Keren! Bandara Timika Dibangun oleh 22 Bangsa
Minggu, 25 Nov 2012 10:40 WIB
Husni Mubarak Zainal
Jakarta - Selain memiliki alam yang indah, Papua juga menyimpan banyak cerita menarik. Kali ini kisah seru datang dari Bandara Mozes Kilangin di Timika. Siapa sangka, ternyata bandara ini dibangun oleh 22 bangsa. Keren!Tepat pukul 13.00 WIT, pilot pesawat mengumumkan kami akan mendarat di bumi Papua. saya memandang ke jendela kecil dan melihat hamparan permadani hijau hutan hujan Papua yang berhias lekuk-lekuk sungai.Di ujung cakrawala, pandangan saya tertumbuk pada pagar-pagar Pegunungan Grasberg dan Carstenz yang menjulang tinggi tertutup awan. Sebentar lagi saya akan menjejakkan kaki pertama kali di tanah Papua, dan Bandara Mozes Kilangin menjadi tempat persinggahan saya yang pertama.Bandara Mozes Kilangin di Timika adalah pintu masuk udara ke kota yang terkenal dengan santapan lezat kepiting Karaka ini. Inilah satu-satunya bandara di Kota Timika.Sekilas tidak ada yang istimewa dari bandara ini. Mozes Kilangin mengingatkan saya pada bandara-bandara kecil di pelosok Indonesia, bentuknya yang menyerupai sebuah rumah besar dan lapangan terbangnya yang tidak terlalu panjang menjadikannya sangat personal.Pagi ini, ruang kedatangan dipenuhi oleh para penumpang yang mengelilingi sebuah lintasan kecil menunggu barang-barang mereka diturunkan. Suasana yang tenang seketika berubah menjadi ramai saat sirene dibunyikan dan barang-barang penumpang mulai diturunkan satu persatu.Kontur alam Papua yang sulit membuat helikopter menjadi alat transportasi yang umum ditemui. Maka, Bandara Mozes Kilangin menjadi ramai tidak hanya oleh pesawat, tapi juga helikopter yang silih berganti mendarat dan lepas landas.Di samping bangunan terminal beberapa hangar tersusun rapi. Tempat yang menjadi saksi bisu drama hitam penembakan acak seorang letnan yang hilang kendali dan menewaskan 16 orang di tahun 1996.Mozes Kilangin sendiri adalah nama dari Uru Meiki atau Sang Guru Besar. Seorang tokoh yang mengabdikan hidupnya sebagai guru dan pendeta di pedalaman Papua serta tokoh Suku Amome yang menemani para penjelajah dalam pendakian-pendakian pertama ke puncak Carstenz.Keluar dari ruang kedatangan, mata saya langsung terpaku pada sebuah ban raksasa yang menjadi ikon bandara. Ban raksasa yang berhias 22 bendera negara ini melambangkan 22 kebangsaan yang turut bekerja dalam pembangunan bandara. Ini adalah ban dari Haul Truck, sebuah kendaraan raksasa yang digunakan di tambang-tambang Freeport di daerah highland Mimika."Dengan ban sebesar itu, kamu bisa membayangkan sebesar apa kendaraannya? Tapi jangan salah, supir haul truck itu kebanyakan wanita!" ujar guide kami.Masih takjub dengan ukuran ban yang besar, saya kembali dibuat takjub dengan fakta bahwa kendaraan raksasa ini dikendalikan oleh para srikandi-srikandi bumi Cendrawasih! So seriously, never jugde the driver by the size of the car. Because in Papua, everything is possible!Dream Destination Papua adalah program yang diselenggarakan oleh detikTravel, myTrans dan PT Freeport Indonesia. Selama 12 hari, 3 pemenang yaitu Keken, Anisa dan Husni akan menjelajah Papua dari Timika, Merauke, sampai Jayapura. Simak terus perjalanan mereka di situs perjalanan kesayangan Anda, detikTravel.












































Komentar Terbanyak
Arahan Prabowo, Bandara Husein dan Adi Sutjipto Diaktifkan Lagi untuk Penerbangan Sipil
Viral Bule Hadang Mobil di Nusa Dua, Ia Berlutut Minta Tolong
Terpopuler: Jakarta Masih Ibu Kota Negara, Nasib IKN?