Pulau Tikus, Si Kecil Nan Eksotis di Utara Bengkulu
Aditya Ramadhan - detikTravel
Kamis, 09 Feb 2012 13:49 WIB
Jakarta - Keindahan alam Indonesia dengan ratusan bahkan ribuan pulaunya menan tak ada habisnya. Satu lagi keindahan pulau yang alami bisa kita temukan di Pulau Tikus yang berada di perairan Pantai Bengkulu. Sore itu, saya bersama ketiga teman tiba di Pantai Zakat, Bengkulu. Ya, kami berempat akan menuju ke Pulau Tikus, sebuah pulau kecil nan eksotis di sebelah Utara Provinsi Bengkulu. Pulau ini berbatasan langsung dengan Samudera Hindia.Kami berangkat ke Pulau Tikus menggunakan perahu kecil milik salah seorang nelayan setempat. Setelah berlayar selama satu jam dengan kondisi ombak yang cukup besar dan kencang mengombang-ambingkan perahu, akhirnya kami pun tiba di Pulau Tikus. "Subhanallah!" hanya itu yan terucap dari mulut ini ketika menginjakan kaki di Pulau Tikus.Pulau yang luasnya tak lebih besar dari Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) ini benar-benar masih perawan dan terlihat pribadi karena hanya penjaga mercusuar bersama anak dan istrinya yang menghuni pulau kecil nan eksotis ini. Pasirnya yang putih, bebatuan karang yang indah, air lautnya yang terlihat biru dan tenang sangat menggambarkan betapa sempurna ciptaan-Nya.Tak lama setelah sampai di Pulau Tikus, kami pun langsung mendirikan tenda karena matahari yang mulai beranjak pergi. Setelah mendirikan tenda, kobaran api unggun menjadi penerangan kami di malam itu. Seetelah semua selesai, kami pun melakukan Island Hopping atau melompat dari pulau satu ke pulau lainnya dengan perjalanan yang lebih pendek di malam hari. Dan, kami menemukan salah satu spot di belakang Pulau Tikus, dimana tempat tersebut berhadapan langsung dengan Kota Bengkulu.Kami pun duduk dan melihat pesta kembang api di Kota Bengkulu karena pada saat itu sudah mendekati perayaan malam pergantian tahun. Setelah duduk-duduk dan bencengkrama, kami pun kembali ke tenda. Menjelang pukul 00.00 WIB kami menyalakan kembang api yang telah dibawa sebelumnya. Duarrr... duarrr... suara ledakan kembang api terdengar begitu nyaring. Tak lama setelah pesta kembang api usay saya memutuskan untuk tidur sedangkanyang lainnya memancing.Saya memilih tidur di atas pasirnya yang cukup halus dan dingin. Tidur di atas pasir rasanya sangat berbeda, beralaskan pasir yang halus dan dingin serta beratapkan langit malam bertabur bintang di pulau Tikus membuat saya nyaman dan mampu terlelap sampai pagi. Paginya, saya bangun lebih cepat dibandingkan dengan teman-teman lainnya.Memasang alat snorkeling dan tak lupa memakai Life Jacket, menjadi agenda pagi itu. Pemandangan bawah air Pulau Tikus juga tak kalah indah. Banyak ikan-ikan kecil yang cantik seolah-olah mengajak menari di dalam laut, serta karang-karangnya yang indah tertata rapi dan masih terlihat sangat alami. Namun, untuk ber-snorkeling di sini kita harus berhati-hati karena cukup banyak Bulu Babi berukuran besar yang senantiasa bisa melukai bagian badan. Setelah puas ber-snorkeling, kami kembali melakukan Island Hopping sekaligus hunting foto.Puas jeprat-jepret keindahan alamnya, kami berniat untuk naik ke mercusuar. Namun, mercusuar di sini bentuknya lebih seperti menara sutet dengan tangga yang cukup curam. Melihat keadaan mercusuar yang agak ekstrem akirnya kami hanya berani naik hingga tingkat ke-2. Dua hari di Pulau Tikus rasanya tak cukup membuat kami puas bercumbu dengan alamnya.Perahu sudah siap mengantarkan kami kembali ke Bengkulu. Pulau Tikus, pulau kecil tapi kaya akan keindahan alamnya.
(travel/travel)












































Komentar Terbanyak
Jokowi Klaim Tak Tahu Ada Ritual Injak Kepala Kerbau, PDIP Tidak Percaya
Provinsi Jawa Barat Mau Ganti Nama Jadi Sunda, Budayawan Cirebon Tanya Urgensinya Apa?
Kasihan! Tapir yang Viral di Lampung Disembelih Warga, Dimasak Jadi Rica-rica