Dieng, Tanahnya Para Dewa

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Dieng, Tanahnya Para Dewa

Mas Aan - detikTravel
Selasa, 23 Okt 2012 15:50 WIB
Jakarta - Dieng merupakan salah satu objek wisata andalan Provinsi Jawa Tengah. Dulu destinasi ini adalah gunung berapi purba yang kemudian meletus dan menyisakan lanskap perbukitan. Inilah tanah para Dewa.Nama Dieng berasal dari bahasa Sansekerta, yaitu Dihyang. Kata ini diartikan sebagai tanah para dewa. Dataran yang berada di ketinggian 2.000 mdpl ini sebagian besar menempati Kabupaten Wonosobo. Berhubung tempat ini terbentuk dari letusan gunung berapi, maka tidak heran jika aktivitas vulkanis masih dapat dijumpai meski dalam skala ringan.Selain karena panorama yang indah, Dieng juga menjadi sasaran utama wisatawan karena memiliki banyak destinasi wisata. Dari sekian banyak destinasi, ada empat tempat yang paling ramai dikunjungi yaitu Bukit Sikunir, Telaga Warna, kompleks dekat dengan pusat keramaian. Sehingga, keempatnya bisa Anda datangi hanya dalam satu hari.Berdasarkan urutan waktu, hal pertama yang bisa Anda saksikan yaitu menikmati matahari terbit di Bukit Sikunir. Bukit ini berjarak sekitar 7 km dari pusat keramaian dan dapat ditempuh kurang lebih 1 jam dengan motor atau mobil termasuk berjalan kaki.Di bukit ini Anda bisa melihat matahari yang merekah di balik punggung Gunung Sindoro dan Merbabu dengan jelas. Setelah itu, objek berikutnya Anda bisa menuju Telaga Warna. Namun, tidak ada salahnya bila sejenak Anda menikmati pesona Telaga Cebongan yang terletak tepat di bawah Bukit Sikunir.Telaga Warna merupakan objek paling populer di Dieng. Telaga Warna adalah sebuah danau yang airnya dapat berubah warna. Hal ini diakibatkan adanya reaksi kimia antara algae dan belerang yang terkandung di dalam danau tersebut.Tidak jauh dari Telaga Warna ada sebuah bukit yang bisa dijangkau, kira-kira setengah jam bila Anda berjalan kaki. Di atas bukit tersebut, tersaji pemandangan luar biasa. Traveler bisa melihat keindahan Telaga Warna yang bersanding dengan Telaga Pengilon dari ketinggian.Selain itu hamparan lanskap Dieng secara keseluruhan juga dapat Anda nikmati di atas bukit ini. Hanya saja, bukit ini tidak punya nama khusus dan jarang terekspos karena bukit ini adalah properti pribadi, bukan tempat umum seperti yang lainnya.Usai menikmati Telaga Warna, selanjutnya kita menuju kompleks candi yang terdiri dari empat buah candi yakni Arjuna, Srikandi, Puntadewa, dan Sembadra. Candi-candi ini merupakan kompleks yang dibangun pada masa kerajaan Majapahit, sebagai wujud pemujaan terhadap tokoh-tokoh dalam agama Hindu.Melengkapi seluruh perjalanan di Dieng, terakhir Anda bisa menikmati panorama Kawah Sikidang. Di situ Anda bisa menjumpai aktivitas vulkanis berupa air mendidih yang terjadi akibat panas magma dalam bumi. Saat datang ke lokasi ini, berhati-hatilah! Karena di tempat ini bau belerangnya cukup menyengat.Selain keempat destinasi tersebut, Anda juga bisa menikmati wisata kuliner khas Dieng. Di antaranya yang harus Anda coba yaitu minuman kuat purwaceng, sirup carica, dan mie ongklok.Bila ingin mendatangi Dieng, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Pastikan Anda datang di musim kemarau jika tidak ingin terganggu dengan mendung dan hujan. Kemudian, bawa penghangat badan seperti jaket tebal, penutup kepala, sarung tangan dan kaos kaki.Ya, semuanya harus dipersiapkan karena hawa Dieng yang dingin bisa sangat menusuk terutama saat malam hari. Pastikan juga Anda memakai sandal atau sepatu gunung dan penutup hidung demi kenyamanan beraktivitas di sana. (travel/travel)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads