Jakarta - Ketika tenaga pengajar jarang datang. Kondisi keadaan alam yang susah ditempuh. Asrama Penjunan jadi solusi bagi anak-anak suku pedalaman untuk terus memperoleh ilmu.Ada yang bermain di lapangan, ada yang tertidur pulas di kamar asrama, dan ada yang sedang berbincang-bincang dengan pendamping asramanya. Itulah suasana yang saya temukan ketika berkunjung ke sekolah asrama Penjunan. Anak-anak asrama menyambut dengan senyum yang sangat riang gembira.Alasan didirikan asrama Penjunan adalah untuk memudahkan anak anak suku pedalaman Timika memperoleh pendidikan dengan lancar. Kurangnya kesadaran orangtua akan pentingnya pendidikan menjadi salah satu faktor penghambat anak-anak dalam mengecap pendidikan. Bahkan ada anak yang sudah beberapa bulan bersekolah di Asrama Penjunan, sering diajak orangtuanya untuk pulang ke daerahnya. Setelah pulang, mereka tidak dikembalikan lagi ke sekolah asrama.Selain faktor kurangnya kesadaran orang ua akan pentingnya pendidikan, faktor tenaga pengajar juga sangat berpengaruh dalam pendidikan anak-anak suku pedalaman.Tenaga pengajar yang jarang sekali datang ke sekolah, membuat kegiatan belajar mengajar anak-anak di suku pedalaman menjadi terhambat.Lokasi sekolah yang sulit dijangkau, membuat para tenaga pengajar menjadi enggan untuk untuk mengajar. Padahal tenaga pengajar sudah diberikan fasilitas yang memadai berupa transport untuk mempermudah mereka menuju lokasi suku pedalaman.Kebanyakan yang bersekolah dan tinggal di Asrama Penjunan adalah anak-anak dari suku Amunge, sedangkan suku Komoro hanya 5 orang anak. Dengan adanya Asrama Penjunan kegiatan belajar mengajar anak-anak suku menjadi tidak terhambat. Teruslah semangat belajar wahai tunas bangsa!
(dtvl/dtvl)