Miquele Silvestre, Si Pengendara Motor Lintas Benua
Sri Anindiati Nursastri - detikTravel
Kamis, 05 Apr 2012 08:54 WIB
Jakarta - Baru seminggu yang lalu Miquele Silvestre menginjakkan kakinya di Belawan, Sumatera Utara. Indonesia menjadi negara ke-85 yang ia singgahi dalam perjalanan tak berujung. Satu-satunya teman traveling adalah motor kesayangannya.Urakan adalah kata yang tepat untuk menggambarkan Miquele Silvestre. Brewok menghiasi wajah traveler asal Spanyol ini, dan kulitnya sedikit memerah karena terbakar sinar matahari. Tapi, pria berusia 43 tahun ini sungguh enerjik. Kata Silvestre, tak lain tak bukan, ini pengaruh perjalanan yang ditempuhnya sejak 2009 lalu.Dulu, tak terbesit sedikit pun oleh Silvestre akan rencananya keliling dunia. Di kota asalnya yaitu Madrid, Spanyol, Silvestre adalah seorang pengacara sukses dengan karir cemerlang."Saya punya kehidupan yang baik, karir yang cemerlang, mobil mewah, dan kerja kantoran," tutur Silvestre dengan sumringah, saat wawancara eksklusif dengan detikTravel di kantor BDO Tanubrata, Menara Prudential Lt 17, Jalan Sudirman, Jakarta Pusat, Rabu (4/4/2012).Hingga akhirnya suatu hari, Silvestre berpikiran untuk berlibur. Tujuannya hanya satu, itu pun negara tetangga: Italia.Entah mengapa ia memutuskan untuk berlibur dengan berkendara motor saja. Tapi sebagai orang yang berada di "comfort zone", Silvestre meninggalkan Spanyol dengan rasa khawatir yang tinggi. Tak disangka, Silvestre malah merasa nyaman sepanjang perjalanannya di Italia. Ia lalu memutuskan untuk menulis cerita perjalanan, yang dimuat di koran lokal kota asalnya."Setelah itu saya memutuskan untuk pergi lebih jauh, ke Irlandia. Kembali menulis untuk koran Spanyol, lalu secara impulsif pergi lagi ke Amerika Serikat. Menyusuri dari utara sampai selatan," tambah Silvestre.Kisah perjalanannya selalu ditulis untuk diterbitkan di koran lokal itu. Makinlah besar keinginan Silvestre untuk berkeliling dunia dengan motor BMW RS 1200 kesayangannya. Ia lalu menentukan tujuan selanjutnya, Afrika.Sepanjang perjalanan di dataran liar Afrika, motornya pernah mogok beberapa kali. Untunglah, kata Silvestre, mekanik alias bengkel selalu ada di tiap wilayah."Hal itulah yang kemudian menyadarkan saya. Saya, seorang pria biasa yang dulu kerja kantoran, berkendara menggunakan motor lintas negara. Dan saya berhasil bertahan," tambahnya.Perjalanan bermotornya keliling Afrika menghasilkan buku berbahasa Spanyol dengan judul "Un millon de piedras" (A Million Stones). Dari titik ini, Silvestre memutuskan untuk jadi seorang penulis travel profesional.Dalam kurun waktu kurang dari 5 tahun, Silvestre telah melintasi lebih dari 80 negara termasuk di antaranya Kenya, Kazakhstan, Turki, Uzbekistan, Slovenia, Kanada, Bostwana, Cyprus, Spanyol, Amerika Serikat, India, Nepal, Malaysia, hingga sekarang tiba di Indonesia.Silvestre akan berada di Jakarta hingga hari Minggu nanti. Setelah itu, ia akan bertolak ke Semarang untuk naik kapal ferry menuju Filipina.Tiap hari Silvestre melakukan rutinitas yang sama: berkendara santai dengan motornya, mengandalkan GPS dan interaksi pada masyarakat setempat. Ia menginap di hotel-hotel murah, mencuci baju hanya bila diperlukan. Silvestre selalu makan kuliner lokal setempat, dengan Thailand sebagai salah satu negara kuliner favoritnya.Ketika detikTravel bertanya kapan ia akan berhenti bertualang, Silvestre pun menjawab dengan santainya."Saya punya uang dan keberuntungan. Takdir memang bisa berubah kapan saja, tapi Dia (Tuhan) menyelamatkan nyawa saya berkali-kali. Saya tidak tahu kapan akan berhenti," katanya.
(dtvl/dtvl)












































Komentar Terbanyak
Ibu Kota Negara Tetap di Jakarta, IKN Jadi Apa?
Prabowo: Jangan Terlalu Kagum pada Bangsa yang Kaya dari Merampas Bangsa Lain
Potret IKN Dikembangkan Jadi Destinasi Wisata Berkelanjutan, Jadi Ibu Kota 2028