Kinahrejo, Saksi Bisu Perjuangan Mbah Marijan
Jumat, 20 Des 2013 10:07 WIB
aRchieta
Jakarta - Akhir pekan ini, atau bahkan libur Natal dan Tahun Baru, DI Yogyakarta bisa jadi pilihan berlibur kita. Coba naik ke lereng Merapi untuk melihat Kinahrejo, desa tempat Mbah Marijan yang dilumat awan panas Gunung Merapi.Siapa yang tidak mengenal Mbah Marijan? Sosok sederhana, berperawakan kecil namun bersahaja ini sempat didaulat menjadi bintang iklan sebuah minuman berenergi.Mbah Marijan erat kaitannya dengan Gunung Merapi. Berpangkat sebagai juru kunci Merapi, menjadikan beliau istimewa. Pekerjaan dengan gaji tidak seberapa rela ditanggungnya.Etos kerja Mbah Marijan cukup dijadikan panutan. Bagaimana beliau mengutamakan tanggung jawab menunjukkan loyalitasnya sebagai abdi dalem yang setia.Bahkan setelah menjadi bintang iklan, kehidupannya tidak berubah dan masih sederhana. Tidak pernah beliau mengingkari tugasnya dan tinggal di desa terpencil.Dusun Kinahrejo yang terletak di Kabupaten Sleman merupakan tempat tinggal Mbah Marijan. Letusan gunung Merapi di bulan Oktober 2010 lalu menjadi cerita kelam bagi masyarakat Yogya dan para korban.Tepat tanggal 26 Oktober 2010, Mbah Marijan dan beberapa orang meninggal terkena awan panas. Kejadian tersebut menjadi sejarah panjang bagi kehidupan Merapi.Sekarang, Kinahrejo dijadikan museum untuk mengenang Mbah Marijan. Rumah bekas tempat tinggal Mbah Marijan yang sudah hancur berganti menjadi 4 pilar bambu dengan atap genteng tanpa tembok.Terdapat rangka mobil dan motor yang hangus milik relawan dan wartawan yang gagal membujuk Mbah Marijan untuk mengungsi. Di sekitar tempat tersebut juga ada penjual aksesoris dan makanan kecil.Untuk mencapai tempat ini, pengunjung dapat menyewa motor milik penduduk sekitar. Memang, jalan menuju rumah Mbah Marijan ditutup bagi kendaraan pribadi.Hal ini dimaksudkan agar penduduk sekitar mempunyai mata pencaharian. Selain itu, faktor keamanan patut diperhitungkan, mengingat Kinahrejo merupakan permukiman paling dekat dengan Puncak Merapi.












































Komentar Terbanyak
Viral Baling-Baling Pesawat Diikat Cable Tie, Wings Air Buka Suara
'Dulu Ramai Sekali, Sekarang Sepi Seperti Kota Mati'
Setuju atau Tidak Bandara Husein & Adisutjipto Dibuka Lagi?