Kepingan Eksotis Masa Lalu di Kota Lama Semarang
Lely Puspita - detikTravel
Jumat, 16 Nov 2012 09:51 WIB
Jakarta - Semarang memiliki kawasan kota lama yang memikat hati hampir semua wisatawan yang berkunjung ke sana. Bangunan dan suasananya eksotik dan membuat Anda seperti tertarik ke masa lalu. Semarang, perjalanan yang saya rencanakan 5 menit sebelum saya naik bus dari Jakarta ke Semarang. Sesampainya di bandara dari Riau, saya memutuskan untuk langsung lari dari macetnya Jakarta. Karena tiket kereta sudah habis, saya putar setir ke terminal dan tiba-tiba bukannya beli tiket ke Yogyakarta, saya malah memilih beli tiket ke Semarang.Perjalanan semalam suntuk dan tiba di Semarang tepat pukul 6.00 WIB. Saya langsung angkat 2 ransel ke Kota Lama. Lovely Kota Lama. Bangunannya selalu memikat hati saya. Eksotis.Tanpa perkiraan, ternyata Semarang sedang banjir. Alhasil saya cuma bisa naik becak keliling Kota Lama yang tidak tergenang tinggi. Padahal kata Abang Becak masih banyak bangunan kuno yang ada di Kota Lama. Someday, I’ll be back!Destinasi kedua setelah kota lama adalah Lawang Sewu yang terkenal itu. Terletak di dekat Tugu Muda Semarang. Butuh 10 menit naik bis kota dari Kota Lama. Arsitektur Lawang Sewu ini bagus (tapi bukan sangat bagus) karena sudah beberapa kali direnovasi. Fungsi bangunan-bangunannya sangat Belanda sekali. Ini terlihat dari ruang bawah tanah untuk sirkulasi udara yang justru berubah fungsi jadi penjara bawah tanah ketika penjajahan Jepang.Oh yes, lebih baik tur ke Lawang Sewu dengan rombongan a.k.a jangan sendirian. Bukan masalah mistisnya ya, tapi budgetnya lebih irit. Biaya masuknya cuma Rp 10 ribu, tapi di sini harus pakai guide (Rp 50 ribu). Kalau masuk ruang bawah tanah juga bayar tiket lagi Rp 10 ribu dan biaya guide juga ada lagi. Biaya guide untuk 1 orang atau rombongan sama saja, jadi lebih baik datang bersama rombongan.Tapi memang lebih seru sendirian waktu di ruang bawah tanah. Saya berdua dengan Mbak Guide yang gak ada capeknya ngomong dan saya juga gak kalah capeknya nanya. Sepertinya harus dicoba lagi ke Lawang Sewu dengan setting night tour, sound’s great! Tapi ya kali enggak sendirian juga.
(dtvl/dtvl)












































Komentar Terbanyak
Aturan Bagasi Gratis Garuda Indonesia Berubah Mulai 1 September 2026
Curhatan Wisatawan Situ Bagendit: Tempatnya Nyaman, tapi Apa-apa Bayar
Viral Turis Lokal Diusir dari Pantai Bali, Pemilik Warung Klarifikasi