Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Senin, 12 Mar 2012 11:45 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Terhipnotis Mentari Terbit di Meratus

d'Traveler
Kemping di atas Meratus
Kemping di atas Meratus
detikTravel Community - Menyaksikan matahari terbit dari Pegunungan Meratus sangatlah menkajubkan. Cahaya keemasan yang tersibak dari balik bukit menghipnotis setiap mata yang memandangnya.Bagiku yang tinggal di Kalimantan Selatan tak perlu jauh-jauh ke Bromo untuk menyaksikan pesona sunrise yang sangat indah. Tuhan menciptakan titik karya-Nya dan menyebarkannya secara adil ke seluruh belahan bumi. Salah satunya, ke daerah Pegunungan Meratus, Kalimantan Selatan yang membentang dari selatan di Kabupaten Tanah Laut hingga ke utara mendekati perbatasan Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah.Seorang teman sejiwa Ceker Petualang (kebiasaan kalau merencanakan sesuatu jarang terealisasikan) secara mendadak mengajakku kemping. Setelah kulihat jadwal kebetulan sekali weekend ini tak ada kegiatan, jadi nggak masalah bila mencari hiburan bertualang ke alam bebas.Memulai trekking ke Meratus dengan jalur yang menanjak pada jam 8 malam. perjalanan malam memang agak sedikit lambat karena keadaan alam yang gelap. Namun, keuntungannya berjalan malam kita tidak akan kepanasan karena terbakar sinar matahari.Sesampainya di lokasi, kami langsung mendirikan tenda. Tenda yang didirikan hanya untuk ditempati oleh wanita, kebetulan saat itu hanya ada satu wanita yang ikut kemping. Alhasil, kami para pria harus rela tidur di luar beratapkan langit malam yang dipenuhi jutaan bintang.Berbicara dengan obrolan santai penuh keakraban di depan api unggun sambil menikmati segelas kopi hangat dan beberapa cemilan. Sesekali terlihat bintang jatuh, sungguh fenomena langka yang tidak dapat disaksikan saat berada di kota. Malam pun semakin larut, udara semakin dingin, dan suasana semakin hening, tibalah kini saatnya tidur.Sebelum tidur, selain berdoa tidak lupa pula lotion anti nyamuk  kami oleskan di sekujur tubuh. Cukup ampuh, tak ada satupun nyamuk yang berhasil menggigitku. Sial! Rupanya mereka dendam, alhasil mimpi indahku terganggu karena dengungan suara nyamuk yang terbang di sekitar kepalaku. Entah apa saja yang membuat nyamuk-nyamuk itu dendam denganku yang pasti ku melihat teman-teman di samping tidur dengan nyenyaknya sampai ada yang mengorok saking lelapnya. Suara-suara di malam hari berpadu menghasilkan sebuah harmonisasi instrumen musik yang teramat indah.Udara semakin dingin dann pagi mulai datang. Begitu terbangun dari tidur suasana yang tadinya gelap kini berubah beranjak terang. Dari jauh terlihat cahaya kuning kemerehan menyembul di antara kabut yang membentuk awan. Sunries! Perlahan-lahan matahari menampakkan wujudnya dari balik Pegunungan Meratus yang ditutupi awan berkabut.Keindahan matahari terbit di Pegunungan Meratus sangat menakjubkan. Anggun, cantik, dan mengagumkan, itulah yang terpancar dari lukisan alam bak selendang emas yang membentang di atas langit. Malam yang hening dan sunyi seketika berubah menjadi pemandangan yang sangat cerah.

BERITA TERKAIT
BACA JUGA