Jakarta - Ratusan warga etnis Tionghoa tampak khusyuk memanjat doa di altar persembahan di bibir Pantai Marina, Semarang. Secara bergantian mereka memohon kesehatan kepada Dewa Obat dan selanjutnya mengarak sang dewa.Ritual tersebut rutin dilakukan tiap tahun pada bulan lima tanggal satu penanggalan imlek, untuk memperingati kedatangan Kiem Sien Kong Co Poo Seng Tay Tee ke Semarang, tepatnya tahun 1853. Saat itu Kota Semarang dilanda sebuah wabah penyakit, lalu warga Tionghoa pun meminta bantuan ke China."Maka didatangkanlah Kong Co Poo Seng Tay Tee dari China dan mendarat di pelabuhan Bom Lama. Setelah kedatangan dewa, wabah penyakit itu pun hilang," kata panitia, Khong Santoso di pantai Marina, Semarang, Rabu (20/6/2012).Ritual dilakukan sejak pukul 05.00 WIB dari Kelenteng Tay Kak Sie dengan berjalan menuju bibir Pantai Marina. Di sana warga etnis Tionghoa memanjatkan doa tidak hanya kepada dewa obat, dan juga Diaen Kong atau Tuhan yang Maha dan Dutik Kong atau Dewa Bumi."Untuk keselamatan seluruh warga Semarang khususnya kami juga berdoa kepada Dewa Samudera," tutur Khong Santoso.Usai ritual di Pantai Marina, kegiatan berlanjut dengan kirab di Kawasan Pecinan pada pukul 13.00 WIB hingga sore hari. Dari Jalan Beteng, umat Kong Hu Cu mengarak Kiem Sien Kong Co Poo Seng Tay Tee, bendera Tay Kak Sie, dan dewa-dewa lainnya. Arak-arakan tersebut dibawa mengelilingi pecinan untuk melewati beberapa klenteng kecil yang ada di sana.Acara tersebut dimeriahkan aksi Barongsai dan Liong yang tentunya menarik perhatian warga. Meski demikian ritual tersebut tidak sampai menimbulkan kemacetan karena adanya pengawalan polisi."Berharap dengan ritual ini semua orang khususnya di Semarang memperoleh kesehatan," kata salah satu warga bernama Ayu.Angling Adhitya Purbaya-detikNews
(travel/travel)
Komentar Terbanyak
DPR Beberkan Biang Keladi Harga Tiket Pesawat Domestik di Indonesia Mahal
Bukan Hanya Wisatawan, Menkes Juga Merasa Berat Bayar Tiket Pesawat
Terpopuler: Biang Keladi Harga Tiket Pesawat Domestik di Indonesia Mahal