedikitnya penginapan yang nyaman, dan lemahnya tingkat keamanan hanya sebagian alasan yang membuat turis lokal enggan untuk berlibur di dalam negeri.Ironisnya, biaya yang diperlukan untuk berlibur di dalam negeri seringkali lebih mahal daripada berlibur ke luar.Meskipun demikian, nampaknya sedikit demi sedikit arah perbaikan di sektor pariwisata lokal sudah cukup maju. Jika hal-hal yang bersifat pembangunan lebih banyak kita gantungkan pada pemerintah, maka hal terkecil yang bisa kita lakukan adalah dengan tidak merusak apalagi mengeksploitasi alam yang kita miliki.Sama dengan keindahan Queenstown yang baru saja saya ceritakan, tidak terlepas dari partisipasi setiap individu penduduknya yang bahkan tidak sekalipun membuang sampah sembarangan. Cheers!
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads