Sunrise Emas di Dieng, Negeri di Atas Awan
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Sunrise Emas di Dieng, Negeri di Atas Awan

dnskiller - detikTravel
Selasa, 03 Sep 2013 10:13 WIB
Sunrise di Dieng
Sunrise cantik di Dieng
Cahaya mentari
Telaga Dieng yang cantik
Sarapan pagi
Sunrise Emas di Dieng, Negeri di Atas Awan
Sunrise Emas di Dieng, Negeri di Atas Awan
Sunrise Emas di Dieng, Negeri di Atas Awan
Sunrise Emas di Dieng, Negeri di Atas Awan
Sunrise Emas di Dieng, Negeri di Atas Awan
Jakarta - Cahaya kuning keemasan muncul perlahan di ufuk timur langit Dieng, Jateng. Warnanya mendominasi sebagian langit. Inilah Golden Sunrise, mahakarya Sang Pencipta yang begitu mengagumkan.The Golden Sunrise memang julukan yang tepat untuk spot sunrise di sini. Belum lengkap rasanya jika seorang fotografer kalau belum pernah berkarya di sini. Sungguh mahakarya Sang Pencipta yang begitu mengagumkan.Negeri di atas awan, seperti dalam lagunya Katon Bagaskara memang benar-benar ada di Indonesia, tepatnya ada di Desa Sembungan diΒ  dataran tinggi Dieng, Wonosoba, Jateng. Desa yang terletak di ketinggian 2.300 mdpl ini mempunyai beberapa tempat yang sangat menarik untuk dikunjungi.Beberapa waktu lalu, tepatnya bulan Juli 2013 saya bersama teman berkunjung ke sana. Kami memutuskan untuk berangkat setelah salat zuhur, yakni pukul 12.45 WIB.Kami berangkat dengan kendaraan pribadi dari Yogyakarta. Karena belum makan siang, kami memutuskan untuk beristirahat sejenak. Kami beristirahat sembari makan siang menikmati soto khas Semarang saat di Magelang yaitu pukul 13.20 WIB.Pukul 14.00 WIB, saya dan teman-teman melanjutkan perjalanan menuju ke Dieng. Cuaca cukup cerah saat itu dan suasana sejuk pegunungan begitu kental saat kami memasuki Temanggung. Perjalanan terasa seru dengan lika-liku trek perjalanan yang memacu adrenalin untuk tancap gas.Akhirnya memasuki Wonosobo. Arloji menunjukkan pukul 15.10 WIB. Hawa dingin mulai terasa saat kami diselimuti perbukitan menuju Dieng.Tak terasa kami pun sudah memasuki kawasan wisata Dieng pada pukul 15.45 WIB. Tidak berapa lama, kami sampai di penginapan/homestay yang terbilang cukup strategis dan bagus dengan fasilitas yang sesuai tentunya. Harganya cukup murah, yakni harga di bawah Rp 300 ribu.Setelah istirahat sambil menyeruput kopi dan berbincang sejenak dengan pemilik penginapan, kami memutuskan untuk jalan-jalan sore. Karena lokasi penginapan berada di dalam kawasan wisata, kami hanya berjalan kaki sekalian olahraga dan juga membakar kalori agar hawa dingin tidak begitu membuat kaku persendian.Kami lanjut makan kemudian pergi ke perkebunan kentang, carica dan ke kampung penduduk setempat. Saya dan teman-teman juga sempat berbelanja kaos, syal dll di kios kecil dekat Masjid Dieng.Menjelang magrib kami kembali ke penginapan dan mandi. Setelah makan malam, saya dan yang lain langsung istirahat karena besok pagi-pagi sekali harus bangun untuk mendaki Bukit Sikunir. Menurut banyak orang, inilah salah satu tempat terbaik melihat sunset di dunia.Tepat pukul 03.30 WIB, alarm sudah berteriak-teriak. Kami langsung bangun dan bersiap dengan perlengkapan yang disiapkan. Beberapa yang dibawa antara lain jaket tebal, topi, syal, sarung tangan, senter, kamera dan tripod. Tak ketinggalan, beberapa cemilan ringan untuk menemani ketika menunggu sunrise.Kami berangkat dari penginapan pukul 03.55 WIB dan sampai pelataran parkir Bukit Sikunir tepat pukul 04.15 WIB. Perlu diketahui jarak dari pelataran parkir sampai ke spot sunrise sekitar 900 meter.Banyak rombongan wisatawan juga dari berbagai daerah sudah berkumpul di sana. Sungguh dingin yang ekstrem sekali untuk ukuran di Indonesia, yakni sekitar 6 derajat Celcius.Perlu traveler ketahui suhu ekstrem di Dieng pada bulan Juli-Agustus berkisar 10-15 derajat Celcius di siang hari. Sedangkan pada malam hari mencapai 0-5 derajat Celcius.Kami pun mulai mendaki bukit dengan bantuan senter. Walaupun sudah ada jejak yang tegas, namun jalan terlihat gelap gulita. Di sisi kiri adalah jurang, jadi kami harus ekstra hati-hati.Akhirnya, sekitar pukul 04.45 WIB kami sampai di puncak bukit dengan nafas terengah-engah karena trek yang sangat ekstrem. Begitu tiba, langsung saja saya mengeluarkan senjata andalan alias tripod dan kamera. Kemudian saya mencari spot terbaik untuk menyambut Sang Golden Sunrise.Semua keringat, lelah dan nafas yang terengah-engah langsung sirna tatkala sang surya mulai menebarkan sedikit cahayanya menembus cakrawala yang membentang dan menyapa Gunung Sindoro, Gunung Sumbing, Gunung Merbabu, Gunung Merapi dan Gunung Lawu.Seiring dengan rona merah di batas cakrawala, senyum kami pun mengembang. Aksi jeprat-jepret langsung kami lakukan sambil mengagumi keindahan Golden Sunrise.Memang tidak salah kalau tempat ini punya julukan Golden Sunrise. Spektakuler dan menakjubkan itu kata yang tepat kiranya untuk mendeskripsikan sunrise di bukit Sikunir ini.Setelah arloji menunjukkan pukul 07.45 WIB, kami beranjak ke spot bukit 1 untuk melihat keindahan Telaga Cebong. Mata air alami dari tanah yang begitu jernih, tenang dan berkilau melengkapi keindahan pagi itu. Masih dengan rasa kagum, kami kembali ke penginapan melewati kampung-kampung. Kami juga melihat langsung aktivitas para penduduk lokal yang rata-rata bertani.Selesai berkemas, kami pulang menuju Yogyakarta dan tak lupa membeli oleh-oleh khas Dieng untuk kerabat. Tak lupa juga mencicipi Mie Ongklok Longkrak yang terkenal itu. Sungguh perjalanan yang indah dan tak terlupakan. I love Indonesia.
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads