Dream Destination Papua
Ssst, Suku Dani di Obia Juga Jago Wirausaha!
Sabtu, 08 Des 2012 09:50 WIB
Keken_Hamzah
Jakarta - Kali ini, saya dan tim detikTravel menyaksikan berbagai atraksi dari masyarakat Kampung Obia, Distrik Kurulu, Kota Wamena. Dibalik penampilannya yang memukau, ternyata mereka adalah wirausahawan yang hebat.Sekitar 2,5 tahun yang lalu, warga dari tiga marga yakni Logo, Daby, dan Mabel membentuk suatu kelompok kesenian pelestari budaya bernama Grup Kesenian Lodama. Selain mencoba untuk terus melestarikan local wisdom dari budaya nenek moyang, kelompok ini juga memberikan mata pencarian bagi masyarakat sekitar.Bernart Mabel, ketua kelompok Lodama, mengatakan bahwa ide ini terbesit ketika mereka melihat peluang bisnis wisata di kampungnya."Dulu, banyak turis baik lokal dan bule yang datang ke kampung ini tapi manajemen tidak baik. Akhirnya, penghasilan masyarakat dari kunjungan seperti itu tidak merata," ujar Bernart. Akhirnya, grup kesenian ini dibuat dengan harapan pendapatan masyarakat dari sektor wisata bisa merata dan warga menjadi sejahtera."Kita mengumpulkan dana dari tamu yang datang, kemudian kami catat siapa saja warga yang ikut serta dalam acara penyambutan. Nanti di saat Natal, uang-uang yang ada kita bagi ke tiap warga sesuai dengan absennya," tambah Bernart Mabel.Uang yang terkumpul itu didapatkan dari sumbangan para tamu yang datang. Jika dulu tamu hanya datang berkunjung dan memberi uang bagi sebagian warga, kini warga Kampung Obia membuat paket-paket hiburan berbasis kebudayaan daerah secara bersama-sama.Paket yang ditawarkan adalah pertunjukkan tarian penyambutan, tarian perang, upacara bakar batu, bunuh babi, pasar kaget dan sensasi menginap di Honai ala Kampung Obia. Untuk paket hiburan seperti ini, biasanya tiap tamu dikenakan biaya minimal 5 juta rupiah.Uang yang didapatkan setiap tahun bisa mencapai 100 juta rupiah. Namun sebelum dibagikan, uang tersebut digunakan untuk memperbaiki gereja, memberi sumbangan bagi warga yang terkena musibah, dan lain-lain. Sayangnya, saya mendengar jika tahun ini jumlahnya turun menjadi hanya 70 juta rupiah terhitung bulan November. Saya penasaran dengan penghasilan yang didapat oleh para anggota kelompok. Menurut Bernart, bagi warga kampung yang tidak hadir dalam pertunjukkan diberi uang Rp 20.000 per pertunjukkan.Sedangkan bagi warga yang datang akan mendapatkan uang sesuai dengan sumbangan para turis. Biasanya, tiap orang di kampung Obia ini bisa mendapatkan uang Rp 1-2 juta dari dana yang dihasilkan.Meski demikian, saya sangat senang mendengar cerita masyarakat tentang betapa bahagianya mereka ketika mendapatkan banyak tamu."Kalau ada tamu datang, masyarakat bisa bakar banyak ubi bahkan masak babi karena semua dibiayai oleh dana tamu," tambah Bernart.Bagi saya, kehadiran grup kesenian seperti Lodama adalah bukti bahwa masyarakat masih bisa terus bisa berwirausaha tanpa harus menghilangkan segala budaya dan kebajikan lokal yang mereka punya. Salute for Grup Kesenian Lodama !












































Komentar Terbanyak
Jokowi Klaim Tak Tahu Ada Ritual Injak Kepala Kerbau, PDIP Tidak Percaya
Provinsi Jawa Barat Mau Ganti Nama Jadi Sunda, Budayawan Cirebon Tanya Urgensinya Apa?
Kasihan! Tapir yang Viral di Lampung Disembelih Warga, Dimasak Jadi Rica-rica