Menapaki Jejak Bung Karno di Ende, NTT
Rabu, 04 Apr 2012 08:45 WIB
Putri Rizqi Hernasari
Jakarta - Ada situs peninggalan bersejarah yang menarik dikunjungi saat berada di Ende, NTT, yaitu rumah bekas pengasingan bung karno. Di sana, Anda bisa menemukan rumah Bung Karno saat diasingkan, lengkap dengan peralatan yang dulu digunakan.Terletak di Jl Perwira, Ende, situs bekas rumah pengasingan Bung Karno berdiri. Rumah ini dulu digunakan Bung Karno saat diasingkan bersama keluarga pada tahun 1934. Saat itu, Bung Karno bersama bu Inggit sang istri, anak angkat dan mertua diungsikan oleh Belanda ke Ende. Rumah inilah yang ditempati presiden pertama RI tersebut."Rumah ini ditempati bung Karno pada tahun 1934-1938 bersama bu Inggit, anak angkatnya yang bernama Ratna Juami, dan mertua. Saat itu bung Karno masih berumur 33 tahun," kata Juru Pelihara Situs Bung Karno, Syafrudin Pua Ittah, kepada detikTravel, Selasa (3/4/2012).Begitu tiba di depan rumah, Anda akan melihat rumah tua khas bangunan zaman Belanda. Rumah pengasingan ini didominasi oleh kayu. Di halaman rumah ada banyak tumbuhan yang menambah asri pekarangan. Bung Karno ternyata memiliki rasa seni yang cukup tinggi. Ini terlihat dari lukisan karyanya yang ada di dalam rumah."Ini adalah lukisan asli karya Bung Karno," ungkap Syafrudin.Selain lukisan, begitu masuk ke dalam pengunjung akan disambut dengan lemari yang berisi barang-barang Bung Karno saat diasingkan di tempat ini. Salah satu barang yang bisa dilihat adalah lampu aladin dr Haji Sitti Mahani Sarimin, teman bu Inggit, istri bung Karno saat itu.Selain lampu aladin, biola kesayangan milik sang proklamator juga ada di lemari penyimpanan tersebut. Ingin tahu keluarga Bung Karno saat di pengasingan? Foto lengkap sang proklamator bersama keluarga juga bisa Anda lihat di lemari tersebut.Berjalan sedikit ke dalam, pengunjung akan menemukan dua buah kamar lengkap dengan ranjang. Di kamar pertama, ada dua buah ranjang kosong, inilah kamar anak angkat Bung Karno dan mertuanya. Di kamar kedua, tampah foto presiden pertama RI ini di atas ranjang. Ya, ini menandakan kamar sang tokoh proklamasi. Di depannya, ada ruang tamu, tempat bung Karno bertemu tamu.Rumah ini cukup luas, bangunannya memiliki luas 9x12 meter dengan pekarangan yang besar. Di bagian belakang, ada sumur tempat Bung Karno dulu menimba air. Musholla juga tersedia di rumah ini.Rumah Pengungsian Bung Karno ini telah dibuka untuk umum sejak 16 Mei 1954. Peresmiannya dibuka langsung oleh bung karno. Saat itu, situs peninggalan ini dipelihara oleh Dinas P dan K. Saat ini, perawatannya penuh dipelihara oleh Dinas Budaya dan Pariwisata.Datang ke situs Bung Karno, bisa mendekatkan diri kita kepada sang proklamator. Anda bisa berkunjung ke tempat ini setiap hari, antara pukul 09.00-13.00 WITA. Soal biaya tidak usah kuatir, Anda hanya diminta membayar uang sumbangan sukarela.












































Komentar Terbanyak
Setuju atau Tidak Bandara Husein & Adisutjipto Dibuka Lagi?
'Dulu Ramai Sekali, Sekarang Sepi Seperti Kota Mati'
Visa Ditolak, Iran Tuduh AS Diskriminasi Delegasi Timnas Jelang Piala Dunia