Eloknya Desa Lopait dan Candi Gedong Songo
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Cerita Mudik d\'Traveler

Eloknya Desa Lopait dan Candi Gedong Songo

Agung Prabowo - detikTravel
Kamis, 09 Agu 2012 13:30 WIB
loading...
Agung Prabowo
Candi Gedong Songo
Gedong Songo
Reruntuhan Candi Gedong Songo
Sisa-sisa Candi Geng Songo
Eloknya Desa Lopait dan Candi Gedong Songo
Eloknya Desa Lopait dan Candi Gedong Songo
Eloknya Desa Lopait dan Candi Gedong Songo
Eloknya Desa Lopait dan Candi Gedong Songo
Jakarta - Sebagai orang rantau, Lebaran menjadi waktu yang pas untuk kembali ke kampung halaman. Desa Lopait, Salatiga, Jawa Tengah menjadi kampung yang selalu bikin kangen. Saat berada di sana, kami bisa berkunjung ke Candi Gedong Songo.Seperti sudah menjadi tradisi sebagai orang rantau, mudik selalu kami lakukan saat Hari Raya. Satu hari menjelang Idul Fitri menjadi hari puncak dari segala arus mudik. Tradisi seperti ini juga menjadi ritual khusus saya beserta keluarga. Setiap tahunnya, kami mudik ke Desa Lopait, Salatiga, Jateng. Desa tersebut menjadi kota kelahiran ibu.Desa Lopait berada di seberang jalan dari tempat rekreasi dan rumah makan Pak Gondo, Rawa Permai, Salatiga. Dengan latar belakang destinasi wisata Danau Rawa Pening, Gunung Merbabu, Gunung Telomoyo, dan Gunung Merapi, desa ini pun terlihat semakin cantik.Lebih detilnya, Desa Lopait terletak di dataran tinggi dengan bukit-bukitnya yang menjulang cukup tinggi. Karena desa ini berada di dataran tinggi maka suhu udaranya cukup dingin saat pagi buta atau malam hari.Keindahan desa ini pun ditunjang dengan beberapa destinasi wisatanya. Contoh kecilnya saja adalah wisata Danau Rawa Pening yang berada tak jauh dari desa ini.Namun, kali ini saya bukan ingin bercerita tentang Danau Rawa Pening. Melainkan, ingin bercerita tentang pengalaman saat berwisata ke Candi Gedong Songo, saat mudik Lebaran tahun lalu.Menjelajah Kompleks Candi Gedong SongoCandi Gedong Songo, terletak di Dusun Darum, Desa Candi. Karena berada di kaki Gunung Ungaran dengan ketinggian 2.050 mdpl, menjadikan suhu udara di Candi Gedong Songo terasa sangat sejuk. Saat siang hari, cuaca yang terik, membuat suhu udara di sekitar candi ini terasa panas. Namun, hembusan angin yang datang dari segala penjuru arah, langsung saja bisa menetralkan suhu panas sehingga menjadi normal kembali.Dalam bahasa Jawa, Gedong Songo berarti 9 kelompok bangunan yang mempunyai 9 buah candi. Menurut sejarahnya, Candi Gedong Songo ini dibangun pada abad ke-9. Candi ini merupakan salah satu peninggalan dari budaya agama Hindu pada zaman Wangsa Syailendra.Biarpun dulunya ada 9 candi, tapi sejak beberapa tahun silam Candi Gedong Songo ini hanya menyisakan lima buah candi saja yang masih tersusun apik hingga sekarang. 4 Lainnya hanya menyisakan pondasi dan reruntuhan bangunannya saja.Beberapa arca pun menghiasi keindahan kompleks candi ini, seperti Ciwa Mahaguru, Ciwa Mahadewa, Dhurga, Ganeca, Nahisasuramardhini, Nandiswara, dan Mahakala. Dominasi warna hijau yang dihasilkan dari tumbuh-tumbuhan dan pepohonan pinus membuat suasana candi terlihat asri.Β Di antara Candi Gedong III dan Gedong IV terdapat sebuah mata air yang mengandung belerang. Belerang ini, menjadi tempat pemandian yang bisa digunakan oleh wisatawan. Lalu, di sekitar Candi Gedong Songo juga terdapat banyak kuda dengan guide-nya yang bisa disewa oleh pengunjung jika merasa lelah.Masih di Candi Gedong V, coba alihkan pandangan Anda ke arah sisi jalur yang Anda lewati sebelumnya untuk ke Candi Gedong V. Lihatlah ke arah depan searah jarum jam 12.00 atau kata lainnya ke arah Utara. Anda bisa melihat barisan pegunungan yang terdiri dari Gunung Merbabu, Telomoyo, dan MerapiSungguh pesona Candi Gedong Songo ini menjadi hiburan selama mudik. Tidak hanya Candi Gedong Songo, masih banyak destinasi lainnya yang seru. Semoga saja tahun ini saya mendapat kesempatan untuk kembali mudik!
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads