Budapest, Secuil Sejarah Turki di Tengah Eropa
Sabtu, 28 Jun 2014 13:50 WIB
Mahesa.krishna
Jakarta - Hungaria, mungkin salah satu negara di Eropa yang jarang dikunjungi wisatawan. Namun jangan salah, negara ini banyak bangunan cantik peninggalan masa lalu seperti peninggalan Kerajaan Turki Ottoman. Mari jalan-jalan ke ibukota negaranya, Budapest.Sebelum kembali ke Indonesia, saya menyempatkan untuk berpetualang di Budapest, Hungaria. Kota ini memiliki sejarah yang sangat panjang, peninggalan Kerajaan Turki Ottoman pun masih bisa dinikmati hingga sekarang dan tentunya peninggalan komunisme juga masih berdiri kokoh di sana-sini.Keseruan hari itu dimulai saat tiga dari empat roda koper saya mulai tidak berfungsi. Alhasil saya menyeret-nyeret koper seberat 30 Kg ini naik turun bis dan juga menuju hostel. Yah, hitung-hitung olah raga selagi cuaca sedang tidak panas.Beruntung ada tour gratis yang menawarkan jasanya dari hostel ke hostel, jadi pagi itu saya dijemput Ana, operator tour gratis, jam 11 pagi di lobby hostel. Setelah mampir ke beberapa hostel, kami bersama-sama berjalan menuju meeting point di tengah kota.Tour dimulai dengan menjelaskan sejarah kota Budapest, kota yang tadinya terdiri dari Kota Buda dan Kota Pest, yang dipisahkan oleh sungai. Legenda setempat juga ikut diceritakan, makanya ada 2 patung perunggu pada foto yang sampai sekarang masih menjadi objek yang menarik untuk dikunjungi.Setelah jembatan terbangun, dua kota ini kemudian menjadi satu kota, Budapest. Sejarah kemudian membawa kota ini jatuh kekuasaan Kekaisaran Ottoman dari Turki. Itulah sebabnya hingga kini masih banyak aturkish Bath (Pemandian air panas) di beberapa tempat. Saya sangat menyarankan untuk mencobanya jika Anda ada kesempatan berkunjung ke Budapest.Selain Turkish Bath dengan air panas alam, di pasar tradisional juga masih banyak makanan yang dijual dengan bumbu khas Turki. Banyaknya jenis rempah dan paprika, dapat ditemui dengan mudah di pasar tradisional, tidak jauh dari tengah kota. Saya menikmati makan siang, dumpling daging bebek di VΓ‘sΓ‘rcsarnok Market (Central Market). Rasanya enak dan kaya rempah. Jelas rasa yang jarang ditemui di makanan Eropa pada umumnya.Kota ini benar-benar penuh sejarah. Setelah Kekaisaran Ottoman tumbang, Budapest berkembang menjadi kerajaan yang cukup disegani di Eropa Tengah bersama Austria, Swiss dan Ceko. Namun pada perang dunia, sekutu menyerang habis Budapest.Tidak lama setelahnya, Uni Soviet menawarkan "bantuan" yang ternyata kemudian Uni Soviet lupa untuk pulang kembali ke wilayahnya. Budapest akhirnya kembali dibawah jajahan, kali ini dibawah Uni Soviet. Semenjak komunisme berakhir pada 1990, Budapest kembali berkembang hingga saat ini.Peninggalan perang yang sangat menarik adalah rumah sakit bawah tanah (Rock Hospital). Dibangun semasa perang dunia di bawah bukit. Terowongan pada rock hospital ini panjang dan dalam sekali ke perut bumi, namun jangan dibayangkan seperti Goa Jepang yang ada di Indonesia, di sini peralatannya sangat lengkap. Ada beberapa ruang operasi, ruang perawatan, ruang meeting, kamar mandi, bahkan ada mesin pemurni udara!Untuk menghemat budget, saya sarankan untuk membeli Budapest Card. Banyak fasilitas turis yang bisa diperoleh dengan kartu ini. Misalnya, gratis naik transportasi publik (kecuali Taxi). Gratis masuk ke buanyak museum. Gratis paket mandi di Turkish bath juga dan banyak diskon di toko-toko besar, dan masih banyak gratisan lainnya!Β Budget Budapest Trip :4 hari / 3 malamStay - Hostel Β Β Rp. 345.000Eat -Β Makan Β Β Rp. 600.000Transport -Β Airport ke kota PP. Β Rp. 100.000Other -Β Budapest Card 48 jam Β Rp. 370.000Β Total Rp. 1.415.000 ( Rp. 353.750 / hari)












































Komentar Terbanyak
Gerbong Wanita Dipindah ke Tengah, Setuju?
KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL, MTI: Momentum Perbaiki Perlintasan Kereta
AS Siapkan Paspor Edisi Khusus, Tampilkan Wajah Donald Trump