Sunrise di Gunung Api Purba Nglanggeran
Anggun_larasati - detikTravel
Jumat, 18 Okt 2013 13:50 WIB
Anggun_larasati
Jakarta - Gunung Api Purba atau Gunung Nglanggeran merupakan kawasan ekowisata di kawasan Gunungkidul, untuk kegiatan refreshing akhir pekan. Banyak kaum muda yang mendaki hanya untuk melihat sunrise di pagi hari bersama teman.Tidak banyak orang yang tahu mengenai Gunung Api Purba, atau yang lebih popular dengan Gunung Nglanggeran. Nama Nglanggeran berasal dari kata Planggaran yang artinya, setiap ada perilaku jahat pasti akan ketahuan atau tertangkap. Ada juga yang menginterpretasikan langgeng, yaitu aman dan tenteram. Ini adalah sebuah kawasan gunung yang terletak di daerah Patuk, Gunungkidul, DI Yogyakarta. Kawasan ini bisa dicapai 25 km dari pusat kota Yogyakarta, dapat ditempuh dengan kendaraan motor atau mobil.Pagi hari, pukul 03.30 WIB kami harus bergegas sampai di tujuan agar tidak melewati momen yang kami cari. Kami berangkat dari pusat kota menuju daerah Wonosari, sampai Gunungkidul. Sebenarnya Gunungkidul adalah tempat bermukim bermacam-macam tempat surga Provinsi DI Yogyakarta yang belum terjamah. Mulai dari pantai, gunung, dan kawasan ekowisata lainnya. Kami memutuskan untuk pergi ke Gunung Nglanggeran. Dari cerita teman, kita bisa melihat sunrise dari gunung yang bisa membuat kita lupa diri. Perjalanan ditempuh sekitar tiga puluh menit dengan kecepatan 80 km/jam dari kota menuju tempat ini.Sebelum mendaki, ada baiknya jika kita mempersiapkan peralatan seperti senter dan air minum. karena waktu pendakian sebelum subuh, maka bisa dipastikan rute pendakian masih gelap gulita dan tidak akan terlihat apapun dengan mata telanjang. Jangan lupa air minum, penting untuk mensuplai kebutuhan dalam tubuh, terutama untuk pendaki pemula yang tidak terbiasa dengan olahraga berat.Pendakian dimulai, jalan dan tanah yang licin membuat kami harus berhati-hati. Pendakian pertama memang selalu jadi yang melelahkan, jantung berdegup kencang karena tidak tebiasa melakukan aktivitas berat. Kadang ada titik dimana saya ingin turun dan menyerah. Tapi ini belum sampai ke puncak. Anda harus terus berjalan dengan rintangan seperti rute jalan yang menukik tajam, batu besar, tanah licin, dan mungkin terdapat jurang yang berbahaya disekitar kanan kiri.Di beberapa tempat, petugas penjaga gunung ini sudah mempersiapkan tali pada tempat yang dianggap curam oleh pendaki, sehinggaΒ kami bisa melaluinya dengan mudah. Ada lokasi unik yang kami temui, dimana hanya terdapat sebuah jalan yang sempit dan diapit oleh batu - batu besar, sehingga lokasi ini hanya bisa dilalui oleh satu orang saja, belum lagi ada batu-batu kecil tajam yang mengganggu perjalanan kami. Lokasi ini mirip sekali dengan apa yang digambarkan pada film '127 Hours'. Namun letak kesenangannya adalah disitu, dimana sangat menantang sekali plus ekstra hati-hati untuk melaluinya.Tiga puluh menit setelah pendakian, kami menemukan pos-pos seperti gubug lengkap dengan tempat duduk yang ada di dalamya. Dari pos inilah kami melihat pemandangan dengan hamparan sawah yang luas dan pepohonan bertebaran sejauh mata memandang. Namun bukan disini tempatnya untuk melihat sunrise, perlu waktu hingga tiga puluh menit lagi untuk sampai ke Gunung Gedhe yang merupakan puncak tertinggi dari Gunung Nglanggeran.Mendaki, mendaki, dan terus mendaki adalah hal yang kami lakukan supaya cepat sampai ke puncak sebelum terlambat, karena hari sudah agak terang. Meskipun demikian, kami sangat menikmati udara segar yang sepoi-sepoi diΒ pagi hari dan suara burung yang entah dari mana asalnya, ketenangan yang bersahaja sekali.Setelah mendaki inilah momen yang ditunggu, sampai puncak dan menikmati sunrise. Ternyata di puncak gunung ini, banyak juga pendaki lain yang menghabiskan akhir pekan dengan kemping di sini. Saya dan teman-teman lain duduk dan beristirahat, melihat matahari di depan kami dengan cahayanya yang lembut berwarna orange disertai awan-awan yang mengelilingi dan mengitari matahari.Puncaknya adalah pada pukul 06.00 WIB, dimana matahari sudah terlihat bulat sempurna, berwarna oranye kekuningan, siap menuju ke atas cakrawala. Kami semua diam memperhatikan, ikut merasakan hangatnya cahaya sang surya yang memberikan kehidupan bagi penduduk bumi. Momen seperti ini jelas sangat spektakuler dan amazing! Semua beban terasa menguap, kami diam dalam keheningan.Ini adalah cara terbaik untuk menikmati liburan akhir pekan Anda. Gunung Nglanggeran merupakan sebuah keharusan bagi traveler yang tergila-gila untuk mencari momen yang menakjubkan.
(travel/travel)












































Komentar Terbanyak
Kubu PB XIV Purbaya Protes Keras ke Menbud Fadli Zon sampai Naik ke Panggung
DPR Beberkan Biang Keladi Harga Tiket Pesawat Domestik di Indonesia Mahal
Penunjukan Tedjowulan Diprotes Kubu PB XIV Purbaya, Apa Kata Fadli Zon?